Showing posts with label Inspiring Childs. Show all posts
Showing posts with label Inspiring Childs. Show all posts

Thursday, October 20, 2011

Zhang Da Bocah Yang Luar Biasa!!

Islamedia - Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.


Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.

Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.

Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.

Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.

Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,

"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah?

Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir.

Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu."

Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,

"Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!"

Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?

Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.

Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.


Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.

Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya. [inspirasiduniakita]
 
Sumber:islamedia.web.id

Friday, May 6, 2011

Ah Long, Boy from Heaven ( Sebuah Kisah Bocah 6 Tahun Yang Menjalani Kehidupannya Sendiri)

Subhanallah.......ketika googling dan buka k*skus....ku temuan cerita tentang Ah long ini. Sungguh sebuah kisah yang mengagumkan dari seorang bocah 6 tahun, yang hidup mandiri dan menjalani kehidupannya sehari-hari sendiri.Bocah ini telah mengajarkan kepada kita sebuah kemandirian, bahkan ia telah dewasa dimasa belianya. Dan ia mengajarkan kepada kita, ketika orang lain mengucilkan kita, menolak kehadiran dan keberadaan kita, maka 'life must Go on" hidup harus berlanjut, tidak patah karena penolakan,hinaan dan pengucilan.Berikut penggalan kisah hidupnya:

Mungkin ada yang pernah nonton film ” I am The Legend” , film yang dibintangi Will Smith itu bercerita tentang seorang manusia yang hidup sendiri di dunia dengan ditemani sahabat sejatinya seekor Anjing. kurang lebih hal itu sama dengan dirasakan oleh bocah kecil bernama Ah Long yang hidup sendiri diprovinsi Guangxi, China……bayangkan seorang Bocah!!!!

Namanya Ah Long , umurnya baru 6 tahun , kedua orang tuanya telah meninggal dikarenakan mengidap penyakit AIDS. Orang orang disekitarnya mengucilkannya karena Ah Long  dilahirkan dengan virus HIV yang mengalir di darahnya.

Ah Long harus menjaga dirinya sendiri karena kebanyakan orang takut untuk mendekat, Satu-satunya sahabat sejatinya adalah anjingnya yang selalu setia menemani disampingnya.

Karena Penyakitnya orang orang disekitarnya tidak menghiraukannya. Sekolah tidak mau menerimanya, bahkan para orang tua murid sepakat akan mencelakainya apabila Ah long muncul kesekolah dan bermain dengan anak anaknya. Bahkan Dokter pun enggan mengobatinya apabila Ah long Kecil sakit.
Satu satunya saudara yang dimiliki Ah long adalah neneknya yang berumur 84 Tahun yang enggan untuk tinggal bersama cucunya.

Ah Long, yang telah tinggal sendirian sejak ibu dan ayahnya meninggal karena AIDS pada tahun 2008 dan 2010 kini dirawat di sebuah rumah amal untuk sementara waktu. Sebelum diperhatikan, anak kecil ini memasak, mencuci, dan belajar sendiri, dan ia juga memelihara beberapa ekor ayam. Berikut gambar-gambar tentang kehidupan keseharian Ah Long:

* Ini adalah foto tempat tinggalnya sehari-hari
Rumah tipe RSSS ( Rumah Sangat Sederhana Sekali)*




* Menanam Sayur di sekitar Rumah*
* Memasak makanan Sendiri*
* Merenung Sejenak*
* Mengambil air untuk persiapan memasak*
* Bahkan  aktivitas belajarpun ia lakukan sendiri tanpa bantaun orang lain*
*Mandi Sendiri*

Karena kondisinya, ia ditolak oleh sekolah dasar terdekat dan sebagian besar orang, termasuk teman-temannya menjauhkan diri darinya. Dan dokter tidak ingin mengobati luka-lukanya dan neneknya satu-satunya anggota keluarganya menolak untuk tinggal bersamanya. Bahkan Departemen Kesejahteraan setempat menolak untuk merawat anak itu. Yang menjadi pendampingnya hanyalah seekor anjing yang bernama Lao Hei.
*Sahabat setia dan satu-satunya*
*Sahabat setia yang tidak pernah mengucilkannya*
*Ah Long membawa kayubakar, menuruni jalan setapak di lereng bukit dekat rumahnya*
* Ah Long Ketika sedang Bermain Sendirian*



Parahnya, Ah Long menerima tunjangan subsistensi bulanan dari biro sipil sebesar 70 yuan (sekitar 90 ribu rupiah), yang tentu saja tidak cukup baginya.
Sejak cerita Ah Long disorot oleh media, anak itu telah menerima perhatian yang luar biasa dari masyarakat maupun pemerintah di Cina. Awal bulan Desember 2010 lalu, rumah amal di kota Liuzhou, di mana anak itu tinggal di desa kaki bukit dari Gunung Malu, setuju untuk merawatnya. Pemerintah setempat juga akan memberikan biaya hidup sebesar 1.200 yuan (sekitar 1,5 juta rupiah) setiap tahunnya pada Ah Long dan neneknya. 
Netizen yang peduli juga menyumbang 24.000 yuan (sekitar 30 juta rupiah)untuk membangun rumah baru untuk Ah Long. Salah satu dari mereka, Zhang Fei, yang mengawasi konstruksi, mengatakan bahwa rumah baru ini memiliki luas sekitar 60 meter persegi. Rumah ini memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan toilet. 
Rumah baru (kiri) untuk Ah Long dibangun di sebelah rumah lama (kanan)
Sekarang, ketika Ah Long telah 'mengungsi' ke rumah amal, nasib rumah lamanya tidak diketahui. Tetapi kita gembira untuk mengetahui bahwa penderitaan Ah Long sebagai orang buangan yatim piatu dan orang yang dikucilkan masyarakat akhirnya akan segera berakhir. Sebuah esok yang lebih baik telah menanti!
Renungan:
Masih tidak bersyukurkah kita dengan apa yang kita miliki sekarang , bersyukurlah masih memiliki keluarga , bersyukurlah masih mempunyai teman , bersyukurlah dan bersyukurlah..
Sumber:
* Life's So Beautiful: The Sad Plight of Ah Long, dengan terjemahan dan perubahan
*  Kaskus
*  Blogspot
*  Om Google

Monday, April 18, 2011

Sam Pointon, umur 6 tahun jadi direktur

"Tidak ada hal yang tidak mungkin, jika kita berani dan sungguh-sungguh berusaha untuk mewujudkannya".

yapp...!! Mari kita menymak kisah Sam Pointon, bocah laki-laki berumur 6 tahun dari Kota York, Inggris. Ia bisa menjadi direktur di National Railway Museum (NRM).


Kejadian ini bermula beberapa tahun lalu (Juli 2009), saat Direktur NRM Andrew Scoot menginjak masa pensiunnya. Dengan cepat, NRM memberitakan hal ini sekaligus memasang iklan lowongan pekerjaan di surat kabar setempat. Mereka mencari orang yang bisa menggantikan posisi Andrew.

Nah, berita dan lowongan pekerjaan ini terbaca oleh ayah Sam, Robin Pointon (46 tahun). Ia segera mengabari hal ini kepada istrinya, Lorraine. Kemudian, menyadari bahwa putra mereka merupakan penggila kereta api, keduanya menunjukkan iklan itu padanya, sambil sedikit menggoda.

“Wah Sam, pasti deh, inilah pekerjaan impianmu!” demikian tutur sang ibu.

Tak disangka, Sam menanggapinya dengan amat serius. Ia langsung menginginkan pekerjaan ini dan segera melayangkan surat lamaran pekerjaan kepada pimpinan NRM.

Tentu saja, pihak NRM sangat terkejut menerima surat lamaran dari Sam ini. Namun mereka begitu terkesan pada keberanian dan kesungguhan Sam. Maka, sang bocah diundang untuk datang dan diberi tahu bahwa ia diberi kesempatan ‘bekerja’ di sana, sebagai “Director of Fun” (Direktur Penggembira). Tanggung jawab Sam adalah mengumpulkan aneka ide, agar anak-anak sepertinya tertarik mengunjungi NRM.

Sam ‘bekerja’ dengan baik. Salah satu idenya, yakni membuat model kereta api sebagai arena bermain anak-anak, sudah terlaksana dengan sukses. Sebagai bentuk penghargaan, Sam bersama dua kakak perempuannya dan dua orangtuanya diberi hadiah paket wisata khusus oleh NRM. Wah, betapa senang dan bangganya keluarga Pointon!

“Wah, saya senang sekali bisa kerja di sini, soalnya saya benar-benar suka kereta api. Saya datang ke museum (NRM) tiga kali seminggu, setelah sekolah. Senang deh bisa lihat kereta api bergerak,” ujar Sam, kepada para tamu dan wartawan yang menemuinya. “Kereta favorit saya pastinya Eurostar, yang bisa membawa kita pergi ke Perancis dengan sangat cepat! Saya juga suka banget lho, sama kereta uap!”

Berikut Surat Lampiran dari Sam Pointon


Terjemahannya :
“Kepada Yth. Mr Tucker,
Saya menulis surat ini untuk melamar pekerjaan sebagai direktur baru National Railway Museum. Umur saya memang baru 6 tahun. Tapi rasanya saya bisa melakukan pekerjaan ini.
Saya punya jalur kereta api listrik mainan. Saya juga bisa mengontrol dua kereta api dalam satu waktu.
Saya sudah menaiki banyak kereta api, termasuk Eurostar, juga beberapa kereta di Perancis.
Oh ya, saya juga sudah pernah datang ke NRM. Saya benar-benar suka melihat kereta yang bergerak berputar.
Saya menyertakan foto juga, di surat ini.
Saya harap, saya dapat bertemu dengan Bapak dan melakukan wawancara.
Dari:
Sam Pointon.”

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6805682

Sunday, April 10, 2011

Kisah Xinyi: seorang Balita 3 tahun Ini Dengan Telaten Rawat Ayahnya Yang Lumpuh


Besar nian cobaan bagi pria ini, setelah dirinya lumpuh karena kecelakaan tak lama berselang sang istripun pergi begitu saja meninggalkannya entah kemana. Namun dia masih memiliki mutiara tak ternilai yaitu karunia dari sang Maha Pengasih seorang anak balita usia 3 tahun yang dengan telaten mendampingi dan merawatnya, sungguh sebuah kisah tak ternilai dari seorang anak seusianya.

                
Bersiap-siap mengambil air untuk mandi sang ayah

 














Membawa air untuk membersihakn badan sang ayah





Mengambil handuk untuk keringkan tubuh sang ayah setelah mandi








Seorang balita perempuan yang baru berusia tiga tahun menjadi tumpuan hidup sang ayah setelah ia mengalami kecelakaan dan tak bisa lagi berjalan. Seperti dilansir China News, Senin (20/12/2010), balita bernama Dong Xinyi merawat sang ayah, Dong Jian (26) dan juga membersihkan kotorannya








Persiapkan kompor listrik untuk masak makanan





Memasak makanan buat sang ayah









Xinyi lahir di sebuah keluarga petani di Kota Huanghia di Provinsi Shandong, China, tahun 2007. Beberapa bulan kemudian, sang ibu meninggalkan rumah dan membawa Xinyi setelah Dong Jian mengalami lumpuh akibat kecelakaan. Namun, awal tahun ini, sang ibu mengirimkan Xinyi kembali ke sang ayah. Tidak diketahui mengapa ia melakukan hal itu. Hanya saja, sejak saat itu ia kemudian merawat sang ayah.

“Ia segalanya bagi saya. Setelah kecelakaan, istri meninggalkan saya. Ayah dan ibu tiri saya bahkan tidak peduli. Saya bahkan pernah berpikir untuk bunuh diri,” katanya. “Namun, kini Xinyi adalah di sini dan saya sangat kagum pada dirinya,” katanya. Tidak jelas, bagaimana sang ayah dan anak perempuannya memperoleh uang untuk biaya hidup. Tuhan Maha Pemurah dan Penyayang , senantiasa mengasihi hambaNya yang sabar dan tabah.

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7287693 or www.ruanghati.com

Sunday, April 3, 2011

Perbuatan Luar Biasa (Kisah Mengagumkan Tentang Anak yang Berbakti Kepada Ayahnya)

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “PERBUATAN LUAR BIASA”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak-anak yg terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yg sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin.

Sejak itu Zhang Da, demikian nama anak itu, hidup dengan sang ayah yang tidak bekerja, tidak bisa berjalan dan sakit-sakitan. Ia masih terlalu kecil untuk memikul tanggung jawab yang berat itu, namun ia tetap berjuang.

Ia bersekolah dengan berjalan kaki melewati hutan kecil. Karena tidak sarapan, diperjalanan itu ia makan daun-daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang ia mencoba memakan sejenis jamur atau rumput, sehingga ia tahu mana yang masih bisa diterima lidahnya dan mana yang tidak. Pulang sekolah, ia bekerja membelah batu-batu besar. Upah sebagai tukang batu digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya.

Setiap hari ia menggendong ayahnya kekamar mandi, menyeka dan juga memandikan ayahnya. Ia membeli beras dan membuatkan bubur untuk makan ayahnya.

Segala urusan ayahnya lainnya pun ia yang mengerjakannya sendirian. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengobati sang ayah. Ia pun belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Ia mempelajari bagaimana seorang suster memberikan suntikan. Setelah merasa mampu, ia sendiri yang menyuntik ayahnya.

Ketika acara penganugerahan penghargaan tersebut berlangsung, pembawa acara bertanya apa yang diinginkan Zhang Da ” Apakah uang atau lainnya. Disini ada banyak pejabat, pengusaha, juga ada ratusan juta penonton telivisi, mereka bisa membantu mu!” Namun apa yang dikatakan Zhang Da sungguh mengejutkan siapapun, ia hanya berkata, ” Aku hanya ingin Mama ku kembali!.”

Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah. Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya. Ada anak yang sudah sekolah di SD masih disuapi, dan memakai bajupun masih dibantu.

MORAL: Potensi anak sering muncul justru ketika ditempa kesulitan, jika langkah anak selalu dimudahkan maka kreatifvitas dan daya juangnya pun tidak akan tumbuh. Oleh karena itu, ada pepatah mengatakan, ” JANGAN MUDAHKAN HIDUP ANAK HARI INI, UNTUK MENYULITKANNYA DI KEMUDIAN HARI.” dari fb ust Aidil Heryana

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Insyirah 5-6 : “karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” 
 
Sumber: http://mardiunj.blogspot.com/2010/04/perbuatan-luar-biasa.html

Wednesday, March 23, 2011

Remaja 14 Tahun Ini CEO Termuda di Dunia

Saat ini, gadis ini mengepalai perusahaan yang karyawannya berusia 18 sampai 25 tahun

undefined

VIVAnews - Di saat remaja seumurannya menghabiskan waktu bermain Facebook atau bergosip tentang remaja pria, Sindhuja Rajamaran yang berumur 14 tahun justru berkarier sebagai CEO termuda dan animator 2D (dua dimensi). Aktivitasnya ini membuatnya mendapatkan gelar Guinness World Record sebagai CEO termuda di dunia.

Sindhuja terlahir dari keluarga mencintai dunia kartun. Ayahnya seorang pembuat karikatur yang pertama kali mengenalkan Sindhuja karikatur digital. Sedangkan, adiknya adalah penulis haiku (puisi pendek) termuda di India.

Kini Sindhuja menjalankan perusahaan animasi bernama Seppan. Dari membuat film animasi pendek dengan mengangkat isu global warming dan TBC sampai membuat desain kartu ucapan untuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Sindhuja yakin telah mencapai banyak hal. Di usia belia, ia telah menguasai banyak software komputer, seperti Flash, Photoshop,Corel Painter, After Effects dan Maya.

Saat ini, gadis ini mengepalai perusahaan yang karyawannya berusia 18 sampai 25 tahun untuk membuat iklan digital animasi.

Semua kelebihan pada gadis ini di dapat dari sang Ayah, Tamil Nadu. Ayahnya yang seorang duta dari CorelDRAW, software pengolah gambar, didatangi oleh the Indian Territory Manager of Corel. Saat itu, Dia mengetahui bahwa Sindhuja dapat menggambar dengan Corel sejak 11 tahun.

"Saya diundang pada beberapa acara produk Corel dan merasa sangat bangga sebagai pembuat karikatur digital dan kartun termuda," ujar gadis ini, seperti dikutip oleh laman Times of India.

Saat ini, Sindhuja sangat berkeinginan memiliki rumah produksi sendiri dan membuat film-film berkualitas yang diakui secara global. Dia membuat dirinya sebagai pencipta lapangan pekerja bagi para ahli dan pemula.



Sumber: http://kosmo.vivanews.com/news/read/210862-remaja-14-tahun-ini-ceo-termuda-di-dunia

Saturday, March 12, 2011

Mengenal Sosok Penghafal Quran Cilik di Negeri Sakura

Islamedia - Banyak kisah-kisah insppiratif yang makin meningkatkan kecintaan saya pada Allah semata. Entah, mungkin rasanya di negeri minoritas musllim yang serba sulit, sulit mencari makanan halal, sulit mencari jilbab, sulit mencari buku-buku Islam, dan lain sebagainya. Akan tetapi, semua kesullitan tersebut, tidak membuat kami para muslim menjadi  tidak semangat dalam menuntut ilmu. Meskipun jarak dari rumah ke masjid sangat jauh, harus ditempuh puluhan kilometer dengan turun naik kereta atau bus bukanlah penghalang buat mereka yang haus akan ilmu. 

Kali ini, saya akan bercerita tentang sebuah kisah yang paling menggugah hati saya, bahkan dalam hidup saya.

Anak kecil itu masih polos, masih berumur 10 tahun 10 bulan. Dia disalami banyak orang di Masjid Otsuka, kemarin sore. Anak kecil ini adalah Alayen, seorang anak yang sudah mampu menghafal seluruh isi Quran, dengan bacaan Mumtaaz. Memang anak ini bukan keturunan Jepang, melainkan keturunan Pakistan. Tapi, hampir semua orang Pakistan yang ada di Jepang tinggal selamanya di Jepang untuk berdakwah dan berbisnis. 

Minggu itu adalah sebuah momentum bagi seluruh muslilm di Jepang. Momentum untuk meningkatkan kecintaan kita pada Quran. Alayen membuka mata banyak muslim agar mengikuti jejaknya untuk menghafal Quran. Kemarin sore pula, dia diberi gelar Al-Hafidz oleh Holy Quran Memorization International Organization, Saudi Arabia. Pemerintah Saudi Arabia datang langsung ke tempat kami untuk memberikan gelar tersebut kepada Alayen. Bahkan, Pemerintah Saudi Arabia pun memberikan beasiswa kepada Alayen "Full Scholarship" sampai kuliah.

Alhamdulillah, panitia memberikan kesempatan kepada orang tua dan guru hafidz Alayen untuk berbagi pengalamannya. Inilah sepenggal cerita dari Ayah Alayen yang membuat saya sadar akan pentingnya Quran

Memang kita hidup di negeri yang bukan non Muslim, tapi saya ingin mempertahankan agar anak-anak saya tetap mendapat pendidikan Islam. Saya tidak memasukkan anak-anak saya ke nihon no gakko (Sekolah Jepang). Saya biarkan anak saya hanya belajar di Masjid dan menghafal Quran, karena saya ingin dia benar-benar fokus menghafal Quran dan tidak memiliki pikiran lain selain menghafal Quran. Lalu orang-orang di sekitarku bertanya "kenapa tidak dimasukkan saja ke sekolah Jepang sambil menghafal Quran, jadi dia nanti bisa pintar keduanya?". Saya yakin pada Allah, bahwa ketika seseorang sudah bisa menghafal Quran, maka dia akan mampu menguasai semua bidang. Lalu Ayah Alayen berkata dengan bangga, "Sekarang anak saya bisa melanjutkan sekolah langsung naik kelas 5 SD melalui test di sekolah, dan kini dia bisa berbahasa 4 bahasa dengan baik, Inggris, Jepang, Arab, dan pastinya bahasa Urdu."

Sekarang mata saya terbuka, sebelum belajar apapun, manusia itu harus belajar Quran. Dan yakinlah,  orang-orang yang mempelajari dan mengajar Quran akan mendapat derajat yang lebih tinggi. Semoga, kita juga bisa menjadi penghafal Quran.

Penulis
Nurul Septiani, SKM
Kontributor Islamedia Dakwah Mancanegara
 
Sumber: http://www.islamedia.web.id/2011/02/mengenal-sosok-penghafal-quran-cilik-di.html

Thursday, March 3, 2011

BOCAH YANG MEMBERI HIDAYAH AYAHNYA

     Pada suatu hari, bocah kelas 3 SD sedang berada dikelasnya. Pada salah satu mata pelajaran, gurunya berbicara tentang shalat Shubuh, dengan gaya bicara yang membuat bocah-bocah kecil itu merasa terenyuh. Sanga Guru berbicara tentang keutamaan dan pentingnya Shalat Subuh. Si bocah itu mendengarkannya hingga membuatnya terkesan. Karena, ia dan keluarganya belum pernah melaksanakan shalat shubuh berjamaah
.
      Ketika bocah itu pulang kerumah, ia pun berpikir bagaimana caranya agar ia bias bangun untuk melaksanakan shalat shubuh besok. Ia tidak menemukan solusi selain harus tetap terjaga sepanjang malam, sehingga ia bias melaksanakan shalat shubuh. Dan ia benar-benar melaksanakan apa yang ia pikirkan tersebut.

      Tatkala mendengar suara azan, kuncup bunga ini langsung bergerak untuk melaksanakan shalat. Akan tetapi muncul masalah lain di depan sang bocah. Letak mesjidnya jauh dan ia tidak bias pergi sendirian. Bocah itu menangis dan hanya duduk didepan pintu. Tapi, tiba-tiba ia mendengar suara ketukan sandal di jalan. Ia membuka pintu dan bergegas keluar. Ternyata ada seorang lelaki tua sedang berjalan gontai menuju mesjid. Ia memandangi lelaki itu, dan ia mengenalnya. Lelaki itu adalah kakek temannya Ahmad, anak tetangga.

     Bocah itu menyelinap secara sembunyi-sembunyi dan berjalan dengan tenang di belakang si kakek tua, agar tidak merasakan kehadirannya lalu melaporkannya kepada keluarganya dan kemudian mereka pasti akan menghukumnya. Keadaan itu berlangsung cukup lama. Namun, kehidupan tidak berjalan linear dan keadaan pastilah berubah. Kakek tua itu meninggal dunia. Sang bocah mengetahui hal itu dan langsung linglung. Ia menangis tersedu-sedu. Ayahnya merasa heran dan bertantanya kepada: “Anakku, kenapa kamu menangis seperti itu? Dia ( kakek itu) bukan teman sebayamu yang bias bermain denganmu dan bukan keluargamu sehingga kamu kehilangan dia di rumah.

     Bocah itu memandangi ayahnya dengan mata berkaca-kaca dan sorot mata yang sedih. “Seandainya yang mati itu engkau dan bukan dia” katanya. Sang ayah tersentak kaget dan menjadi susah bernafas. Mengapa anaknya berkata seperti itu kepadanya dengan cara yang seperti itu, dan mengapa ia menyukai kakek itu? “Aku kehilangan dia bukan karena itu dan bukan pula karena apa yang kau katakana,” kata bocah itu. “Jadi, karena apa” Tanya sang ayah keheranan. “Karena shalat. Yak arena shalat,” jawab anak itu.

     Ia terus berbicara sambil menelan kesedihannya, “Mengapa ayah tidak shalat shubuh? Mengapa ayah tidak seperti kakek itu. Dan seperti banyak orang lainya yang kulihat?” “Dimana kamu melihat mereka?” Tanya sang ayah. “di mesjid,”jawabnya. “Bagaimana?” Tanya sang ayah. Lalu ia pun menceritakan kisahnya kepada ayahnya. Sang ayah merasa tersentuh dengan cerita anaknya. Kulitnya merinding, dan air matanya hampir jatuh, lalu ia memeluk anaknya. Sejak hari ituia tidak pernah meninggalkan shalat apapun di mesjid.

Sumber: Mausu’atul qashashal mu’atsirah, Ahmad Salim Baduwailan.
                 


Saturday, February 19, 2011

10 Bocah Super Ajaib Dari Penjuru Dunia


1. Kim Ung-Yong : Manusia Ber-IQ Tertinggi di Dunia
Lahir pada tahun 1962, Anak dari Korea ini dinobatkan sebagai manusia jenius di seluruh dunia. Bayangkan Pada unur 4 tahun, dia sudah bisa membaca huruf Jepang, Korea,Jerman,Inggris. Pada umur 5 tahun ia mampu memecahkan masalah pada soal kalkulus. ia mencatatkan dirinya pada Guinness Book of World Records dengan “Highest IQ” 210.

2. Gregory Smith : Mendapatkan Penghargaan Nobel Pada Usia 12

Lahir pada tahun 1990, Gregory Smith mencatatkan namanya pada nobel perdamaian berkat usahanya dalam mendirikan International Youth Advocates yang merupakan perkumpulan Orang muda seluruh dunia. Ia pernah bertemu langsung dengan Presiden Bush, dan juga Michael Gorbacev lho…

3. Akrit Jaswal : Dokter Bedah usia 7 tahun
Julukan “anak terpandai di dunia” telah melekat pada Akrit Jaswal, seoarang anak dari India. Ia mengejutkan Publik, ketika pada umur 7 tahun melakukan pembedahan pada seorang gadis lokal di tempatnya.

Gadis itu menderita luka bakar di tangannya, hingga tangannya tidak dapat dibuka, dan jaswalpun melakukan pembedahan hingga jemari gadis itu bisa terbuka seperti sedia kala. Saat ini, ia tercatat sebagai dokter paling muda di dunia, ia diterima di Universitas pada usia 11 tahun.

4. Cleopatra Stratan : Bocah Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu

Lahir Pada 6 Oktober 2002 di Chisinau. ia adalah pencatat sejarah di Industri musik sebagai seorang penyanyi. Dengan albumnya tahun 2006 La vârsta de trei ani (”pada usia 3″). Dia mencatat record seorang artis cilik yang tampil diatas panggung dengan ribuan penggemarnya. Dia juga menerima penghargaan MTV Award dalam artis termuda yang mencetak #1 Hit

5. Aelita Andre : Pelukis di usia 2 tahun
Anak kelahiran Australia ini, baru berumur dua tahun sudah menunjukkan kualitasnya sebagai jenius, ia memiliki sebuah gedung pertunjukkan untuk karya-karya abstraknya.

Pada mulanya Mark Jamieson, direktur dari Brunswick Street Gallery di Melbourne’s Fitzroy. Tretarik melihat sebuah poto lukisan dari Aelita Andre. dan dia menginginkannya bergabung dalam grupnya karena bakat lukisannya itu. Ketika undangan telah dibuat, ia baru saja menyadari bahwa Aelitaadalah anak yang masih berumur 22 bulan. Namun ia tetap melanjutkan pertunjukannya itu.

6. Saul Aaron Kripke : Mengajar Havard saat Masih Duduk di Bangku SMA
Lahir di New York dan tumbuh dewasa di Omaha di 1940. Jenius satu ini, saat kelas empat ia menguasai aljabar, saat akhir SD ia sudah bisa geometri, kalkulus dan filsafat. Saat SMU ia memperoleh surat dari Harvard agar melamar sebagai dosen, namun ibunya menyuruhnya untuk menamatkan sekolahnya dahulu. Kripke dihadiahi Schock Prize, Nobel Filosofi. Sekarang, ia dinobatkan sebagai ahli filsafat terbesar dalam sejarah

7. Michael Kevin Keaulus : kuliah pada umur 10 tahun

Kaerny, lahir tahun 1984, ia menyelesaikan kuliah pada umur 10 tahun. dan tercatat sebagai sarjana termuda. ia mengajar universitas pada usia 17 tahun. Namanya semakin mencuat kala dia memenangkan sebuah kuis online. Pada 2006, dia mencapai final di tanda burnett/aol perebutanGold Rush, permainan menguji/teka-teki, dan menjadi pemenang pertama 1 juta di permainan kenyataan online.

8. Fabiano Luigi Caruana : Grandmaster pada usia 14
Seorang anak berwarga negara America dan Italia ini sungguh jenius. Pada tahun 2007 ia memperoleh Grandmasternya, 11 bulan, 20 hari. sejarah telah mencatat namanya dalam Grandmaster termuda.

Dan baru-baru ini pada bulan April 2009, ia memperoleh Elo rating 2649, dalam usianya yang dibawah 18 tahun, membuatnya sebagai pemeroleh ranking terbanyak, dan menakjubkan, hal itu dilakukannya sebelum usianya genap 18 tahun.

9. Willie Mosconi : Pemain Bilyard Professional pada usia 6
Mendapat julukan “Tuan Pocket Billiards”. Dia berasal dari Philadelphia, Pennsylvania. Ayahnya seorang pemilik tempat Billyard, namun ayahnya tidak mengizinkannyamain, ia sering berimprovisasi dengan gagang sapu milik ibunya. Ayahnya melihat bakat anaknya, ia sering mengalahkan orang-orang yang lebig tua darinya.

Antara tahun 1941 dan 1957, dia memenagkan BCA World Championship selama 15 kali tanpa perbah kalah sekalipun. ia memebuat berbagai macam trik, membuat banyak rekor, dan membuat billyard menjadi olahraga yang terkenal.

10. Elaina Smith : Penyiar Usia 7 tahun

Dalam usianya yang 7 tahun Elaina telah menjadi penyiar radio dengan pendengar yang melebihi umurnya. Elaina banyak memberikan solusi tentang percintaan kepada para pendengarnya. Bagaimana caranya memutuskan pacar, Bagaimana caranya untuk membina hubungan yang harmonis.


Sumber: http://situslakalaka.blogspot.com/2010/10/10-bocah-super-ajaib-dari-penjuru-dunia.html

Friday, February 18, 2011

Ajaib ! Bocah 11 Tahun Sudah Jadi Sarjana





BOCAH AJAIB: Moshe Kai Cavalin, termuda di kampus.(MSNBC)
BOCAH ini mungkin menjadi sarjana termuda di dunia. Dalam usia 11 tahun, Moshe Kai Cavalin telah lulus kuliah dari East Los Angeles College, Jumat (5/6). Bahkan, ia memperoleh dengan IPK 4,0 alias sempurna. Luar biasa!



Bocah dari seorang ibu berdarah Taiwan dan ayah Israel ini, seperti dilansir Dailymail, memulai studi di perguruan tinggi pada usia 8 tahun dan menjadi mahasiswa termuda di kampusnya. Yang menarik, dia justru memberi les privat bagi teman-teman sekelasnya yang berusia 19-20 tahun dalam mata pelajaran matematika dan fisika.



Walaupun begitu, Moshe menolak disebut sebagai bocah jenius. “Saya hanya anak biasa yang belajar tekun dan melakukan yang terbaik,” katanya, dalam wawancara dengan MSNBC, Sabtu (6/6).

Selain dikenal sebagai bocah berprestasi, Moshe juga mahir seni bela diri dan memenangkan sejumlah kejuaraan seni berperang. “Saya tidak tertarik dengan video game, karena permainan itu tidak memberi keuntungan bagi umat manusia,” uacpnya.
 
Bocah yang mengidolakan Albert Einstein dan Bruce Lee ini berencana ingin belajar menyelam dan menulis buku mengenai anak-anak. Ia juga ingin menulis buku mengenai kiat-kiat sukses di sekolah.
 
sumber: http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=72449

Tuesday, February 15, 2011

Kisah Unik: Kekuatan Argumen Seorang Bocah



Saya diberitahu oleh seorang kawan yang jujur (seorang wakil kepala sekolah), bahwa dirinya pernah masuk ke sebuah masjid di Riyadh. Ketika sedang melaksanakan shalat Tahiyatul masjid, saya terganggu dengan bau rokok yang sangat menyengat hingga membuyarkan kekhusyu’an saya. Selesai salam, saya menoleh dan menemukan seorang pria mesir yang bibirnya menghitam karena rokok. Saya berkata dalam hati bahwa saya akan menunggu sampai shalat jama’ah selesai lalu saya akan berbicara dan menasehatinya. Namun, saya dikejutkan oleh seorang bocah kecil yang usianya tidak lebih 9 tahun. Bocah itu masuk ke mesjid dan duduk disamping pria tersebut. Kemudian terjadilah dialog diantara mereka sebagai berikut:
Bocah: “Assalamu’alaikum, Paman! Anda dari Mesir?”
Pria: “Ya, aku dari Mesir.”
Bocah: “Anda tahu Syaikh Abdul Hamid Kasyk?”
Pria: “Ya, aku tahu.”
Bocah: “Syaikh Muhammad Al-Ghazali?”
Pria: “Ya, aku tahu.”
Bocah: “Anda pernah mendengarkan kaset-kaset ceramah dan fatwa mereka?”
Pria: “Ya, pernah.”
Bocah: “Baik. Para ulama dan para Syaikh itu semuanya menyatakan bahwa
            rokok itu haram. Mengapa Anda merokok?”
            Pria (mulai gelagapan): “Tidak. Rokok tidak haram.”
            Bocah: “Ya, haram. Bukankah Allah berfirman, “dan Dia mengharamkan hal-hal
            yang kotor bagi mereka.” (QS.Al-A’raf:157)”
            Jika mau merokok, apakah anda membaca bismillah? Dan jika selesai, apakah anda membaca Alhamdulillah?”
            Pria (dengan congkak): “Tidak. Tapi, aku tidak menemukan ayat-ayat yang berbunyi, “Dan Dia mengharamkan rokok bagi kamu.”
            Bocah: “Paman! Rokok itu haram. Sama seperti apel yang juga haram.”
            Pria (sambil marah): “Apel haram? Atas dasar apa kamu menghalalkan dan mengharamkan sesuatu?”
            Bocah: “Tolong tunjukkan pada saya ayat-ayat yang berbunyi: “Dan Dia menghalalkan apel bagi mereka.”
            Pria itu benar-benar gelagapan, bungkam dan tidak bisa berkata-kata, lalu tangisnya meledak. Saat shalat dilaksakan, pria itu masih menangis. Dan setelah selesai shalat pria itu menoleh kerah bocah tersebut dan berkata, “Dengar, nak! Aku bersumpah demi Allah Yang Maha Agung, aku tidak akan merorok lagi selama hidupku.”
             Saudara-saudara! Ini adalah kisah nyata dan unik. Bagaimana mungkin bocah kecil ini bias berbicara dengan kekuatan dan argument yang mengagumkan seperti itu. Lebih-lebih pada zaman sekarang ini zaman Playstation dan hal-hal yang tidak bermutu.

Sumber: Mausu'atul qashal mu'atsirah, Ahmad Salim Baduwailan, 2007.

Sunday, February 13, 2011

Muhammad Alexander Pertz: Kisah Bocah Amerika Menemukan Islam dalam Buku

     
 ALEXANDER PERTZ dilahirkan dari kedua orang tua Kristen pada tahun 1990. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis, maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca buku-buku secara mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.
     Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar azan.
    Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslim pun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Muhammad Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah SAW yang dia cintai sejak masih kecil.
Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut balik bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran?” Wartawan itu berkata: ”Tidak.” Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.Bocah itu kembali berkata, ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian?” dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram? Apakah pakaian ihram tersebut mahal? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami?”

       Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (serban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan azan sebelum dia shalat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian shalat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu shalat.”
       Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja?” dia diam sesaat kemudian menjawab.
Bocah itu diam sesaat, kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentang Islam, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku pada Islam.”

Wartawan bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan?”
Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.
”Apa cita-citamu?” tanya wartawan
Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku ingin haji ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.
”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut?” tanya wartawan lagi.
Ibu Muhammad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata: ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.
Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.
Kemudian Muhammad meneruskan, ”Aku sudah menabung dengan mengumpulkan sisa dari uang sakuku agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah. Aku mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”
....Aku sudah menabungkan sisa dari uang sakuku agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah. Perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar....
Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”
”Apakah cita-citamu yang lain?” tanya wartawan kepada sang bocah.
“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka,” jawab Muhammad.
Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka dia pun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.
Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”
....Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, menghafal Al-Quran, dan belajar di negeri Islam....
”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain?” tanya wartawan lagi.
Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al-Quran.”
“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam?” tanya wartawan
“Tentu!” tukasnya.
”Apakah engkau memiliki kesulitan dalam hal makanan? Bagaimana engkau menghindari daging babi?”
Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku bilang kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”
”Apakah engkau shalat di sekolah?”
”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan. Aku shalat di sana setiap hari,” jawab Muhammad.
Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan, “Apakah engkau mengizinkanku untuk mengumandangkan azan?”
Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan azan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan azan. Subhanallah!! [riafariana/voa-islam.com]


sumber:  http://www.voa-islam.com/news/upclose/2011/01/19/12852/muhammad-alexander-pertz-
             kisah- bocah-amerika-menemukan-islam-dalam-buku/