Showing posts with label kebahagiaan. Show all posts
Showing posts with label kebahagiaan. Show all posts

Friday, July 18, 2014

Api - Asap - Air (Bagian 1)

Saya sempat bingung mau memberi judul apa untuk postingan kali ini. Tapi tiba-tiba datang inspirasi sehingga postingan kali ini saya beri judul Api - Asap - Air. Mungkin sudah ada yang bisa menebak apa yang bakal saya ceritakan disini. Kali ini saya kembali ingin berbagi tentang kehidupan. Memikirkan tentang kehidupan pasti tidak ada habis-habisnya, jadi jangan terlalu banyak berpikir tetapi jalani saja. Karena saya sangat percaya bahwa hidup kita indah.


Ada sebuah rumah yang sangat indah di sebuah kota yang sangat ramai. Pada suatu hari, ada sepercik api yang mengenai sofa dirumah tersebut. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, api mulai menjalar ke bagian-bagian lain dari rumah tersebut. Dari satu titik api saja (yaitu di sofa), api-api di titik yang lain mulai hidup dan siap membakar habis rumah tersebut. Asap yang sangat hitam mulai membumbung tinggi menandakan bahwa api sudah sangat besar.

Melihat hal tersebut, pemilik rumah yang panik mulai membuka semua jendela rumahnya dengan harapan agar asap yang sangat hitam dan beracun tersebut bisa keluar dari rumah. Setelah semua jendela dibuka, asap mulai berlarian keluar rumah. Tetapi apakah rumah tersebut sudah aman ? Tentu saja tidak, hanya asapnya saja yang keluar, tetapi api didalam rumah tersebut tidak henti-hentinya menimbulkan asap yang lain.

Akhirnya tibalah pemadam kebakaran yang membawa sejumlah air yang sanggup untuk mematikan api. Disemprotkanah sejumlah air ke dalam rumah tersebut. Dengan ketekunan dan pengalaman sang pemadam kebakaran, akhirnya api berhasil dipadamkan. Setelah dipastikan tidak ada titik api yang aktif, pemilik rumah mulai mengecek kondisi rumahnya. Rumahnya hancur berantakan, semuanya kacau balau dan terlihat sangat berantakan. Tetapi pemilik rumah tersenyum dan berkata "saya akan membangun rumah ini kembali, dan rumah ini akan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya"

Nah, setelah membaca kisah tersebut, mungkin semakin jelas terlihat hubungan Api - Asap - Air dengan kehidupan kita. Ada sesuatu yang dapat kita pelajari, dan pelajaran itu adalah pelajaran kehidupan. (Api - Asap - Air Bagian 2 - Tamat)

Friday, July 11, 2014

Bagaimana Cara Menjadi Tong Sampah Bolong dan Tidak Berdasar ? (Bagian 1)

Tulisan berikut ini akan melanjutkan pembahasan saya di postingan sebelumnya mengenai Tong Sampah Bolong dan Tidak Berdasar. Jadi yang belum membaca tulisan sebelumnya, bisa dibaca terlebih dahulu. :)

Saya sempat bertanya kepada teman saya yang memberikan ide "Tong Sampah Bolong" kepada saya, lalu bagaimana cara supaya tong sampah saya menjadi bolong dan tidak berdasar ? Teman saya diam sejenak, dan saya dengan perhatian penuh menunggu jawaban teman saya. Kemudian teman saya berkata, silahkan kamu cari sendiri jawabannya. Tentu saja itu bukan jawaban yang memuaskan bagi saya.

Di hari-hari berikutnya saya mulai memikirkan bagaimana caranya, saya sangat tertarik dengan konsep ini karena konsep ini terdengar sangat masuk akal bagi saya. Saya terus mencoba berbagai macam cara agar tong sampah saya bolong. Saya berpikir, semua hal negatif yang ada di sekitar saya boleh saya dengar, boleh saya lihat, boleh saya rasakan, tetapi tidak boleh memengaruhi saya. Semua itu bukan saya, jadi saya tidak boleh terpengaruh.

Akhirnya, sampai saat ini, saya sudah ada beberapa cara agar tong sampah bolong. Saya tidak tahu apakah ini cara yang benar, tetapi minimal saya sudah merasakan manfaatnya. Cara pertama adalah :

1. Hal Positif Selalu Ada

Di awal pencarian saya, saya selalu berfokus pada hal-hal negatif yang terjadi di sekitar saya. Saya mencari cara bagaimana agar saya selalu jauh dari hal-hal negatif tersebut, tetapi yang saya dapatkan adalah TIDAK ADA. Akhirnya saya sadar bahwa dalam hidup ini saya tidak bisa lepas dari lingkungan yang selalu memperlihatkan sisi negatifnya. Kemudian setelah itu, saya mulai sadar bahwa dunia ini sangat adil. Selain sisi negatif, lingkungan juga selalu memperlihatkan sisi positif. Terkadang sisi positif ini yang selalu luput dari pandangan kita. Sisi positif ini yang selalu kita acuhkan. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa hal positif itu selalu ada. Dibalik hal negatif seperti apapun, pasti ada hal positifnya.


Sebagai contoh, saat saya melihat seorang atasan memarahi habis-habisan bawahannya. Mungkin dulu saya akan berpikir bahwa itu hal yang sangat negatif. Tetapi sekarang saya sudah mulai memikirkan sesuatu yang positif dari kejadian itu. Misalnya, mungkin si atasan ingin si bawahan menjadi orang yang lebih baik, mungkin si atasan ingin mengajarkan si bawahan mengenai bekerja dibawah tekanan, dan masih banyak sisi positif yang bisa kita ambil.

Mungkin anda berpikir belum tentu yang terjadi sebenarnya adalah hal positif yang ada di pikiran saya, bisa saja emang si atasan adalah orang yang suka marah-marah. Ya, anda benar, anda sangat benar. Tetapi yang menjadi fokus saya adalah bagaimana saya menjaga hati dan jiwa saya sendiri agar tidak terpengaruh hal-hal negatif tersebut. Saya tidak peduli apakah pikiran saya benar atau salah, yang pasti dengan memandang hal positif dari segala kejadian, saya bisa membuat tong sampah saya selalu bolong. Tong sampah saya tidak akan penuh dari hal-hal negatif.

lanjut ke posting berikutnya yah...silahkan klik disini

Nilai Kehidupan

Nilai Kehidupan
Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.
“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.
Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”
Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.”
Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.”
Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.
Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”.
Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.
Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.
Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.


sumber:http://iphincow.com 

Friday, July 4, 2014

Dimanakah Letak Kebahagiaan ?



Menurut Anda dimana letak kebahagiaan itu???

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.Lewatlah sebuah motor di depan mereka.Berkatalah petani ini pada istrinya:"Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naikmotor itu,meskipun mereka juga kehujanan,tapi mereka bisa cepat sampai di rumah.Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah.

"Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedangberboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick uplewat di depan mereka.Pengendara motor itu berkata kepada istrinya:"Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu.Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.

"Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan, ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat di hadapan mereka:"Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok.

"Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuranair hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya:"Betapa bahagianya suami istri itu.Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini.Sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing.

"Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.

Bersyukurlah atas hidupmu supaya kau tahu di mana kebahagiaan itu berada.