Sunday, March 31, 2013

"Solusi Jika Sering Bertengkar Dengan Suami Istri"








Sering bertengkar dengan istri atau sering bertengkar dengan suami? Konflik Dalam Rumah Tangga dan Solusinya, Konflik dalam rumah tanggan pemicu perceraian, maka di sini To-Sidrap.Com akan berikan solusinya. Masih sering bertengkar dengan pasangan ranjangnya? Simak artikel berikut : Konflik di dalam rumah tangga muncul akibat berbagai macam masalah yang terjadi diantara suami istri. Masalah-masalah di dalam rumah tangga yang bisa memicu konflik biasanya terjadi akibat adanya ketidakseimbangan di dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang sifatnya urgent. Dan apabila kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi, seringnya penyikapan dari salah satu pasangan akan selalu berujung negatif, sehingga akan menciptakan sebuah konflik di dalam kehidupan rumah tangganya.

Solusi Jika Sering Bertengkar Dengan Suami Istri

Masalah-masalah dalam pemicu konflik atau sering bertengkar itu adalah:


1. Masalah Finansial atau Keuangan keluarga

Menurut saya ini adalah masalah pemicu konflik yang paling besar yang umumnya melanda pada pasangan suami istri dalam kehidupan rumah tangganya. Suami pengangguran atau di PHK, suami memiliki gaji kecil sehingga tidak bisa memenuhi semua kebutuhan keluarganya, memiliki banyak hutang yang sudah lama belum bisa terbayar, gaji istri lebih besar daripada suami, dan masalah-masalah lainnya yang menyangkut dalam hal keuangan inilah sumber pemicu konflik pertama yang menjadikan ketegangan diantara pasangan suami istri. Pasangan suami istri yang tidak siap dengan kondisi seperti ini biasanya akan selalu bertengkar dan saling menyalahkan, mungkin bisa jadi akan berujung kepada perceraian, atau salah satu dari pasangan kabur dari rumah dan meninggalkan keluarganya begitu saja.

Beberapa solusi dari Masalah Finansial atau Keuangan keluarga ini diantaranya adalah:

Hal yang harus diperhatikan para pria sebelum menikah adalah memantapkan kondisi finansial terlebih dulu. Ini bukan berarti kita harus memiliki semuanya, tapi dengan kesiapan kondisi keuangan akan memudahkan kita dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang notabene sangat membutuhkan banyak sekali pengeluaran uang.

Hendaknya anda sudah bekerja atau memiliki penghasilan sendiri sebelum menikah.

Hendaknya suami bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang ada apabila suatu saat dirinya di PHK dari pekerjaaanya. Menabung untuk membangun bisnis sendiri adalah solusi pertama yang bisa dicoba. Tidak mungkin kan kita sampai tua bekerja terus menjadi karyawan?

Hendaknya suami terus berusaha walau bagaimanapun hasilnya untuk selalu bekerja dan menghasilkan uang. Ini adalah untuk menutup pintu fitnah dari bahaya laten suami pengangguran alias benalu dalam keluarga.

Peran istri sangat mendukung dalam masalah ini. Apabila mengetahui kondisi suami yang baru saja di PHK atau usaha yang sedang dirintisnya mengalami kebangkrutan, jangan sekali-kali bersikap antipati dan mencibirnya. Berusahalah sabar dan menerima keadaan, teruslah menyemangati suami agar tetap berusaha dan mencari pekerjaan atau menumbuhkan kembali semangat wirausahanya. Biasanya konflik terjadi akibat istri yang terlalu menuntut dan tidak sabar dalam menghadapi kondisi suaminya, mungkin berbeda halnya apabila suami memang cuek dan tidak mau berusaha dengan keras untuk bekerja.

2. Masalah Sex dan Keturunan

Masalah kedua yang bisa menjadi pemicu prahara dalam rumah tangga adalah ketika salah satu pasangan tidak bisa atau kurang dalam memenuhi kebutuhan seksualnya. Jangan pernah menganggap remeh masalah ini. Banyak sekali konflik yang terjadi akibat masalah ini. Suami yang impoten, suami atau istri yang mandul, suami yang terkena ejakulasi dini dan tidak bisa lama dalam memuaskan istrinya, atau sebaliknya istrinya yang hyper sex dan selalu merasa kurang, dan masih banyak masalah sex lainya yang bisa menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga. Efek dari masalah ini adalah terjadinya perselingkuhan, mencari kepuasan dengan “jajan” di luar, pisah ranjang hingga perceraian. Saya rasa masalah ini tidak memandang kaya dan miskin, ketika salah satu pasangan tidak bisa memberikan kepuasan sebagaimana mestinya maka dipastikan akan terjadi perang dingin dalam rumah tangga. Untuk itulah sekali lagi jangan pernah menganggap remeh masalah ini.

Beberapa solusi dari Masalah Sex dan Keturunan ini diantara adalah:

Menjalin komunikasi yang baik diantara suami istri. Jangan selalu memendam kekecewaan dalam hati. Kemukakanlah kekurangan anda kepada pasangan anda. Apakah itu suami yang ejakulasi dini, atau istri yang selalu belum mencapai orgasme ketika berhubungan dan yang lainnya. Intinya jangan malu untuk terus terang dengan pasangan anda. Mungkin anda ingin mencoba variasi seks gaya baru, maka utarakanlah hal itu terhadap pasangan anda. Selama itu aman dan dalam konteks yang diperbolehkan kesehatan dan agama, maka silakan untuk mengkondisikannya dengan pasangan anda.

Konsultasikan dengan dokter pribadi anda, khususnya kepada dokter yang menangani masalah kelamin. Mungkin dokter akan memberikan solusi dan obatnya apabila memang itu sebuah penyakit yang disembuhkan. Jangan khawatir, setiap penyakit itu ada obatnya.

Untuk masalah pasangan yang sudah lama belum diberikan keturunan. Saya rasa ini hanya masalah waktu saja. Tidak ada yang menjamin bahwa seseorang tidak akan mempunyai anak. Sebagai muslim tentunya kita percaya bahwa ada Allah yang menentukan segalanya. Jadi saya sarankan untuk selalu berdo’a dan berusaha.

Mungkin cukup dua masalah saja yang akan saya angkat dalam postingan kali ini. Dua pokok masalah ini memang seakan menjadi momok yang menakutkan bagi pasangan suami istri dalam menjalani kehidupan rumah tangganya. Tapi jangan khawatir, jika anda bisa menghadapinya dengan bijak, maka ketakutan itu tidak akan terjadi.

Nah itulah artikel tentang Solusi Jika Sering Bertengkar Dengan Suami Istri yang bersumber :

http://themenworlds.com/2012/04/09/konflik-dalam-rumah-tangga-dan-solusinya


!!!===================!!!


Ketika Suami Istri Suka Bertengkar, Mengingat suami dan istri punya cara berpikir, kebiasaan, dan juga gaya komunikasi tertentu yang berbeda dengan pasangannya maka pertengkaran merupakan hal yang sangat normal dalam kehidupan pernikahan. Adanya pertengkaran juga menunjukkan bahwa proses penyesuaian diri sedang berlangsung dan masih ada komunikasi di antara suami dan istri.

Cukup banyak pasangan yang mengaku bahwa mereka bertengkar hebat hanya gara-gara hal sepele. Namun, bila pertengkaran sudah menjadi rutinitas sehari-hari, diwarnai oleh kata-kata kasar, menyebabkan macetnya komunikasi, dan berakhir dengan saling menyakiti maka sudah saatnya untuk mencari solusinya. Bila dibiarkan berlarut-larut, pertengkaran semacam ini akan menutupi rasa cinta Anda kepada pasangan dengan kemarahan, kekecewaan, dan dendam yang mendalam.

Solusi dari masalah di atas di antaranya sebagai berikut.

a. Umumnya, pertengkaran yang sering terjadi disebabkan oleh masalah yang ‘itu-itu’ saja. Pemicunya bisa berupa hal kecil, namun inti permasalahannya tetap sama dan belum juga menemukan pemecahan. Bahkan, kadang menimbulkan perang dingin karena kedua belah pihak merasa benar dan gengsi untuk mulai berbaikan kembali. Kecuali jika pasangan Anda seorang cenayang, sulit untuk memahami perasaan dan isi pikiran Anda jika membisu. Sebaliknya, jika pasangan yang membisu, coba bujuk ia agar bicara. Anda perlu menemukan isu utama di balik masalah yang terjadi. Sebenarnya, itu semua karena komunikasi yang kurang lancar, kurang ada keterbukaan mengenai keinginan serta batasan masing-masing. Wanita cenderung lebih sensitif dan tidak membicarakan langsung pokok masalah. Adapun pria cenderung bicara straight to the point.

Oleh karena itu, coba gali inti masalah yang ingin Anda bahas bersama pasangan. Batasi pembicaraan hanya untuk masalah itu agar tidak berbelit-belit ketika membicarakan dan merampungkan sebuah masalah. Sebaliknya, coba dengarkan dan pahami juga pandangan pasangan Anda terhadap masalah tersebut. Jangan mempertahankan gengsi dan ego masing-masing.

b. Salah satu kelemahan utama dari pasangan yang hobi bertengkar adalah kurangnya kesediaan untuk mendengarkan pasangan. Masing-masing lebih sibuk memikirkan apa yang akan diucapkan untuk “melawan” perkataan pasangannya. Akibatnya, suami dan istri semakin keras mengungkapkan pendapatnya karena merasa tidak didengar. Dalam kondisi kesal dan marah, Anda mungkin cenderung melihat satu kesalahan pasangan sebagai sesuatu yang meluas, kemudian muncul ucapan-ucapan tertentu, seperti, “Suami tidak bertanggung jawab, lebih baik kita cerai saja!” Atau, “Kamu sama keras kepalanya dengan ibumu!” Ucapan-ucapan seperti itu bisa merupakan pemicu pertengkaran hebat dan bahkan kekerasan fisik.

Bila pasangan mulai naik darah dan menyinggung kesalahan Anda pada masa lalu, sedapat mungkin hindari melakukan hal yang sama karena cara ini justru akan membesarkan api amarahnya. Abaikan saja kemarahan pasangan. Dengan bersikap tenang dan tidak berkomentar, biasanya kemarahan pasangan lebih cepat reda. Tetaplah hanya membicarakan isu yang sedang dibahas. Bila situasi sangat memanas, lebih baik Anda berdua break sejenak untuk menenangkan diri dan meneruskan pembicaraan saat Anda berdua sesudah lebih tenang.

c. Salman Al-Farisi r.a. meriwayatkan bahwa suatu ketika Fatimah r.ha. berkunjung kepada Rasulullah. Ketika Rasulullah saw melihatnya, kedua mata Fatimah mencucurkan air mata, dan raut mukanya berubah. Nabi saw bertanya, “Mengapa engkau, wahai anakku?” Fatimah r.ha. menjawab, “Ya Rasulullah, tadi malam aku dan Ali bergurau, dan telah timbul percakapan yang menyebabkan dia marah kepadaku karena kata-kata yang terlontar dari mulutku. Ketika aku melihat bahwa dia (Ali) marah, aku menyesal dan merasa susah. Aku berkata kepadanya, “Hai kekasihku, kesayanganku, relakanlah akan kesalahanku, seraya aku mengelilinginya dan merayunya sebanyak tujuh puluh dua kali sehingga dia menjadi rela dan tertawa kepadaku dengan segala kerelaannya, sedang aku tetap merasa takut kepada Tuhanku.” Rasulullah bersabda kepada Fatimah r.a., “Wahai anakku, demi Dzat yang telah mengutusku sebagai nabi dengan agama yang haq, sesungguhnya sekiranya engkau mati sebelum Ali merelakanmu maka aku tidak akan menshalati mayatmu.” Kemudian beliau bersabda lagi, “Wahai anakku, tidakkah engkau mengetahui bahwa kerelaan seorang suami itu merupakan kerelaan Allah dan kemarahan seorang suami itu merupakan murka Allah.”

d. Banyak pasangan yang percaya bahwa pemecahan masalah harus dilakukan sampai tuntas, sebelum tidur. Jadilah mereka berdebat atau bertengkar sampai pagi. Padahal, beberapa jam kemudian mereka harus segera berangkat kerja. Bila suasana hati sudah semakin “panas”, sebaiknya hentikan dulu pembicaraan Anda dan pasangan. Tunggu beberapa waktu, atau bahkan beberapa hari untuk kemudian kembali duduk bersama dan mencoba membahas masalah ini. Pada saat seperti ini, komunikasi yang efektif dapt lebih mudah diraih dengan perasaan yang sudah “dingin”. Rasulullah saw pernah bertanya kepada para sahabatnya, “Maukah kuberitahukan kepadamu, bekal istrimu di surga?” Para sahabat menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Yaitu setiap istri yang penuh kasih sayang dan banyak anak (subur) dan bila ia marah atau diganggu atau dimarahi oleh suaminya, lalu ia menyerahkan dirinya dan berkata, “Inilah tanganku terserah kepadamu, aku tidak akan dapat tidur sehingga engkau rela kepadaku.” (H.R. Thabrani)


e. Jika marah pasangan Anda telah mereda, ajaklah ia bicara, duduklah berdua. Carilah tempat se-enjoy mungkin untuk Anda dan pasangan. Lakukan “open talk”, bicara terbuka dari hati ke hati. Bicaralah setepat dan sehati-hatinya agar tak kembali memancing konflik. Tanyakan harapan dan keinginannya, mengapa ia marah, mengapa begini, mengapa begitu. Lakukan dengan sabar dan lembut. Saat Anda open talk, jangan libatkan hati terlalu banyak. Sebab yang muncul hanyalah “pembenaran” diri dan egoisme individu yang tinggi. Apalagi dalam keadaan marah.

f. Jika konflik telah mereda, mintalah maaf kepada pasangan. Setiap pertengkaran selalu menyisakan emosi negatif bagi kedua pasangan. Semakin sering Anda bertengkar, semakin banyaklah tumpukan “racun hati” ini. Jadi, sangat disarankan untuk saling meminta maaf setelah pertengkaran usai. Bila masih terasa sulit untuk mengomunikasikan kata maaf secara terbuka, tunjukkan melalui sikap yang manis dan tindakan yang menyenangkan pasangan sebagai simbol permintaan maaf dan usaha untuk mengembalikan kehangatan hubungan. Memang memaafkan tidak selalu mudah, tetapi banyak kebaikan yang dapat dituai bila kita mau memaafkan. Sebagai mana dicontohkan Rasulullah saw, “Memaafkan atau meminta maaf memiliki banyak kebaikan. Memaafkan merupakan sikap para penghuni surga.” Sebagaimana firman Allah, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. Ali Imran [3]: 133-134)

g. Jadi, tak ada ruginya memaafkan orang lain. Apalagi orang lain itu adalah belahan jiwa Anda. Ingatlah saat-saat indah Anda, saat menjemputnya ke pelaminan, saat-saat mesra bersamanya, kebaikannya, juga bakti dan kasih sayangnya. Semoga itu mampu melumerkan ketegangan yang tengah terjadi, melembutkan kemarahan di dada. Bisa juga suami mendinginkan kemarahan istri dengan mesra, seperti yang dilakukan Rasulullah. Nabi saw biasa memijit hidung Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai Aisy, bacalah doa, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (H.R. Ibnu Sunni)


h. Seorang sahabat berkata kepada Nabi saw, “Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku.” Nabi saw berpesan, “Jangan suka marah (emosi).” Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi saw tetap berulang kali berpesan, “Jangan suka marah!” (H.R. Bukhari). Emosi itu memang harus disalurkan, namun terkadang, ada beberapa cara-cara lain yang lebih baik ketimbang menyalurkannya lewat kemarahan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi amarah, yaitu berpindah tempat (misal dari duduk kepada berdiri), mengambil air wudhu, dan membaca ta’awudz. Menahan amarah bukanlah perkara mudah. Karenanya, Rasulullah saw berkata, “Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” (H.R. Muttafaq Alaihi)

Nah itulah 2 sumber yang sempat saya kumpulkan untuk anda tentang Solusi jika sering bertengkar dengan suami atau istri, semoga bermanfaat!

Getar Hati Untuk Suami






Duhai sayangku…
Maaf jika aku harus mengungkapkan hal ini padamu,
di saat aku telah pergi jauh
Semua tak lain adalah karena rasa cinta ku yang begitu besar padamu…

Sayang…
Tahukah kau betapa aku mencintaimu?
Betapa aku sangat bersyukur akan ketetapanNya padaku, yang telah menetapkan engkau menjadi teman hidupku
Walau seringkali aku mengesalkanmu
Sering juga aku melukai hatimu dengan kata-kataku
Mengumpat dalam hati kala aku kesal padamu
Tapi sayang, jauh dari lubuk hatiku…
Sungguh aku bersyukur karena engkau lah yang Dia pilih untuk menjadi pasangan hidupku…

Sayang…
Allah kirimkan engkau untukku, tidak lain adalah untuk mengekang kebebasan liarku, mengatur dan mengarahkan hatiku yang keras, sekeras batu, membersamai langkahku untuk melihat dan belajar makna hidup yang sempat aku lupakan dulu.

Jika beberapa kali pernah kau tanya dan aku tidak menjawabnya…
“Menyesalkah kau menjadi istriku??”
Saat ini, dan biarlah Allah yang menjadi saksi
Lantang aku akan mengatakan
“Tidak sayang, sama sekali aku tidak menyesal”…

Tidak sayang, yang hadir justru rasa syukur yang berkepanjangan
Tidak sayang, karena inilah takdir, jalan hidup yang telah ditetapkan
Engkau adalah perantara yang telah diberikanNya padaku hingga karenamu, gerakku menujuNya makin menggebu”

Tapi Sayang, tahukah kamu?
Betapa dulu aku sempat membenci segala ‘peraturanmu’ itu?
Ego manusia ku berkata “mengapa harus menurut padamu padahal sebagai manusia derajat kita adalah sama?
Ternyata untuk menjawab satu pertanyaan itu, butuh pengorbanan cinta, rasa dan waktu hingga pada akhirnya aku paham makna yang seharusnya dapat ku petik dibalik semua ujian yang diberikan

Dari tegasmu, aku belajar arti lembut dan bersabar
Dari kecemburuanmu yang terkadang tidak masuk akal mengajarkanku untuk lebih ikhlas dan taat pada hal yang kau inginkan (ma’ruf)
Diam mu, menuntutku untuk bisa lebih pandai “merasa” daripada “berprasangka”

Sayang..
Hingga sampai Saat ini sebelum aku pergi pun aku masih terus belajar Untuk bisa menjadi istri idaman untuk mu…
Istri yang kau idam-idamkan di dunia dan akhirat
Istri yang kau harapkan dapat melimpahkan kebahagiaan
Istri yang mampu menjadi jalan kedekatanmu dengan Ar Rahman

Tapi sayang…
Jika pada akhirnya aku harus pergi meninggalkan
Jika pada akhirnya tiba waktu ku untuk menghadap pada Yang Maha Menggenggam
Aku berharap, amanahku dapat kau laksanakan

Jadilah engkau seorang imam dalam keluarga kita
Yang akan menyelamatkan aku dan anak anakmu dari siksa api neraka
Yang akan membimbing mereka semua menuju surgaNya
Yang akan menjadi madrasah, tempat mereka bertanya
Yang akan membersamai perjalanan mereka dengan limpahan kasih sayang yang kau punya
Engkaulah nahkoda kapal yang kami butuhkan agar kapal ini terus berlayar mencapai pelabuhan kebahagiaan

Carilah ia, pengganti ku dengan cinta yang hadir karenaNya
Carilah ia, yang lebih taat dan lebih cinta kepada Rabb-nya
Carilah ia, yang lebih merasa takut untuk berkhianat pada pencipta-nya…
Maka ketika engkau memilih nya,
Sungguh tidak akan ada kekhawatiran bagiku untuk melepaskan semua…

Sayangku…
Ketika sepi hadir di sini… Satu tanya terlintas dalam hati
“Adakah kau merasa betapa cinta itu selalu ada?”
“Adakah engkau tahu, bahwa engkaulah inti dari semua doa-doa yang kupanjatkan padaNya?”

Duhai cinta,
Sungguh aku berharap dan berdoa kepadaNya
Semoga kita bersama di dunia dan di surga
Adakah engkau berkeinginan menjadikanku bidadarimu di sana?
Jika iya adalah jawabannya…
Maka marilah kita bersama terus berusaha
Untuk menjadi yang terbaik di depan Nya
Menjadi tongkat yang akan mengarahkan jalan pada anak-anak kita menujuNya…

Mulianya Menjadi Ibu Rumah Tangga




Yuk kita Raih…
Menjadi ibu adalah kodrat setiap wanita, tetapi pilihan untuk menekuni diri sebagai ibu rumah tangga bukanlah tugas yang mudah. Di tengah kepungan budaya Barat dan penjajahan media, kaum wanita hari ini telah meninggalkan identitas mulianya sebagai ‘benteng ummat’.
Sebagian mereka menyibukkan diri dengan urusan-urusan kecil yang remeh, pernak-pernik perhiasan dan persaingan gaya hidup modern yang menjauhkan mereka dari keutamaan individu dan sosial. Seorang ibu dengan tampilan ‘wah’ yang bergelut mengejar materi dan status sosialnya akan lebih disegani dibandingkan ibu rumah tangga sederhana yang waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya.
Hidup di zaman ini membutuhkan ketahanan yang luar biasa. Sebagai muslim, bekal ilmu dan keduniaan yang dikaruniai Allah Swt seharusnya meyakinkan mereka akan kebenaran petunjuk Allah yang menegaskan prinsip kesetaraan (gender equality), bahwa kaum ibu bermitra sejajar dengan kaum laki-laki, dalam posisi yang sangat istimewa. Yaitu sebagai pendidik generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan diri dan keluarganya. Mendidik diri dan keluarganya untuk selalu memahami dan mengikuti bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Inilah investasi besar yang sering diremehkan oleh para ‘penikmat dunia’.
Pesan Istimewa untuk Para Wanita
Salah satu pesan istimewa Allah Swt kepada kaum wanita diabadikan dalam ayat berikut; “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. 33:33).
Sesungguhnya kemajuan di zaman ini banyak diilhami oleh ayat diatas. Allah Swt menghendaki kaum wanita agar berperilaku lemah lembut, pemalu dan penuh kasih sayang kepada orang-orang di sekitarnya, tidak melakukan ucapan dan tindakan yang menimbulkan godaaan yang akan menjatuhkan martabat kaum wanita.
Karena, kehalusan budi dan tingkah laku wanita adalah salah satu pilar utama kehidupan. Ibu-ibu yang shalih akan mendidik anak-anaknya untuk menjadi shalih.
Bahkan, kaum ibu dahulu mampu membangun karakter pribadinya dan melakukan berbagai aktifitas keilmuan dibalik “tembok sunyi “ yang dapat menjaga sifat dan rasa malu. Itulah kehendak Allah atas kaum wanita. Karakter dan psikis wanita tersebut selaras dengan kondisi fisik yang diciptakan Allah Swt dalam bentuk yang berbeda dari kondisi yang dimiliki kaum laki-laki. Tubuh wanita diciptakan dalam bentuk yang sesuai benar dengan tugas keibuan, sebagaimana dengan jiwanya yang disiapkan untuk menjadi rumah tangga dan ratu keluarga. Secara umum, organ tubuh wanita, baik yang terlihat maupun yang tidak tersembunyi, otot-otot dan tulang-tulangnya serta sebagian besar fungsi organiknya hingga tingkat yang sangat jauh, berbeda dengan organ tubuh kaum laki-laki yang menjadi pasangannya. Perbedaan dalam struktur dan organ tubuh ini tidak lah sia-sia, sebab tidak ada satu
pun benda, baik dalam tubuh manusia maupun yang ada di seluruh jagat raya ini yang tidak mempunyai hikmah tertentu.
Fitrah Mulia Kaum Ibu
Dengan perbedaan struktur tubuh tersebut, kaum wanita memiliki perasaan dan emosi yang lebih sensitif. Abbas Mahmud al-‘Aqqad mengatakan. “Adalah sesuatu yang alami jika kaum wanita memiliki kondisi emosional yang khusus yang berbeda dengan kondisi yang dimiliki kaum laki-laki”. Keharusan melayani anak yang dilahirkannya tidak terbatas dengan memberi makan dan menyusui. Akan tetapi, dia harus selalu memiliki hubungan emosional yang menuntut banyak hal yang saling melengkapi antara apa yang ada pada dirinya dengan yang ada pada suaminya.
Pemahaman dirinya dalam suatu masalah harus berhadapan dengan pemahaman suaminya yang mungkin saja berbeda. Bahkan, antara tingkat emosinya dengan emosi suaminya harus benar-benar terjaga keseimbangannya. Seorang ibu yang mulia akan memahami betul saat gembira dan sedihnya anak-anak. Demikian halnya sang ibu akan mengajarkan dengan suka ria tentang bagaimana menunjukkan rasa cinta, simpati dan benci kepada orang lain dengan cara-cara yang baik dan bijaksana.
Sifat-sifat mendasar dalam fungsi pengasahan dan bimbingan terhadap anak-anak ini merupakan salah satu dari sekian banyak sumber kelembutan kewanitaan yang menyebabkan kaum wanita lebih sensitif dalam merespon perasaan. Sebaliknya, apa yang tampak mudah bagi kaum laki-laki bisa menjadi sulit bagi kaum wanita, misalnya dalam menggunakan rasio, menyusun pendapat dan mengerahkan kemauan. Itulah fitrah kaum ibu yang sesungguhnya mulia tetapi seringkali dipandang kelemahan yang memperdaya.
Salah Paham Memandang Islam
Dalam banyak ayat yang tersebar di dalam al-Qur’an, Allah Swt telah meletakkan kedudukan kaum wanita pada tempat tertinggi dalam sepanjang sejarah kemanusiaan dan akan terus demikian hingga akhir zaman. Sayangnya, ayat-ayat Allah yang dikuatkan dengan hadits Rasulullah Saw itu seringkali disalah-tafsirkan, termasuk oleh para ulama kita sendiri. Syeikh Muhammad al-Ghazali dalam buku Qadhaya al-Mar`ah bayna at-Taqalid ar-Rakidah wa al-Wafidah, dengan yakin mengatakan; “Fatwa terkenal di kalangan kaum muslimin yang kemudian diambil alih oleh musuh-musuh Islam adalah tuduhan bahwa Islam telah mendirikan dinding pembatas yang tinggi antara laki-laki dan perempuan, sehingga keduanya tidak dapat saling melihat satu sama lain. Bahkan sekadar memandang pun hukumnya haram”. Kita juga pernah dikejutkan dengan ucapan seorang khatib yang mengatakan, “wanita tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali pergi ke rumah suaminya (sesudah menikah) dan ke kuburan (untuk dikuburkan)!
Tentu saja, fatwa dan khutbah tersebut lahir dari pemahaman dan tafsiran terhadap ayat-ayat Allah dan hadits Nabi Saw yang patut ditinjau ulang. Karena memang, ada masalah dalam fenemona umat Islam berkenaan dengan kemurniaan dan kedalaman riwayat-riwayat hadits yang diterapkan. Diakui, terdapat ulama yang menyebutkan riwayat-riwayat yang tidak sahih dan para ahli fiqh yang tidak memperhatikan perubahan hakikat Islam dan perkembangan zaman.
Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Fatimah Ra bahwa wanita tidak boleh melihat laki-laki dan juga tidak boleh dilihat laki-laki, sebagaimana hadits Nabi Saw yang melarang sebagian istri Nabi melihat Abdullah ibn Ummi Maktum. Dalam peristiwa yang lain, Ummi Hamid; istri Abu Hamid as-Sa’di pernah menyampaikan perasaan senang hatinya karena bisa shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Namun, ternyata Rasulullah justru menginginkannya untuk shalat di rumah. Bahkan, semakin sempit tempat, jauh dan sunyi, maka semakin baiklah shalat di tempat itu.
Kritik terhadap Monopoli Tafsiran Agama
Semua riwayat tersebut merupakan hadits yang tidak sama dengan hadits yang ditulis para ulama hadits yang otoritatif, karena hadits-hadits tersebut nyata-nyata bertentangan dengan ketentuan Al-Qur`an dan as-Sunnah. Hadits-hadits semisal itu telah membelenggu kaum wanita dan menyudutkan kedudukan mereka sebagai golongan terbelakang. Lebih dari itu, kedudukan wanita yang demikian rendah itu akan mempengaruhi buruknya sistem keluarga, struktur masyarakat dan prinsip perundang-undangan.
Dalam merespon hal itu, Ibnu Huzaimah melakukan uji ulang dan kritik atas tafsiran hadits-hadits tersebut dengan membuat bab yang menyebutkan masalah “Shalatnya Seorang Wanita di Rumahnya Lebih Baik daripada Shalatnya di Masjid Rasulullah Saw” dan sabda Nabi Saw “Shalat di Masjidku ini Lebih Baik daripada Seribu Kali Shalat di Masjid-Masjid Lain”. Pertanyaan yang segera muncul, adalah jika ungkapan tersebut benar, mengapa Nabi Saw membiarkan wanita-wanita menghadiri shalat berjamaah bersamanya sepanjang sepuluh tahun, dari fajar hingga isya’.
Mengapa mereka tidak dinasihati agar tetap tinggal di rumah-rumah mereka sebagia ganti dari ancaman yang batil itu? Mengapa beliau mempercepat shalat fajar dengan membaca dua surat pendek ketika mendengar tangisan anak kecil bersama ibunya sehingga tidak mengganggu hatinya? Mengapa beliau bersabda, “Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah pergi ke masjid-masjid Allah Swt?
Mengapa pula para Khulafaur Rasyidin menetapkan barisan-barisan wanita di masjid-masjid setelah wafatnya Rasulullah Saw.
Barangkali, Ibnu Huzaimah ingin menenteramkan dirinya dan hati kawan-kawannya ketika mendustakan hadits-hadits yang melarang wanita shalat di masjid-masjid dan menyebutnya sebagai kebatilan. Para ulama Musthalah Hadits berkata, “Sebuah hadits dianggap ganjil (syadz) jika kebenarannya ditentang oleh hadits yang lebih shahih. Apabila hadits yang menentangnya tidak dipercaya, bahkan lemah, maka hadits tersebut ditinggalkan atau bernilai munkar (tertolak)”.
Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim tidak disebutkan hal-hal yang mengarah pada larangan bagi kaum wanita untuk shalat di masjid-masjid. Hadits-hadits tersebut semuanya ditolak. Lalu, bagaimana jika hadits lemah berlawanan dengan Sunnah yang mutawatir dan dikenal? Hadits tersebut harus ditinggalkan sejak awal.
Agaknya, benarlah prediksi Nabi Saw bahwa telah datang masanya ketika hadits-hadits shahih terkebur oleh egosime keagamaan yang didominasi oleh kelompok-kelompok fanatik yang tidak tahu kecuali riwayat-riwayat yang ditinggalkan dan munkar. Monopoli tafsiran agama mereka seringkali menyakitkan sesama Muslim lainnya dengan tuduhan-tuduhan bid’ah dan kesesatan beragama yang harus ditumpas habis. Jalan dakwah ini seringkali melupakan kewajiban menjaga ukhuwwah diantara ummat Islam yang seharusya menjadi prioritas setiap da’i.
Islam Membebaskan Wanita
Jika dicermati lebih dalam, Islam tidak pernah menghalangi kemajuan kaum wanita. Sebaliknya, dari hasil kajian hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa Islam memberi ruang kebebasan bagi kaum hawa dengan batasan-batasan yang justru menjaga kehormatannya. Larangan terhadap kaum wanita untuk pergi ke masjid bisa diterima ketika mereka berhias secara berlebihan (tabarruj).
Dan mencegah wanita dari perbuatan tercela harus dilakukan dengan merealisasikan wasiat Rasulullah Saw yang menyatakan bahwa mereka (kaum wanita) boleh keluar dengan mengenakan baju biasa, atau dengan penampilan sederhana, tidak memakai wangi-wangian dan bergaya. Sedangkan mengeluarkan hukum tentang larangan pergi ke masjid-masjid bagi wanita jelas merupakan cara yang tidak ada kaitannya dengan Islam.
Karena itu, jika seorang wanita telah melaksanakan tugas-tugas domestik di rumahnya, suami tidak berhak melarangnya untuk pergi ke masjid, sebagaimana dijelaskan dalam hadits, “Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah pergi ke masjid-masjid-Nya”.
Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan beliau yang telah menjadikan satu pintu dari pintu-pintu masjid khusus untuk kaum wanita dan beliau menempatkan wanita-wanita dalam jamaah pada barisan paling belakang dalam masjid. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga mereka ketika ruku’ dan sujud. Dan beliau mencela laki-laki yang mendekati barisan kaum wanita dan juga mencela wanita yang mendekati barisan kaum laki-laki.
Kebebasan seorang wanita muslim juga tidak akan terganggu karena posisinya sebagai ibu rumah tangga. Ketika Islam mewajibkan suami untuk memberi nafkah keluarganya, maka pada hakikatnya dia memberi ganti kepada kaum wanita untuk kekosongan waktunya, untuk berkiprah demi kebaikan rumah tangganya, membesarkan anak-anaknya dan mencurahkan segenap perhatiannya dalam menunaikan tugas-tugas alamiahnya.
“Wanita cantik yang melupakan perhiasannya dan menyibukkan diri dengan mengasuh anak-anaknya sehingga parasnya berubah adalah wanita yang harus mendapat penghargaan dan kedudukan tinggi”. Ungkapan tersebut boleh jadi benar, tetapi penerapannya sangat ditentukan oleh kondisi masing-masing rumah tangga dan prioritas kemaslahatannya.
Yang terpenting dari itu semua, sebuah keluarga harus mempertahankan tiga hal yang menjadi pilar kebahagiaannya yaitu ketenangan, cinta dan sikap yang saling menyayangi. Kasih sayang bukanlah sejenis perhatian dalam bentuk benda, tetapi merupakan sumber bagi kehangatan yang terus mengalir, sedangkan darahnya adalah akhlak dan tingkah laku yang mulia.
Ketika rumah tangga berdiri kukuh di atas kedamaian dan ketenteraman, cinta yang terbalas, dan kasih sayang yang hangat , maka perkawinan menjadi anugerah yang mulia dan harta yang penuh berkah. Ia akan mampu mengatasi berbagai rintangan dan lahirnya keturunan-keturunan yang baik. Dan, keputusan untuk menikmati kemuliaan menjadi ibu rumah tangga adalah langkah penting untuk mewujudkan itu semua.
Shaifurrokhman Mahfudz, Lc. M.Sh
Sekjen Andalusia Islamic Centre & Dosen STEI Tazkia Bogor

‎... Buat Sang Suami ...




(¯`*•.¸♥Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh♥¸.•*´¯)
Entah dengan apa ku harus menggambarkan segala rasa padamu...
Tak cukup hanya dengan untaian kata serta barisan kalimat indah..
Juga tak mampu tergambar dengan berbagai macam warna, karena semuanya terlalu begitu indah..
Tiada kain kanvas yang mampu membingkai semua warna tentangmu duhai suamiku..
Karena engkau teramat indah dan indah di sini di dada dan hati ini...

Duhai lelaki pilihan Allah buat diriku..
Tahukah betapa gemuruh dada ini seakan melayang tinggi..
Seakan membawaku terbang ke awan yg mampu terekspresikan dengan airmata...
Dimana dari lisanmu kau sebut namaku dalam lantunan ijab kabul nan suci..
Saat itu pula ku abdikan diriku kepada dirimu dg ketaatan yang aku miliki..
Dan engkau tahu bahwa aku patuhi keinginanmu selama tidak bermaksiat pada Yang Maha Pengasih, Robbul izzati..

Duhai lelaki penghias mata dan hatiku..
Tiada pernah ku lalui setiap hari, setiap jam, setiap detik kecuali dg rasa cinta padamu..
Tiada pernah berkurang rasa ini padamu, karna di sini di hati ini kaulah yg jadi terindah..
Dan aku pun berharap dg segala kekuranganku...
Sudilah engkau menjadikanku perhiasan terindah di mata dan hatimu..

Duhai cintaku labuhan hatiku..
Gandeng tanganku menuju ke jannah-Nya..
Jangan segan bangunkan ku di sepertiga malam terakhir..
Bersama kita mengarungi samudera cinta-Nya di lautan dzikir..
Dan jangan pernah segan menegurku dalam setiap kekhilafanku..
Karna aku hanya wanita biasa yg kadang ada lupa juga salah..
Jangan membentaku atau jangan pula membiarkanku..
Karena ku sadar bagaikan kaca yang berdebu..
Dengan kekerasan bisa membuat retak dan pecah..
Membiarkan justru makin penuh noda menjadi parah..
Namun bimbing aku dg kesabaranmu dan keimananmu..
Karena aku adalah kaum yg di ciptakan dari tulang yg bengkok,..
Dan tuntun aku dalam dekapan ketaqwaanmu..
Dan biarkan aku menangis dalam pelukan doa...

~¤ ♥ MENGGAPAI CINTA DALAM RIDHA-NYA ♥ ¤~






Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Bismillahirrahmanirrahim.

Tiada ungkapan termulia yang dapat kita senandungkan selain ucapan syukur, bila saat pernikahan itu akhirnya tiba. Bila pintu khitbah telah terbuka, bila ijab kabul telah terucap. Puji syukur memang patut kita lantunkan ketika telah mendapatkan pendamping hidup kita. Menjemput pujaan hati, belahan jiwa yang di janjikan oleh-Nya.


" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan di jadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."
[Q.S. Ar-Rum [30] : 21 ].


Subhanallah.......!


Saat yang paling membahagiakan, saat dua insan di ikat dengan simpul yang kokoh, di bawah naungan iman, di tempa kalimat Rabbaniyah. Ketika dua hati telah menyatu dan anak manusia telah di temukan dalam semulia-mulianya ikatan. Menggapai mahligai suci yang di landasi oleh nilai-nilai keimanan, berdua mengangkat kedua belah tangan seraya menyenandungkan Do'a dan Harapan.

Ya Rabby,,
Akhirnya ku temukan jua
Dia yang akan menjadi pelipur lara
Dia yang akan menjadi pengobat duka
Dia yang akan menjadi penentram jiwa

Ya Rabbul Izzaty,,
Betapa hamba pernah dzalim Kepada-Mu
Betapa hamba pernah ragu akan Janji-Mu
Betapa hamba pernah kecewa pada Keputusan-Mu

Namun,,
Semua resah gelisah terjawab sudah
Derita lara berujung bahagia
Sumua kehendak Karunia-Mu jua

Ya Allah,,
Kini hamba telah merasa
Impian indah semuanya khan jadi nyata
Seakan syurga ada di pelupuk mata

Ya Rabb,,
Ampuni segala dosa yang pernah ada
Maafkan atas khilaf yang sengaja ataupun tiada di sengaja.
。  ☆    。★    。   ☆    。★。   ★。    ☆   。    ☆。    ☆    ★。
آمِّÙŠْÙ†َ ÙŠَا رَبَّ الْعَالَÙ…ِÙŠْÙ†َ

Subhanallah....!
Indahnya cinta dalam Ridha-Nya.
Yang merasa sudah siap, tunggu apa lagi ??
Jangan sampai terjebak rayuan syetan, mengundang dosa dalam pacaran sebelum Nikah. Maka dari itu saudaraku,, selamatkan Cinta menuju Syurga dalam Ridha-Nya. ^_^ ,,

Terima Kasih untuk Istriku....



Bunda, hari ini kau tampak begitu letih. Sebelum mataku terbuka melihat dunia, sebelum fajar mengajak kita bersujud, kau mencucikan pakaian dinasku. Segelas kopi untukku tak pernah absen di meja makan kita yang sederhana, yang tak layak disebut meja makan. Kala mataku lelah bekerja membangun sebuah masa depan, kau rajin mengingatkanku untuk tak lupa berdoa.

Bunda, hari ini kau tampak begitu letih. Namun, kau berupaya menyembunyikannya di depanku dan selalu seperti itu. Dan aku tak tega untuk berterus terang bahwa aku mengetahui kau kelelahan. Maka, biarkan tubuhku menjadi perebahan sejenakmu melepas penat sebelum aku berangkat kerja.

Bunda, hari ini kau tampak begitu letih. Namun, tak pernah kudengar engkau mengeluhkannya. Yang ada, kau rajin bersenandung di kamar kecil kita tiap maghrib dengan lantunan ayat-ayat suci. Waktu istirahatmu telah tercuri untuk darma baktimu sebagai istri.

Bunda, hari ini kau tampak begitu letih. Tak jarang kau membuat masakan lezat kesukaanku. Tak jarang kau mengurusi segala urusan rumah tangga kita sendirian. Tak jarang aku harus meninggalkanmu demi tugas. Tak jarang aku lebih memikirkan pekerjaan di kantor ketimbang meluangkan waktu bersamamu.

Bunda, hari ini kau tampak begitu letih. Selama satu tahun kau setia mendampingiku dalam suka dan duka. Tak sedikit pun kau lalai membukakan pintu ketika dini hari aku pulang kerja. Tak sedikit pun kau mengeluhkannya. Justru kau tak segan menyampaikan doa untuk keselamatanku.



Wahai muslimah baik, istriku, saksikan hari ini aku sebagai laki-laki yang egois dan memikirkan diri sendiri untuk:

Menyampaikan rasa kagumku.
Menyampaikan maafku karena keteledoranku.
Menyampaikan terima kasih tak terhingga atas pengorbananmu.
Menyampaikan kebanggaanku sebagai suamimu.

http://mirant-duwi.blogspot.com

Saturday, March 30, 2013

UNTUKMU YANG MASIH DALAM KESENDIRIAN...


Bismillahirrahmaanirrahiim..

Jangan pernah merasa 'sendiri' karena sesungguhnya Allah selalu bersamamu.DIA sedang mempersiapkan seseorang yang benar-benar tepat untukmu.
DIA hanya sedang mengawasi PERSIAPANmu dalam menunggu itu. Jika dirimu SEMAKIN BAIK, maka PASTILAH akan dikirimkan_NYA juga seseorang yang BAIK untukmu,, begitupun sebaliknya.
Kerana sesungguhnya kaulah yang sedang mengukir PASANGAN mu itu dalam dirimu. Jika semakin BAIK dan INDAH ukiranmu itu dalam dirimu. Maka akan semakin BAIK juga hasil yang akan kau dapatkan kelak.

Ingatlah...
Mungkin saat inipun ada banyak yang sama sepertimu, dalam KESENDIRIAN dan mengisi kesendirannya dengan terus memperbaiki diri, memantaskan diri sepertimu. Dan bisa jadi salah satu diantaranya adalah 'dia' yang tengah ALLAH persiapkan untukmu.

Jangan pernah berhenti... meskipun kesendirian itu kadang melelahkanmu. Jangan pernah mencoba mengisinya dengan seorang teman yang BELUM halal untukmu, meskipun kadang kau gelisah dan jenuh tanpa teman berbagi.

Ingatlah...
Semakin kuat kau melawan kesendirianmu, semakin baik kau memantaskan dirimu, semakin dekat juga ALLAH menuntun hatimu kepada pasangan tulang rusukmu.

Bersabarlah dalam IKHTIARmu... karena JANJI_NYA adalah sebuah KEPASTIAN_NYA.

UNTUKMU YANG SELALU KU NANTI...


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamin.

Jika lelah yang kurasa sekarang, aku yakin kau juga merasakannya. Lelah menantimu. Lelah menanti janji Allah untuk segera mempertemukan kita dalam kesempatan untuk menggenapkan separuh dari agama ini. Lelah… dan teramat lelah….!!!!

Itulah yang sekarang kurasakan. Lelah untuk tetap menjaga hati dan iman ini. Lelah untuk istiqomah menanti hingga janji Allah tiba. Lelah untuk tetap tersenyum dalam menghadapi setiap pertanyaan..

“Kapan menikah…..?”

Di tengah kelelahan itu, izinkan aku sekedar melukiskan keluhan hati yang sulit terucap dengan lisan. Dan izinkan pula aku sedikit mengutip surat cinta dari Allah, sebagai kewajiban kita untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran…

“ Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga) (QS An-nur : 26) ”

Alhamdullilah.
Lega rasanya, bisa sedikit menyampaikan ini. Meski jika boleh sedikit jujur, kutulis petikan firman Allah itu hanya sekadar menghibur hatiku yang teramat lelah. Menghibur hatiku yang terkadang perih melihat kebahagiaan temanku atau bahkan yang usianya di bawahku telah mendapat izin Allah untuk melangsungkan pernikahan. Hatiku yang terkadang iri melihat temanku melahirkan anaknya dan terasa lengkap sudah dirinya diciptakan sebagai seorang perempuan. Yang telah berkesempatan untuk menjadi seorang ibu.

Lelah…!!! Dan teramat lelah….!!!!
Untuk sebuah penantian yang aku sendiri tidak tahu kapan berakhirnya. Selaksa doa yang terus terlantun seakan menjadi arang untuk mengobarkan asa. Sebuah harapan untuk segera menemui hari yang paling membahagiakan. Ya… Hari pernikahan. Hari dimana kita bisa menumpahkan segala rasa cinta yang ada dengan halal dan penuh ridha Allah.

Sekilas, hatiku tersenyum kecil saat membayangkan hal itu. Tapi, senyum itu terpaksa harus ku tepis karena kenyataan saat ini masih jauh dengan sebuah harapan yang ada. Sebuah kenyataan ternyata kau belum ada di depanku. Belum datang untukku. Meski aku tahu, kau telah dipersiapkan Allah untukku.

Aku tidak tahu kenapa sampai sekarang Allah belum mempertemukan aku denganmu. Padahal, doa dan usaha tak pernah berhenti menghiasi langkahku. Usaha untuk menyempurnakan ikhtiar dan doa untuk menggenapkan tawakal. Semuanya telah kulakukan.

Ya… tapi kembali lagi mau tidak mau aku harus berkompromi dengan semua ketetapan Allah. Meski aku telah meminta dengan sepenuh harap, Allah tidak akan pernah memberikan apa yang aku inginkan. Tapi Allah hanya memberikan apa yang aku butuhkan. Meski berulang kali hati kecilku mengatakan bahwa aku telah siap untuk menikah, Tapi, hanya Allah yang jauh lebih tau tentang kesiapan diriku daripada diriku sendiri.

Telah berulang kali datang di hatiku orang yang kusangka dia adalah dirimu. Mencoba memasuki hati dan mencoba mengambil tempat yang kuperuntukkan untukmu. Tapi, berulang kali juga mereka harus keluar dan mengaku kalah karena berbagai sebab. Dan sekarang, ternyata aku masih menunggumu. Menunggu kedatangan seseorang yang aku sendiri belum tahu siapa dirimu.

Jika aku mengucapkan satu kata. “MENUNGGU”

Penantian yang aku sendiri juga belum tahu kapan berakhirnya. Sedangkan di sekitarku, telah banyak pemandangan indah yang kulihat. Ibu-ibu muda yang usianya di bawah umurku telah sempurna menjadi seorang perempuan dengan melahirkan buah hati mereka yang lucu-lucu. Kembali lagi hatiku harus menjerit dalam Tanya , “Kapan tiba waktunya untukku…..?”

Menjalani hidup sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu rumah tangga dan menjalani fitrah seorang perempuan sebagai seorang “IBU” bagi buah hatiku.Selaksa doa dalam sujud harap tak pernah lekang di tiap sepertiga malam terakhirku. Mencoba mengadu pada tiap doa yang terlantun. Mencoba mengiba dalam tiap tangis yang terus membasahi sajadah. Dan Mencoba bertanya dalam heningnya istikharah.

“Dimana dia ya Allah….???? Seorang laki-laki yang telah kau janjikan untukku. Seorang laki-laki sebagai penyempurna agamaku, penjaga ketaatanku sekaligus penggenap langkah dakwahku….??????

Jika hati ini mencoba mengeja setiap rencana Allah. Tapi satu keyakinan yang akan terus membuatku tersenyum di tengah hati yang semakin lelah. Janji Allah mungkin tidak datang dengan “SEGERA”. Tapi akan selalu datang dengan “PASTI”. Seperti apa yang telah Allah janjikan dalam surat An-Nur : 26. Sekarang, aku memang tidak tahu siapa dirimu dan dimana keberadaanmu. Tapi aku yakin, kau akan dipertemukan Allah denganku saat masing-masing kita telah baik di mata Allah.

Jika aku menginginkan kau seorang yang baik dimata Allah, maka izinkanlah aku untuk selalu memperbaiki diriku dengan kebaikan sesuai ketentuan Allah.

Jika aku menginginkan kau memberikan cintamu hanya untukku, maka izinkan mulai sekarang aku menjaga hati dan cinta ini hanya untukmu.

Jika sekarang aku menginginkanmu menjaga akhlak dan pandanganmu untukku, maka, izinkanlah mulai sekarang aku menjaga akhlak dan pandanganku hanya untukmu.

Sehingga, ketika telah tiba waktunya bagi Allah untuk mempertemukan kita, indahnya cinta yang terbingkai dengan syurga pernikahan akan menjadi penggenap separoh dari agama ini.

Jika aku boleh jujur, penantian panjang ini layaknya malam yang semakin gelap dan pekat. Hanya cahaya iman dan sabar yang akan menjadi penerang. Tapi aku yakin, malam yang semakin gelap dan pekat itu, tidak akan berlangsung selamanya. Karena semakin waktu berangkat jauh membawa gelapnya malam, semakin dekat pula waktu menuju pagi dengan sambutan mentari yang cerah.

Ya… di saat pagi itulah Allah akan mempertemukan kita sesuai janji-Nya. Pagi yang cerah dengan sapaan mentari yang ramah. Bersama kidung cinta yang akan terus terlantun membawa nyanyian syurga yang Allah turunkan untuk kita. Gerbang pernikahan yang indah dengan hiasan bunga ridha dan restu dari Allah.

Insya Allah akhi…
Waktu itu pasti akan datang bersama izin dari Allah.

Entah kapan, aku sendiri juga belum tahu. Biarkan Allah yang merenda ini dengan indah. Antara harapan dan kenyataan, ada jarak dan waktu. Jarak itu bisa satu centimeter, bisa juga satu kilometer. Atau bahkan lebih. Waktu itu bisa satu hari atau bisa juga satu tahun. Atau bahkan lebih. Dan di dalam jarak dan waktu itulah, kita isi dengan kesabaran dan doa. Sabar bukan berarti diam. Sabar bukan berarti pasiv. Sabar bukan berarti hanya duduk menunggu. Tapi sabar adalah ekspresi usaha tanpa henti. Ayunan langkah kaki untuk terus berikhtiar meraih apa yang Allah janjikan. Jodoh memang mutlak kekuasaan Allah.

Jodoh memang ada di tangan Allah. Tapi, kalau kita tidak berusaha menjemputnya, akan terus di tangan Allah. Tidak akan pernah sampai di tangan kita. Biarkan aku mencoba menjemputmu dengan memperbaiki diri. Biarkan aku menantimu dengan memperbaiki iman. Biarkan aku menunggumu dengan terus melangkahkan kaki semampuku dalam usaha dan ikhtiar.

Akhi….
Di tengah lelahnya hati ini, izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang tak pernah surut. Meski kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap di hati. Aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan pada Allah. Karena, menyandarkan harapan pada manusia hanya akan menemui kekecewaan.

Biarkan penantian yang aku sendiri belum tahu kapan berakhirnya ini menjadi ladang ibadah yang disediakan Allah untukku. Dan orang2 yang sedang menanti sepertiku..Terus perbaiki diri akhi…Aku masih setia menantimu....

SEMOGA BERMANFAAT

Hak cipta adalah milik Allah SWT semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki.

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya.

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir..

The Story of a Stone Cutter


\

There was once a stone cutter who was dissatisfied with himself and with his position in life. One day he passed a wealthy merchant’s house. Through the open gateway, he saw many fine possessions and important visitors. “How powerful that merchant must be!” thought the stone cutter. He became very envious and wished that he could be like the merchant. To his great surprise, he suddenly became the merchant, enjoying more luxuries and power than he had ever imagined, but envied and detested by those less wealthy than himself. Soon a high official passed by, carried in a sedan chair, accompanied by attendants and escorted by soldiers beating gongs. Everyone, no matter how wealthy, had to bow low before the procession. “How powerful that official is!” he thought. “I wish that I could be a high official!”Then he became the high official, carried everywhere in his embroidered sedan chair, feared and hated by the people all around. It was a hot summer day, so the official felt very uncomfortable in the sticky sedan chair. He looked up at the sun. It shone proudly in the sky, unaffected by his presence. “How powerful the sun is!” he thought. “I wish that I could be the sun!”

Then he became the sun, shining fiercely down on everyone, scorching the fields, cursed by the farmers and labourers. But a huge black cloud moved between him and the earth, so that his light could no longer shine on everything below. “How powerful that storm cloud is!” he thought. “I wish that I could be a cloud!”

Then he became the cloud, flooding the fields and villages, shouted at by everyone. But soon he found that he was being pushed away by some great force, and realized that it was the wind. “How powerful it is!” he thought. “I wish that I could be the wind!”

Then he became the wind, blowing tiles off the roofs of houses, uprooting trees, feared and hated by all below him. But after a while, he ran up against something that would not move, no matter how forcefully he blew against it – a huge, towering rock. “How powerful that rock is!” he thought. “I wish that I could be a rock!”

Then he became the rock, more powerful than anything else on earth. But as he stood there, he heard the sound of a hammer pounding a chisel into the hard surface, and felt himself being changed. “What could be more powerful than I, the rock?” he thought.

Friday, March 29, 2013

Love and Friendship


One day, love and Friendship met.

Love asked, "Why do you exist when I already exist?"

Friendship smiled and said, "To put a SMILE where you leave tears".

Cute Story Mom and Kid


Kid : Mom I love You more then you love me

Mom : How can you prove this my son ?

Kid : Because you have 4 sons and I have only 1 mom

Wednesday, March 27, 2013

Tersenyumlah dengan Hatimu, dan kau akan mengetahui betapa dahsyat dampak yang ditimbulkan oleh senyummu

smilling

Kisah ini di kirim oleh Mahasiswa asal Indonesia yang bemukim di Jerman, demikian layak untuk dibaca dan direnungkan.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.


Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tersebut, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada disekitar kampus.


Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong. Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya, berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!


Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika saya menunduk, tanpa

sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu. Ia menyapa "Good day" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk
membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya.

Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba-tiba saja sudah sampai didepan counter. Ketika wanita muda di

counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona."

Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.


Tiba-tiba saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu-tamu lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.


Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.


Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas

punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam kearah saya, kini mata itu mulai basah berkaca-kaca dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."


Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya

yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak- isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu. Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.


Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata

"Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-anakku! "

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar-benar bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan. Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.


Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."


Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran, saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikkan tangannya kearah kami.


Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar-benar 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!


Saya kembali ke kampus, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada

yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan.

Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.


Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper.

"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."



***********

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara mencintai sesama dengan memanfaatkan sedikit harta-benda yang kita miliki, dan bukannya mencintai harta-benda yang bukan milik kita, dengan memanfaatkan sesama.

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang-orang terdekat anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya.

Kematian itu sebuah misteri, Jangan berspekulasi nanti bisa bertaubat


Alkisah ada dua orang adik kakak yang mempunyai perilaku yang sangat bertentangan. Kakaknya seringkali keluyuran tengah malam, masuk diskotik, minum minuman keras, sex bebas, dan melawan orang tuanya.

Sebaliknya, sang adik dikenal masyarakat sebagai seorang anak yang soleh, ahli masjid, dan lebih senang membaca Al-Quran.


Hingga suatu hari, di detik yang sama, tersirat lintasan pikiran dari mereka berdua. Sang kakak yang selama ini berkubang dalam kemaksiatan, penasaran ingin semalam saja mencoba untuk bertaubat, datang ke masjid untuk sholat dan membaca Al-Quran seperti adiknya yang soleh. Ada perasaan malu dalam hatinya, namun ia paksakan malam itu untuk ke masjid tempat dimana sang adik sering menghabiskan malamnya.


Sebaliknya, Sang adik yang selama ini selalu berada dalam kebaikan berdesir bisikan dalam hatinya, "Selama ini saya selalu berbuat baik, kalau sekali ini saja saya coba masuk diskotik dan menikmati indahnya dunia, Saya yakin Allah mengampuni dan tak ada seorangpun yang tahu." Akhirnya dengan tampilan wajah dan baju yang sedikit dipermak, dia datang malam itu ke sebuah diskotik dengan sedikit canggung.


Malam itu tepat pukul 22.00, Sang Kakak, mengambil air wudhu, memasuki masjid lalu mencoba untuk sholat yang selama ini jarang ia lakukan. Entah mengapa hatinya begitu tenang, perlahan matanya basah, iapun heran. Selama ini ia mencari ketenangan dan kebahagiaan dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan sex bebas, namun justru sholatlah yang membuat dirinya merasa menemukan kebahagiaan yang ia cari-cari selama ini. Malam pun menjadi saksi pertaubatannya.


Sementara di tempat lain, sang adik tepat di pukul 22.00 WIB sudah mulai mabuk, dan di sebelahnya ada wanita seksi yang bermesraan dengannnya.


Tepat pukul 24.00,

tanpa didiuga terjadi gempa yang merobohkan banyak bangunan di daerah tersebut. Tidak terkecuali diskotik dan masjid adik kakak tersebut. Keesokan harinya, betapa terkejutnya penduduk sekitar karena di diskotik ditemukan seorang pemuda yang tewas bersama wanita yang ia peluk. Yang mengherankan karena ternyata yang mati itu seorang pemuda yang dikenal soleh. Sebaliknya, lebih terkejut lagi, saat di reruntuhan masjid di temukan seorang pemuda dalam posisi sujud meninggal dunia terkena reruntuhan masjid. Yang tidak lain adalah kakaknya yang selama ini dikenal sebagai seorang pemuda yang bergelimang dosa.


*********************************************

Tidak ada yang tahu kapan, dimana dan seperti apa kita akan dicabut nyawa?


Tugas kita adalah memastikan setiap detik yang kita lalui 

Dalam rangka ketaatan dan mencari keridhoan Allah

Hati-hati dengan bisikan syaitan yang begitu halus

Mengajak kita menggadaikan hidayah walaupun sejenak
Demi kenikmatan yang fana di dunia ini

Seorang aktivis masjid yang mencoba pacaran,

Tidak ada yang menjamin ia berhasil lulus dari perbuatan zina.
Seorang muslimah jebolan pesantren mencoba berpakaian seksi
Tidak ada yang menjamin ia mendapat hidayah kembali
Karena yang paling mahal dalam hidup ini adalah hidayah
Maka sekali-kali, jangan pernah berpaling dari hidayah Allah

Semua mungkin terjadi,

Jangan berspekulasi nanti bisa bertaubat
Sekarang juga, sebelum terlambat bertaubatlah
Atau tetaplah istiqomah dengan ketaatan
Karena sekali lagi, kematian itu sebuah misteri

Saturday, March 16, 2013

45. Kisah Mengharukan Kasih Tak Sampai

"Dulu aku memang pernah bersalah kepadamu. Tapi aku sangat menyayangimu. Simpan surat ini baik-baik. Anggap saja semua tidak pernah terjadi."

lalu pria itu pergi meninggalkan pelaminan itu tanpa menoleh kebelakang. Semua keluh kesahnya sudah terlepas. Begitu pula orang yang dicintainya.

1 bulan sebelumnya 23-mey-2013.

Terjadi pertengkaran melalui telepon genggam. Robert mati-matian menjelaskan alasannya, kenapa dia tidak bisa menemui kekasihnya yang berada di indonesia. Ayu saat itu sedang berulang tahun yang ke 20 tahun. Tanpa pendamping seorang kekasih, rasanya ada yang hilang disaat
ulang tahunnya. Robert pun tidak mungkin meninggalkan kuliah kedokterannya di australia. Tapi dia tidak tega menolak permintaan kekasih tercinta. Benar- benar sebuah Dilema berat yang
mendera membuat Robert harus memilih satu keputusan.

Apalagi acara pesta ulang tahun Ayu yang ke 20 itu, sengaja dirayakan untuk sekalian meresmikan pertunangan mereka yang sudah lama direncanakan. Belum lagi saat itu, Robert sudah kehabisan dana keperluan kuliahnya yang dikirim dari orang tuanya. Maklum, namanya orang pacaran, pasti butuh sarana komunikasi yang juga memerlukan biaya. Akhirnya Robert terpaksa tinggal di australia.

3 hari lamanya Ayu tidak mengaktifkan telponnya. Ratusan SMS tidak satu pun dibalasnya. Sudah tentu isi smsnya berupa kata "maaf..maaf.. dan maaf.." yang di kirim kan oleh Robert
pacarnya. 5 hari berikutnya, Robert mendapat kiriman uang dari ortunya. Seperti biasa, sedikit uang itu dipake buat beli pulsa untuk menghubungi Ayu di indonesia sana. Walau pun hubungan mereka lebih sering berkomuni kasi di jejaring sosial, tapi rasanya tidak senikmat berkomunikasi dengan cara
telpon-telponan.

Kring..!!

Telpon pun diangkat. Baru saja Robert
berkata hallo, Ayu langsung menjawab
''kita putus'' dan di iringi dengan suara
tut...tut...tut....

Tentu saja Robert sangat kaget dan
rasa gelisah langsung menyerang
pikiran Robert. Hatinya tak tenang dan
GALAU pun menari-nari di benaknya
setelah mendengar keputusan dari
pacarnya.

Memang benar kata orang. Cinta itu
bikin mabuk kepayang. Apa pun akan
dilakukan untuk yang tersayang.
Tanpa pikir panjang, robert segera
pergi ke bandara. Dan terbang menuju
indonesia.

Pagi buta rumah kediaman Ayu pun  heboh dengan suara pintu yang di ketok-ketok, berbunyi tanpa henti. Robert memanggil-manggil Ayu. Tak menyangka di iringi rasa bahagia dan juga rindu, ternyata Robert langsung datang setelah Ayu minta putus. Namun rasa sakit hati Ayu terhadap
robert kian dalam. Dia sudah mengecewakan hatinya. Ayu berdiam diri membisu tak menjawab dari dalam rumahnya. Berjam-jam robert menunggu diluar, berjam-jam itu pula Ayu sembunyi didalam rumahnya tanpa adanya suara.

Harapannya bertemu kekasih tercinta terhalang pintu rumah sebagai
pembatas. Pengorbanannya sia-sia dan Robert pun kembali pergi menuju australia dengan hasil yang sangat tidak memuaskan.

1 bulan kemudian.
Ayu tidak bisa dihubungi lagi. Setiap kali robert menelponnya, setiap kali itu pula operator berkata bla.. bla.. bla.. Hingga terdengar kabar di dunia maya dari situs jejaring sosial. "Ayu akan segera menikah dengan seorang anak pengusaha"

hati Robert bergemuruh membaca laporan dinding jejaring sosial itu. Dia tidak rela. Emosinya pun seakan-akan langsung meledak. Akal sehat pun mulai tak terkontrol. Lagi-lagi robert memutuskan pulang kembali ke indonesia. Sesampainya di indonesia, robert langsung kerumah Ayu.

"oos...my...ghost...!!"
janur kuning tidak lagi lurus. Ayu
tengah bersanding duduk
dipelaminan. Sedangkan Robert,
duduk menangis didepan gerbang.

Sedang asyik menangis, ayah Ayu datang menghampiri robert. "kalau kamu mencintai anak saya,
lepaskan dia. Bebaskan dia dari fikiranmu. Karna itu akan membuat hidupnya bahagia bersama suaminya. Kini semuanya sudah terlambat. Yang harus kamu lakukan hanya itu. Maafkan
om.. Om tidak bisa mengubah semua ini. Lakukan perintah om.. Untuk orang yang kamu cintai. Bersikaplah ceria dihadapannya." begitulah nasehat dari ayah Ayu yang membuat Robert berhenti menangis. Robert berdiri. Dia berjalan menuju kepalaminan dengan hati yang tak menentu. Diatas pelaminan, Robert mengucapkan selamat untuk kedua mempelai dengan menyembunyikan isi hati sembil menyelipkan sepucuk surat kepada Ayu di saat bersalaman.

Robert pun kembali keaustrali dengan segala kekalahan. Oh tidak. Tapi dengan segala perjuangan. Dia bukan kalah. Cuma saja, dia telat bergelut dengan waktu.

Malam harinya. Disebuah stasiun TV swasta, dalam berita mengabarkan, "berita duka. Telah terjadi kecelakaan pesawat terbang boing 3315classic. Dengan nomer penerbangan 368 jurusan indonesia australia. Penyebab kecelakaan dikarenakan, pecahnya ban depan pesawat diketinggian 3000 kaki yang menyebabkan pesawat terbang oleng kekiri dan jatuh diwilayah tengah laut lingkar selatan sektor 23.985,00 dengan korban jiwa 50 orang tewas diantaranya ROBERT IRSHAM

Singkat cerita.
40 hari setelah kecelakaan pesawat
naas tersebut.
Ayu kembali teringat akan mendiang
Robert mantan pacarnya. Setelah
kepergian almarum Robert ke alam
baka, Ayu merasakan hari-harinya
begitu sepi. Meski pun dia sudah
bersuami, tapi tanpa Robert, hidupnya
serasa hampa. Ayu sangat merindukan
Robert. Rindu akan canda tawa dan
rayuan gombal ala Robert.
Ayu menghampiri komputernya untuk
membuka lagi kenangannya di jejaring
sosial bersama Robert dahulu. Semua
kiriman dinding dari Robert di jejaring
sosial membuat Ayu semakin rindu
kepada Robert. Komentar-komentar
dari Robert pun di baca ulang dan
membiat Ayu tertawa disertai derai air
mata kerinduan.

Iseng-iseng ayu membuka akun
dinding Robert dan mengetik sebuah
kata.

''engkau adalah kenangan terindah
yang pernah aku miliki. Aku sangat
merindukanmu. Apakah kamu bisa
merasakan itu..?'' Ayu pun makin
menangis.

''aku bisa merasakannya sayang..''

ASTAGA..!

Kirimannya dibalas. Dan itu dari
Robert.

''siapa kamu..? Bukankah kamu sudah
meninggal..?'' balas Ayu berkomentar
di sertai rasa kaget.

''yee.. Biasa aja kalee..! Mentang-
mentang aku sudah mati. Kan ada XL
hot rod 3G plus. Jaringannya kuat
meskipun di dalam kuburan. Jadi aku
tetep bisa onlen deh.'' balas Robert
dengan tulisan biru.

Hahahahahahahaha :D

=Eeitz.. Kalo udah baca, jangan lupa tinggalkan komentar n Vote nya.

Aku ingin menikah dengan cara sederhana

Aku ingin menikah dengan sederhana.

Bukan berlangsung di gedung mewah lalu di iringi gamelan, atau pakaian mengkilap.

Aku berharap dengan itu keluarga ku kelak tidak menjadi silau oleh kemewahan dunia.


Menikah dengan sederhana

Dengan undangan pernikahan yang ku design sendiri dan ku cetak sendiri.

Berlangsung di masjid dengan khitmat disaksikan orang-orang yang benar-benar tulus menerima kekuranganku.

Aku ingin beribdah dengan mudah bukan mempersulit.

Karena aku tak ingin disibukkan oleh ribetnya upacara adat.

atau aturan yang menurut agama tak semestinya wajib ada.

Sebab aku berharap agamalah yang memandu perjalanan kita.



Walimatul ‘ursy nantinya hanya dilangsungkan di rumah saja


Menunya mungkin tak istimewa.

Cukup mengundang anak yatim piatu,kerabat terdekat dan sahabat yang melekat.

Namun dengan itu ku harap kita masih bisa mendengar adzan dan shalat pada waktunya.

Harapanku nantinya kita selalu mendengar adzan dalam setiap kesibukan rumah-tangga kita.

Sehingga aku bediri didepanmu, membimbing sholat berjamaah disetiap waktu kita.

Bermunajat bersama disepertiga malam-malam.


Aku ingin menikah dengan sederhana.

Juga menikahi wanita yang sederhana saja.

Meminta Mahar sederhana dan memudahkan usahaku untuk menjadi bagian dari hidupnya.

Tak memusingkan masalah makan dan tempat tinggal.

Karena selama bersamaku tak akan ku biarkan lambungnya perih menahan lapar atau raganya menggigil oleh terpaan dingin,, aku janji..



harapanku, aku bisa menikah dengan cara sederhana

mencoba mendobrak kebiasaan dan tradisi yang mempersulit pernikahan

Bahwa inti pernikahan bukanlah prestise yang harus ditunjukkan pada tamu-tamu bangswan dan kaya

Bukan pula menilai sebuah kemegahan pernikahan sebagai ukuran kebahagiaan.

Bukan karena aku meremehkanmu duhai calon istriku,,

Bukan pula karena aku tak mau berusaha membiayai pernikahanku.




Namun aku hanya pria sederhana.

Bekerja setiap hari agar dapat menghidupi ibu dan bapakku.

Bekerja agar aku bisa berbagi dengan orang-orang yang tak seberuntung aku.

Maka tak pernah ku bermimpi meminta ALLAH menitipkan bidadari sempurna untukku.

semoga aku menemukan wanita dengan keluarga yang luarbiasa itu.

yang mempercayakan buah hatinya sebagai ma’mumku.

Yang akan ku jaga dan cintai ia dengan segenap jiwa.

Ku muliakan ia semulia-mulianya.




Dan Aku berharap, jika kelak aku dan istriku tercinta telah tiada

semoga ALLAH menghisab kami dengan cara sederhana

Dan kami berjumpa bersama,berkumpul kembali di syurga




illahirabbi ALLAH.


by duta

Friday, March 15, 2013

44. Cerita Mengharukan Sebuah Do'a Untuk Kekasih

Cerita malam minggu sobat :)
happy weekend sahabat FPCM

Oleh Nurucian Setyowati

Langit sore itu begitu indah, berwarna jingga dan sepasang burung pun menari indah di langit. Namun hati ku masih terasa risau karna Rino belum juga membalas SMS ku. Rino memang bukan lah kekasih ku tapi juga bukan teman atau sahabat ku. Aku dan Rino menjalani hubungan tanpa status semenjak kita putus pada tanggal 27 November 2011 lalu. Tapi aku dan Rino saling mencintai dan menyayangi layaknya sepasang kekasih.

Belakangan ini hubungan ku dan dia memang agak merenggang dikarnakan ia cemburu pada sepupu ku dan karna sikap ku yang tak ingin berkomitmen dengan hubungan kami. Dan yang aku tahu dia pun sedang dekat dengan seorang murid SMP negri yang ada di Depok yang bernama Shifa.

Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam tapi tidak ada SMS darinya sama sekali. Aku masih menanti balasan darinya. Aku berfikir mungkin ia sudah memiliki kekasih baru sehingga ia enggan membalas SMS ku. Dan pada pukul setengah delapan malam ia akhirnya membalas sms ku dengan jawaban seperti ini:
“Sayang, maaf baru bales. Tadi aku lagi sibuk. Sayang kamu lagi apa? Hehe yang aku sayang banget sama kamu. Sayang aku mohon yah kamu jangan tinggalin aku lagi. Jangan berpaling lagi yah dari aku, walau aku suka ngeselin. Hehe ”

Perasaan ku pun sedikit lega saat membaca SMS dari Rino. Mataku pun seakan mulai terasa begitu berat. Akhirnya aku pun tertidur. Dan saat aku tertidur aku bermimpi bahwa ternyata Rino dan Shifa telah berpacaran semenjak tanggal 5 Januari kemarin. Aku pun terbangun dari tidur ku dan aku pun menangis karna merasa takut kehilangan Rino dan mimpi itu jadi kenyataan.

Pada saat aku ingin sarapan pagi aku membaca SMS dari Rino yang ingin mengubah status berhubungannya di facebook. Karna semenjak saat kami putus kami belum mengganti status berhubungan kami menjadi lajang. Tapi ternyata setelah ku lihat di facebook ternyata setatus hubungannya bukanlah berubah menjadi lajang tetapi berubah menjadi berpacaran dengan Shifa. Aku pun tak dapat berkata apa- apa, dada ku terasa sangat sesak, air mata ku pun berderai. Betapa tidak, ia berkata pada ku bahwa ia tak ingin aku berpaling darinya. Tapi apa yang ia lakukan pada ku, ia malah berpaling dari ku. Hari itu kini menjadi hari yang tak kan terlupakan selama hidup ku, tanggal 7 Januari 2012. Aku pun hilang arah saat itu. Aku tak bisa menahan kesedihan ku, bagai teriris sembilu hati ini. Mengapa mimpiku harus menjadi kenyataan, aku tahu aku salah, tapi mengapa ia tak pernah mengatakan apa yang ia inginkan padaku hingga ia tak perlu meninggalkan ku. Hari itu aku menjadi tak karuan apa lagi saat itu kesehatan ku sedang kurang baik.

Aku begitu tak kuasa menerima kenyataan yang terjadi, orang yang paling ku sayangi dan kucintai tega berbuat seperti ini, di saat aku mencoba memperbaiki keadaan. Aku tak pernah sedikit pun membagi cinta ku untuknya, walau aku pernah mendua demi apapun itu semua bukan karna aku mencintai orang itu tapi karna aku ingin membuat orang itu bisa menjadi kekasih sahabat ku. Namun kini yang kurasakan hanyalah pedih di hati. Semua ucapanya yang bagai angin surga hanyalah semu.

Aku termenung di depan jendela kamar ku sore itu, berulang kali ku lihat handphone ku tapi tak ada SMS satupun dari Rino. Ku lihat sepasang burung yang biasa terbang bersama kini hanya sendiri di atas atap rumah tetangga ku. Sore yang awalnya cerah pun kini berganti menjadi badai. Dan aku pun hanya terdiam di sudut kamar ku. Tak ada lagi kini orang yang memperdulikan ku. Hanya suara rintik hujan dan denting jam yang menemani ku.

Malam ini adalah malam bulan purnama, bintang pun berkeling indah, seakan menghibur ku dan mengajak ku tersenyum dan melupakan semua kesedihan ku. Tapi keindahan malam itu tak sama sekali mengubah kekacauan hati ku. Aku bagai orang yang kehilangan akal sehatku, terkadang aku tersenyum- senyum sendiri ketika membayangkan saat aku dan Rino masih bersama, tapi aku bisa menangis hingga terisak- isak ketika aku menyadari keadaan ku sekarang. Malam itu aku mengenakan pakaian terbaik ku, dan aku berhias diri di depan cermin, aku merias diri ku dengan sangat anggun layaknya sang putri yang ingin pergi kepesta dansa bersama sang pangeran di malam yang indah. Saat ku melihat ke cermin aku melihat Rino berdiri di belakang ku. Aku pun berdiri dan menatapnya.
“Sayang,” Kataku pada Rino. Dan Rino pun tersenyum dengan indahnya.
“Kamu di sini yang? Yang, bagaimana dengan penampilan ku, aku cantik tidak?” tanya ku padanya dengan penuh haru.
“Iya sayang kamu cantik sekali?” katanya padaku dengan lembut.

Aku pun bahagia sekali mendenganrnya. Mata ku pun bekaca- kaca menatap wajahnya yang indah dan rupawan. Ketika aku hendak memeluknya tiba-tiba ia hilang bagai asap yang di hembus angin. Dan aku pun tersadar bahwa semua itu hanya halusinasi ku, semua itu tak mungkin menjadi kenyataan, dan kini yang tersisa hanya kesedihan, dan penyesalan serta kekecewaan ku saja. Jangankan iya datang menghampiri ku, smsku pun tak sama sekali di respon olehnya. Taukah ia disana disini kuterluka karna sikapnya. Rasanya aku terjatuh dan tak dapat bangkit kembali. Aku pun membenamkan wajah ku di bantal dan aku pun tertidur dalam tangis ku. Terkadang sekilas terlintas di dalam fikiranku bahwa aku harus membencinya karna ia telah menyakitiku. Tapi apadaya diriku tak mampu untuk membencinya.

Sinar sang surya pun masuk melalui celah- celah tirai kamar ku dan menyambut ku pagi itu. Rino yang biasa menyapa setiap pagi ku lewat sms kini telah tak perduli lagi pada ku. Dan aku pun mulai sadar bahwa aku tak boleh terlarut dalam kesedihan ku. Walau perih terasa aku harus belajar melepaskannya. Di dalam tangis ku aku berdoa pada Tuhan, ya Tuhan jika berkenan ku meminta aku berharap semoga Rino bisa lebih bahagia dengan kekasihnya yang baru, dan ampuni hamba mu ini yang begitu berdosa, aku merindukan sesuatu yang bukan milik ku, tapi ya Tuhan, jika iya memang jodoh ku kembalikan ia dalam peluk ku dalam cinta yang sempurna, namun jika ia bukan jodoh ku bantu aku melupakannya, bantu aku ya Tuhan untuk mengikhlaskanya, pertemukan dan jodohkan aku dengan orang yang bisa membahagiakan ku dan menjadi yang terbaik untuk ku dan tak akan lagi menyakiti ku.

....●SEKIAN●....

Semoga bisa mengambil hikmahnya, LIKE BAGIKAN :)

Thursday, March 14, 2013

43. Kisah Mengharukan Kekasihku Daniel

Hallo sahabat FP CM maaf gak update lama nie :D. Nie permintaan dari saudara FPCM yang ingin lihat posting cerita baru (@enrique eglesess....)

( Kisah Kekasihku Daniel adalah sebuah kisah tersedih yang diangkat dari kisah nyata cinta Angel terhadap Daniel, kisah ini menjadi cerita online terpopuler yang dibaca lebih dari 150.000 orang di kompasiana, kaskus.

dan , facebook.twitter,blogdetik. Kekasihku Daniel berkisah tentang seorang cowok bernama Daniel yang mencintai Angel dan melakukan apapun untuk Angel dalam hidupnya, sayangnya Angel hanya melihat Daniel sebagai sahabat disaat dia sedih hingga akhirnya merasa takut ketika Daniel mengutarakan cinta kepadanya. Disaat adik Angel krisis, Daniel menjadi pahlawan mendonorkan darahnya hingga tak sadar membuat dirinya sendiri mengalami kecelakaan hebat, Angel yang tidak pernah tau Daniel adalah donor adiknya, tidak pernah tau Daniel telah sekarat, bahkan ketika tau Daniel adalah donor adiknya hatinya tidak tergerak dan peduli, hingga akhirnya daniel benar-benar menghilang dalam hidupnya, ia baru menyesal. Daniel adalah sahabat yang hadir dalam hidupnya sebagai kisah terindah dan tak pernah berharap cinta tulus selain persahabatan abadi. ketika sadar angel tidak mungkin jadi miliknya. Angel menyesal banget ketika ditinggalkan dan terlambat, Daniel menghilang untuk selamanya.

satu hal yang sulit kulupakan tentang kamu adalah
saat kau hadir dalam hidupku untuk ada
satu hal yang sulit kulepaskan tentang kamu adalah
saat kau berkorban untuk hidupku untuk ada
satu hal yang tak mungkin kuhapuskan tentang kamu adalah
saat kau menerima bunga ini sebagai perpisahan kita.
aku tau, sulit bagimu untuk membagi hatimu.
aku tau, aku hanya datang disaat kamu bimbang
aku tau, aku hanya ada bagimu saat kau butuhkan
tapi aku tidak pernah merasa menyesal
karena cintamu
tapi aku tidak pernah merasa kecewa
karena harus berpisah
aku hanya sulit melupakan dirimu,
bukan cintamu.
karena dengan dirimu lah aku merasa bahagia.
kekasihku daniel
saat terindah dalam hidupku adalah bersamamu
saat tersedih dalam hidupku adalah kehilanganmu
andai kelak kau kembali lagi padaku
aku tau saat itulah aku telah mengerti tentang kamu sepenuhnya.
andai kelak kau kembali lagi padaku
berjanjilah hatimu telah penuh dengan keinginan
untuk kebahagiaan kita selamanya
walau di dunia selanjutnya yang mempertemukan kita
agnes davonar

Begitu banyak bagian dari kita yang indah hingga aku tak sadar kisahmu telah melahirkan sejuta air mata dan inspirasi dalam hidup sebagian orang. Daneil, mungkin sulit bagiku untuk melupakan kamu. Tapi berpisah denganmu adalah hal yang terbaik dibelikan Tuhan untuk kita.
Kau tau, saat aku harus memberikan bunga ini kepadamu. Ada satu hal yang tak ingin aku lupakan saat itu, “ Kalau bunga ini kuberikan sebagai ungkapan terima kasih telah hadir dalam hidupku”
Kau tau, saat kau bimbang untuk memberikan isi hatimu padaku. Aku hanya bisa mengetuk pintu hatimu untuk tidak melepaskan aku, tapi aku sulit dan merasa telah memberikan hal buruk dalam hidupmu.

Daniel, aku tau kau mungkin kini telah lupa akan segala yang pernah ada dalam hidup kita.
Daniel, aku tau kau mungkin kini, telah bahagia dengan Tuhan disampingmu bersama jiwa lain yang telah kau pilih.

Tak ada yang lebih membahagiakan ketika kisahmu berhasil membuat ribuan air mata mengenangmu untuk sebagai pria yang indah bagi setiap orang yang membacanya.
Daniel semoga saja, kau bisa kembali dalam hidupku.
Karena aku sungguh ingin kau tau.

Aku sangat mencintaimu walau itu belum sempat kukatakan padamu.
Semoga puisi ini menjadi hal terindah yang bisa kusimpan dalam hatiku untukmu.

Semoga menghibur dan bermanfaat :) LIKE BAGIKAN 

Wednesday, March 13, 2013

42. Kisah Mengharukan Seorang Wanita Menjual Keperawanannya

Seorang Wanita berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima, berjalan perlahan dengan kepala tertunduk, setetika pula ada sosok yang datang menghampirinya.

Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya: '' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? " '' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain. '' Lantas untuk apa anda duduk di sini?" '' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam.. '' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.'' '' Maksud, bapak? " '' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini '' '' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual '' Kata wanita itu dengan suara lambat. '' Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? '' Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual.

Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur. '' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. '' '' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu. Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan. '' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya. Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu. Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini.

Di tempat inilah deal berlangsung. '' Apakah anda serius? '' '' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas. '' Berapa tarif yang anda minta? '' '' Setinggi-tingginya. ." '' Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu. '' Saya masih perawan '' '' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya '' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?'' '' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan?'' '' Kalau tidak terbukti? " '' Tidak usah bayar ...'' '' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan. '' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. '' '' Cobalah. '' '' Berapa tarif yang diminta? '' '' Setinggi-tingginya. '' '' Berapa? '' '' Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? '' '' Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. '' Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.

Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah. '' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?'' '' Tidak adakah yang lebih tinggi? '' '' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan. '' Saya ingin yang lebih tinggi...'' '' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu. Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri. '' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana?'' '' Tidak adakah yang lebih tinggi?'' '' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh... '' '' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat. '' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal. Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua. '' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan. Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu ... '' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu. '' Setinggi-tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas. '' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam. '' Rp.. 6 juta, tuan '' '' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. '' Wanita itu terdiam. Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu. '' Bagaimana? '' tanya pria itu. ''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu. Petugas satpam itu tersenyum kecut. '' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras. '' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? '' '' Tentu! '' '' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... '' '' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...'' Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.

Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya. '' Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. '' Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya. '' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara. Wajah pria itu nampak masam seketika '' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! '' Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita. Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu. Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? '' Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya. '' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.

Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini. "Dia masih perawan..'' Pria itu mendekati petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. '' Benarkah itu? '' '' Benar, pak. '' '' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... '' '' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.'' '' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas. Pria itu menyalami hangat wanita itu. '' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ....'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal. '' Mari kita bicara di kamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu. Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya. Di dalam kamar ... '' Beritahu berapa harga yang kamu minta? '' '' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit '' '' Maksud kamu? '' '' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih .... '' '' Hanya itu ...'' '' Ya ...! '' Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanita ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat. '' Siapa nama kamu? '' '' Itu tidak penting.

Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata wanita itu '' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. '' ''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! '' '' Ada ! " Kata pria itu seketika. '' Sebutkan! '' '' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya. '' Saya tidak mengerti ...'' '' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...'' '' Dan, apakah bapak ikhlas...? '' '' Apakah uang itu kurang? '' '' Lebih dari cukup, pak ... '' '' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? '' '' Silahkan ...'' '' Mengapa kamu begitu beraninya ... '' '' Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ... Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh`...

Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... '' '' Keyakinan apa? '' '' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita ... '' Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar. Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata: '' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... '' '' Kesadaran... '' ... Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya. '' Kamu sudah pulang, nak '' '' Ya, bu ... '' '' Kemana saja kamu, nak ... ???'' '' Menjual sesuatu, bu ... '' '' Apa yang kamu jual?'' Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum ... Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini.

Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan .... '' Kini saatnya ibu untuk berobat ... '' Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: '' Tuhan telah membeli yang saya jual... ''. Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi: ''Antar kami ke rumah sakit"

Semoga bisa mengambil hikmahnya LIKE BAGIKAN :)