Friday, May 6, 2011

Ah Long, Boy from Heaven ( Sebuah Kisah Bocah 6 Tahun Yang Menjalani Kehidupannya Sendiri)

Subhanallah.......ketika googling dan buka k*skus....ku temuan cerita tentang Ah long ini. Sungguh sebuah kisah yang mengagumkan dari seorang bocah 6 tahun, yang hidup mandiri dan menjalani kehidupannya sehari-hari sendiri.Bocah ini telah mengajarkan kepada kita sebuah kemandirian, bahkan ia telah dewasa dimasa belianya. Dan ia mengajarkan kepada kita, ketika orang lain mengucilkan kita, menolak kehadiran dan keberadaan kita, maka 'life must Go on" hidup harus berlanjut, tidak patah karena penolakan,hinaan dan pengucilan.Berikut penggalan kisah hidupnya:

Mungkin ada yang pernah nonton film ” I am The Legend” , film yang dibintangi Will Smith itu bercerita tentang seorang manusia yang hidup sendiri di dunia dengan ditemani sahabat sejatinya seekor Anjing. kurang lebih hal itu sama dengan dirasakan oleh bocah kecil bernama Ah Long yang hidup sendiri diprovinsi Guangxi, China……bayangkan seorang Bocah!!!!

Namanya Ah Long , umurnya baru 6 tahun , kedua orang tuanya telah meninggal dikarenakan mengidap penyakit AIDS. Orang orang disekitarnya mengucilkannya karena Ah Long  dilahirkan dengan virus HIV yang mengalir di darahnya.

Ah Long harus menjaga dirinya sendiri karena kebanyakan orang takut untuk mendekat, Satu-satunya sahabat sejatinya adalah anjingnya yang selalu setia menemani disampingnya.

Karena Penyakitnya orang orang disekitarnya tidak menghiraukannya. Sekolah tidak mau menerimanya, bahkan para orang tua murid sepakat akan mencelakainya apabila Ah long muncul kesekolah dan bermain dengan anak anaknya. Bahkan Dokter pun enggan mengobatinya apabila Ah long Kecil sakit.
Satu satunya saudara yang dimiliki Ah long adalah neneknya yang berumur 84 Tahun yang enggan untuk tinggal bersama cucunya.

Ah Long, yang telah tinggal sendirian sejak ibu dan ayahnya meninggal karena AIDS pada tahun 2008 dan 2010 kini dirawat di sebuah rumah amal untuk sementara waktu. Sebelum diperhatikan, anak kecil ini memasak, mencuci, dan belajar sendiri, dan ia juga memelihara beberapa ekor ayam. Berikut gambar-gambar tentang kehidupan keseharian Ah Long:

* Ini adalah foto tempat tinggalnya sehari-hari
Rumah tipe RSSS ( Rumah Sangat Sederhana Sekali)*




* Menanam Sayur di sekitar Rumah*
* Memasak makanan Sendiri*
* Merenung Sejenak*
* Mengambil air untuk persiapan memasak*
* Bahkan  aktivitas belajarpun ia lakukan sendiri tanpa bantaun orang lain*
*Mandi Sendiri*

Karena kondisinya, ia ditolak oleh sekolah dasar terdekat dan sebagian besar orang, termasuk teman-temannya menjauhkan diri darinya. Dan dokter tidak ingin mengobati luka-lukanya dan neneknya satu-satunya anggota keluarganya menolak untuk tinggal bersamanya. Bahkan Departemen Kesejahteraan setempat menolak untuk merawat anak itu. Yang menjadi pendampingnya hanyalah seekor anjing yang bernama Lao Hei.
*Sahabat setia dan satu-satunya*
*Sahabat setia yang tidak pernah mengucilkannya*
*Ah Long membawa kayubakar, menuruni jalan setapak di lereng bukit dekat rumahnya*
* Ah Long Ketika sedang Bermain Sendirian*



Parahnya, Ah Long menerima tunjangan subsistensi bulanan dari biro sipil sebesar 70 yuan (sekitar 90 ribu rupiah), yang tentu saja tidak cukup baginya.
Sejak cerita Ah Long disorot oleh media, anak itu telah menerima perhatian yang luar biasa dari masyarakat maupun pemerintah di Cina. Awal bulan Desember 2010 lalu, rumah amal di kota Liuzhou, di mana anak itu tinggal di desa kaki bukit dari Gunung Malu, setuju untuk merawatnya. Pemerintah setempat juga akan memberikan biaya hidup sebesar 1.200 yuan (sekitar 1,5 juta rupiah) setiap tahunnya pada Ah Long dan neneknya. 
Netizen yang peduli juga menyumbang 24.000 yuan (sekitar 30 juta rupiah)untuk membangun rumah baru untuk Ah Long. Salah satu dari mereka, Zhang Fei, yang mengawasi konstruksi, mengatakan bahwa rumah baru ini memiliki luas sekitar 60 meter persegi. Rumah ini memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan toilet. 
Rumah baru (kiri) untuk Ah Long dibangun di sebelah rumah lama (kanan)
Sekarang, ketika Ah Long telah 'mengungsi' ke rumah amal, nasib rumah lamanya tidak diketahui. Tetapi kita gembira untuk mengetahui bahwa penderitaan Ah Long sebagai orang buangan yatim piatu dan orang yang dikucilkan masyarakat akhirnya akan segera berakhir. Sebuah esok yang lebih baik telah menanti!
Renungan:
Masih tidak bersyukurkah kita dengan apa yang kita miliki sekarang , bersyukurlah masih memiliki keluarga , bersyukurlah masih mempunyai teman , bersyukurlah dan bersyukurlah..
Sumber:
* Life's So Beautiful: The Sad Plight of Ah Long, dengan terjemahan dan perubahan
*  Kaskus
*  Blogspot
*  Om Google