Saturday, July 19, 2014

Jaga Hari Mereka

Kejadian berikut ini baru saja terjadi didalam hidup saya, baru beberapa jam yang lalu terjadi. Dari kejadian ini saya belajar mengenai kehidupan lebih dalam lagi. Benar-benar suatu pelajaran yang mungkin seringkali terlewat dalam kehidupan kita. Saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk belajar dan mengerti sebuah pelajaran berharga dalam hidup ini.

Saya bangun sekitar pukul 08.00 pagi ini, tidak ada yang istimewa. Saya bangun, menghabiskan waktu sekitar 5 menit untuk bersyukur atas kehidupan ini, kemudian saya mulai bersiap untuk melakukan aktivitas saya. Hari ini saya mulai bekerja sekitar pukul 13.00, jadi waktu pagi menjelang siang saya habiskan untuk sarapan dan membaca. 

Sekitar pukul 12.00, saya mendapat BBM dari atasan saya mengenai rencana perubahan jadwal pekerjaan. Intensitas perubahan jadwal sudah sering sekali terjadi, sudah berkali-kali saya menghadapi komplain dari klien mengenai perubahan jadwal. Tetapi atasan saya seolah tidak mau tahu mengenai hal itu, intinya jadwal harus diubah. Saya sudah menjelaskan semua yang dapat saya jelaskan, namun tetap saja perubahan jadwal harus terjadi.

Hari saya terasa berantakan, saya sudah sangat malas menjalani pekerjaan saya di pukul 13.00. Saya merasa sangat tidak dihargai oleh atasan saya. Saya merasa benar-benar dipermainkan oleh atasan saya. Untuk menjaga sikap profesionalitas, saya tetap menjalankan pekerjaan saya di pukul 13.00 (dengan rasa malas-malasan). Saya kurang semangat dan merasa sangat kacau. Pikiran saya tidak tenang.

Sekitar pukul 15.30, ada pesan yang masuk ke handphone saya. Ternyata pesan itu dari seorang klien yang memuji pekerjaan saya. Klien tersebut puas dengan pekerjaan saya dan mengatakan bahwa pekerjaan saya sangat bagus. 

Seperti mendapatkan air yang sangat segar, saya kembali bersemangat dalam melakukan pekerjaan saya. Tiba-tiba ada rasa bahagia yang sangat besar ketika saya membaca pesan tersebut. Semangat mulai muncul didalam diri saya. Saya mulai bergairah untuk menyelesaikan pekerjaan saya. 

Akhirnya, tepat pukul 17.30, pekerjaan saya selesai. Setelah selesai bekerja, saya menyempatkan diri sejenak untuk berdiam diri. Memikirkan apa yang sudah terjadi di hari ini. Dan tidak lama kemudian, saya seperti mendapatkan pelajaran dari kejadian yang saya alami hari ini. Pelajaran tersebut adalah JAGA HARI MEREKA.


Suatu perkataan yang menurut kita tidak penting, bisa saja merusak hari seseorang atau sebaliknya, bisa saja membuat hari seseorang menjadi sangat berarti. Mungkin bagi atasan saya, memberikan perintah perubahan jadwal tidak akan membawa pengaruh apa-apa dalam hari saya, tetapi ternyata dengan perintah perubahan jadwal hari saya terasa rusak.

Mungkin bagi sang klien, pujian sederhana tidak membawa dampak apa-apa buat saya, tetapi siapa yang sangka ternyata pujian kecil tersebut membuat saya begitu semangat dalam menjalani sisa hari saya.

Marilah kita menjadi hari orang lain dengan menjaga perkataan kita. Apapun yang kita katakan bisa membawa dampak bagi orang lain karena kita tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam diri orang tersebut. Kita tidak tahu apa yang sedang dipikirkan orang lain.

Saya ambil contoh sederhana, saat keadaan sedang bagus dan baik, jika seseorang mengatakan kepada anda "jika tidak bisa melakukan hal tersebut, lebih baik mati saja", mungkin kita menganggap itu hanya sebuah candaan dan kita masih dapat tertawa. Tetapi jika sepanjang hari tersebut kita sudah penuh dengan masalah, kemudian teman kita melontarkan kata-kata tersebut saat kita berada di posisi penuh masalah, bisa jadi kita akan benar-benar mengakhiri hidup.

Kita tidak pernah tau perasaan orang lain, kita hanya bisa melihat fisik mereka, kita tidak bisa melihat hati mereka. Jadi, mulai dari sekarang marilah kita menjaga hari mereka. Marilah kita berpikir sejenak sebelum mengambil suatu keputusan. Ucapan kita bisa membawa pengaruh pada kehidupan orang lain.

Friday, July 18, 2014

Api - Asap - Air (Bagian 2 - Tamat)



Bagi yang belum tau ceritanya, silahkan membaca terlebih dahulu disini : Api - Asap - Air (Bagian 1)

Dari cerita yang sebelumnya saya ceritakan, Api menggambarkan Masalah, Asap menggambarkan Dampak dari Masalah, dan Air menggambarkan Solusi.

Dalam hidup ini, kita tidak pernah akan terlepas dari masalah. Selalu ada masalah dalam hidup ini. Sama seperti api yang bisa menjalar dari satu titik ke titik-titik lain dan membakar habis rumah kita, begitu juga masalah. Masalah bisa menjalar dari satu masalah ke masalah-masalah lain dan akan membakar habis diri kita.

Saat sudah banyak masalah yang timbul dalam kehidupan kita, kita akan mulai melihat dampaknya, si asap. Kita akan stress, kita akan down, kita mulai merasa bahwa apapun yang kita lakukan tidak membawa perubahan. Sampai tahap ini, mencari pelarian adalah salah satu alternatif yang biasa diambil banyak orang. Bukannya mencari cara agar masalah selesai, kebanyakan dari kita malah berusaha mengeluarkan asap dari rumah kita. Kita mulai lari ke sex, alkohol, atau bahkan narkoba. Selama masalah tidak kita selesaikan, apapun cara kita untuk membuang asap tidak akan ada gunanya. Karena masalah akan terus memberikan dampak yang jelek dalam hidup kita.

Yang harus kita lakukan adalah mencari air untuk memadamkan api, sang sumber masalah. Solusi bisa kita dapatkan dari dalam diri sendiri atau bantuan orang lain. Jika kita mampu, kita dapat menyelesaikan masalah tersebut sendirian. Tetapi jika kita tidak mampu, sah-sah saja untuk meminta tolong kepada orang lain.

Saat kebakaran besar terjadi dan api berhasil dipadamkan, biasanya kita masih melihat asap disana. Begitu juga masalah. Saat masalah sudah selesai, biasanya masih ada dampak yang kita rasakan. Misalnya kita kehabisan banyak uang, kita kehilangan teman atau sahabat, kita kehilangan kepercayaan dari orang lain, dan lain-lain. Jangan takut mengenai hal ini, yang harus kita lakukan adalah tersenyum dan berkata pada diri sendiri "saya akan bangkit, saya akan melewati semua ini dan semuanya akan lebih baik dari sebelumnya"


Api - Asap - Air (Bagian 1)

Saya sempat bingung mau memberi judul apa untuk postingan kali ini. Tapi tiba-tiba datang inspirasi sehingga postingan kali ini saya beri judul Api - Asap - Air. Mungkin sudah ada yang bisa menebak apa yang bakal saya ceritakan disini. Kali ini saya kembali ingin berbagi tentang kehidupan. Memikirkan tentang kehidupan pasti tidak ada habis-habisnya, jadi jangan terlalu banyak berpikir tetapi jalani saja. Karena saya sangat percaya bahwa hidup kita indah.


Ada sebuah rumah yang sangat indah di sebuah kota yang sangat ramai. Pada suatu hari, ada sepercik api yang mengenai sofa dirumah tersebut. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, api mulai menjalar ke bagian-bagian lain dari rumah tersebut. Dari satu titik api saja (yaitu di sofa), api-api di titik yang lain mulai hidup dan siap membakar habis rumah tersebut. Asap yang sangat hitam mulai membumbung tinggi menandakan bahwa api sudah sangat besar.

Melihat hal tersebut, pemilik rumah yang panik mulai membuka semua jendela rumahnya dengan harapan agar asap yang sangat hitam dan beracun tersebut bisa keluar dari rumah. Setelah semua jendela dibuka, asap mulai berlarian keluar rumah. Tetapi apakah rumah tersebut sudah aman ? Tentu saja tidak, hanya asapnya saja yang keluar, tetapi api didalam rumah tersebut tidak henti-hentinya menimbulkan asap yang lain.

Akhirnya tibalah pemadam kebakaran yang membawa sejumlah air yang sanggup untuk mematikan api. Disemprotkanah sejumlah air ke dalam rumah tersebut. Dengan ketekunan dan pengalaman sang pemadam kebakaran, akhirnya api berhasil dipadamkan. Setelah dipastikan tidak ada titik api yang aktif, pemilik rumah mulai mengecek kondisi rumahnya. Rumahnya hancur berantakan, semuanya kacau balau dan terlihat sangat berantakan. Tetapi pemilik rumah tersenyum dan berkata "saya akan membangun rumah ini kembali, dan rumah ini akan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya"

Nah, setelah membaca kisah tersebut, mungkin semakin jelas terlihat hubungan Api - Asap - Air dengan kehidupan kita. Ada sesuatu yang dapat kita pelajari, dan pelajaran itu adalah pelajaran kehidupan. (Api - Asap - Air Bagian 2 - Tamat)