Thursday, July 29, 2010

●●Teman, aku ingin…●●

Teman, aku ingin…

Teman tersayang, Aku ingin kita seperti Abu Bakar As-Siddiq, Persahabatan di jalin karena al-Khaliq, Harta di korbankan bukan sedikit, Cintakan kebenaran, sanggup menahan lara.

Serta tawakkal Ibrahim mulia, Ketika meninggalkan insan tercinta, di bumi tandus tanpa bicara, Meyakini Allah sebagai Penjaga.

Aku impikan antara kita seorang Umar, Berdiri tatkala tunduknya manusia, Bersuara tatkala diamnya mereka, Menggetarkan musuh durjana.

Serta senyuman Syekh al-Qutb, Ketika berhadapan dgn tali maut, Akidah mantap tidak terenggut, Roh dakwahnya tidak surut.

Aku ingin kita seteguh Ibnu Zubbair, Menahan panah Hajjaj dgn rela, Bersama si ibu tua, mati syahid, rohnya ke syurga.

Marilah kita menyemai benih Hassan al-Banna, Fikrahnya jernih, menggemparkan dunia, Merelakan tubuhnya di tembus peluru, Demi menegakkan kalam Allah dan Rasul.

Aku cinta akan pemuda Giffari, Menentang kezaliman walaupun diancam, Moga kan lahir lagi di abad ini, Jiwa jitu pemuda yg tak pernah suram.

Aku ingin kita sepemaaf Yusuf, Tetap menyintai saudaranya, Walaupun di buang ke perigi tua, Terpisah dari ayahanda bertahun lamanya.

Aku ingin pusara kita harum mewangi, Bagai harumnya pusara Masyitah, Semerbak kasturi.

Aku ingin persahabatan indah ini, Bisa menjadi syafaat, di Mahkamah Mahsyar nanti.

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥ SeMaNGat ♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Aku
Terus melaju
Saat badai ujian menerpa tubuh yang lusuh
Tapi hati ku takkan mudah rapuh

Kadang lelah memeras peluh
Tapi api semangat membunuh luluh
Kakiku terus melangkah
Seiring desah berserah

Semangatku
Semangat para pemenang
Yang tak mematikan harapan
Dan senantiasa berbaik sangka pada Tuhan

Ikhtiarku
Ikhtiar para Mujahiddah
Yang tak mudah melemas
Yang tak mudah memelas
Tak mudah melunglai sebelum batas

Ikhlasku
Ikhlas para pembelajar
Yang tak bosan mengarahkan hati
Pada penghambaan sejati

Yakinku
Ujian diberikan
Sesuai kadar kemampuan

Aku tak mau putus asa
Seperti matahari terbenam
Aku tidak akan menyerah
Seperti pasir yang terbawa ombak

Semangatku terus berkobar
Meski begitu banyak panah tajam
Menusuk pikiran dan jiwaku
Meski telah berjuta kali
Ku tenggelam ke dasar kegagalan

Bila ku terjatuh
Ku akan bangkit lagi
Bila jiwaku runtuh
Akan kubangun kembali
Dengan pondasi-pondasi yang terkuat
Dengan semangat yang tak terkalahkan

Kini
Kujalani hari dengan sepenuh hati
Tak ada alasan untuk berhenti
Atau berlari dari rintangan
Karena ku tahu
Masa depan tak mungkin cerah
Apabila aku mudah menyerah

Wednesday, July 28, 2010

Topeng Kepuraan


Aku marah…. dadaku sesak menahan amarah,
tapi aku tak berani berujar
Aku tidak setuju, aku tidak mau, aku tidak ingin,
tapi kenapa kata yang terluncur adalah ucapan ya…
Aku berharap orang di sekelilingku mengerti
tapi tidak!!! sama sekali tidak,
Orang kira aku sanggup, bagus, penolong, sempurna dan…
berbagai atribut kebaikan lainnya
Meski diri ini terabaikan
aku berusaha untuk selalu bisa, mampu dan membantu
tapi … sesungguhnya aku tidak seperti itu
aku lemah, rapuh dan kadang memaksakan diri
aku hanya merasa bersalah jika tidak bisa
aku tidak dapat mengutarakan kata hati yang sejujurnya
Ada satu sisi batinku yang ingin kusumbangkan untuk orang lain
tapi aku tidak pernah menoleh sisi batinku sendiri
harapanku, kelemahanku, serta daya tahanku, kulupakan…
ucapanku, perilakuku menuju pada tuntutan orang
dan kuacuhkan keadaan diri yang sesungguhnya
Aku sosialku tak sesuai dengan aku diriku
pertentangan-pertentangan ini terus bertarung dalam fikirku
Akhirnya aku menyadari….. ada yang keliru dengan cara pandangku
waktu yang bergulir mengajariku banyak hal
berkaca pada kehidupan orang lain
membaca firman Tuhan dalam ciptaanNya
aku pun mencoba tuk mengerti makna hidup
agar jujur…ikhlas…dan apa adanya!
Ternyata dunia tidak berakhir ketika aku berani bersikap,
ketika aku mengenalkan diri tanpa selaput kepuraan
Orang-orang pun tak pergi meninggalkanku
kalau ada yang datang, akan ada pula yang pergi
kusadari itu sebuah sunatullah
Selama ini aku terbelenggu oleh perasaanku sendiri
tersiksa oleh persepsi orang yang dibuat sendiri olehku
nuraniku yang seringkali tak kuturuti
hanya tuk sekedar mengejar pengakuan semu dan obsesi duniawi
Sekarang bagiku…
MENJADI BAHAGIA LEBIH BERHARGA DARIPADA MENJADI SEMPURNA
Seperti berharganya menjadi diri yang berarti dengan penuh ketulusan.

Tuesday, July 27, 2010

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥Sebuah puisi...yang menggugah jiwa♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Saat kau lelah tak berdaya karena usaha yang gagal,
Allah tahu betapa gigih engkau tlah berusaha..

Ketika sekian lama kau menangis dn batinmu menderita,
Allah tlah menghitung tangismu..

Saat kau rasa hidupmu tak menentu dan waktu terus
meninggalkanmu,
Allah menunggu bersamamu.

Ketika kau kesepian dan kawanmu tlah terlalu sibuk
meski hanya tuk menelpon,Allah berada disisimu..

Saat kau tlah mencoba segala sesuatu dan tak tahu
harus berbuat apa, Allah memiliki jawabannya.

Saat tiba-tiba hidupmu lebih cerah dan kau temukan
secercah harapan, Allah tlah berbisik kepadamu.

Ketika semuanya berjalan lancar dan banyak yang
harus kau syukuri, Allah tlah meyayangimu.

Saat kegembiraan datang dan kau terasa terpesona,
Allah tersenyum kepadamu.

Ketika kau punya cita-cita dan mimpi tuk diwujudkan,

Allah tlah membuka matamu dan memanggil namamu.


..:: titip RINDU-ku buat -dia- ::..

Bismillah....

Ah...
Ada apa dengan hati?? Terlalu dini aku harus memikirkannya. Hanya ku anggap debu yang terbawa angin dan mampir sekejap saja. Segera ku menyekanya dengan saputangan dalam angan. Aku hanya ingin menetralisir rasa agar steril dari semua yang ku anggap tak penting untuk sekedar hinggap.

Lain waktu, eh...kembali datang. Angin memang tak pandang membawa apa dan harus mampir dimana, angin memang pemurah, memberi tumpanan pada siapa saja dan pada apa saja. Kali ini mampir lagi, namun ku seka sedikit saja, ku katakan pada diriku, nanti akan ku basuh biar lebih cemerlang...hohoho...aku pun tersenyum dan mengalihkan fikiran.

Kali ini, aku tak kuasa. Yang diserangnya adalah organ yang berkaitan dengan seluruh rasa. Menyerang otak, fikiran, dan tentunya di manalagi kalau bukan tempat penuh humus untuk bercocok tanam dan menyemai rasa yaitu HATI. Waaaaaahhh....jangan gilaaaaa duuuunnnkkkk...!!! aku tak kuasaaaaa..., terlalu beraaatttzzz!!!. Bibirku berucap istighfar terus melawan fikiran yang sedari tadi selalu terbayang rasa.

Huuuuffffhhh... kali ini aku mendesah, lemah namun pasti. Ya Tuhan, apa yang mendera?? Sempat terfikir bahwa aku harus mengakuinya, toh tak ada yang terdzolimi dengan apa yang kurasa, karena semua manusia di dunia pasti juga merasakannya. Aku tak harus berbohong untuk sesuatu yang wajar bagi logika, ya logika kita sebagai manusia. Aku harus berani mengakuinya, rasa itu ada karena satu kata penuh makna, yaitu ‘cinta’. Ah...lega rasanya, sudah kuteriakkan dalam hati...hehe walaupun –dia- tak mendengarkannya.

Baiklah, kali ini aku berdamai dengan rasa. Ya Allah...Engkau tak hanya memberikan rasa sedih dan senang pada setiap hamba, namun Kau berikan juga semua rasa. Pelangi itu terlalu indah untuk dihapuskan, namun takkan indah jika terlukis paksa tanpa ridho dariNya. Allah..-dia- yang kau cipta, dalam pandanganku biasa saja, apa adanya, satu hal yang ku suka bagus agamanya, hmmmmm.... tapi, ada tapinya ya Allah,,,’apakah demikian dalam padanganMu???’. Ah...aku tak mau menerka-nerka. Biarlah waktu yang akan menentukan arahnya dan memberi jawab sesuai kehendak Yang Kuasa.

Allah...Kau tahu sejauh mana bentuk ikhtiarku, namun...aku tak berani memastikan sejauh mana –dia- berikhtiar, karena itu semua rahasia. Allah...aku tak berani melangkah tanpa kehendakMu, tak berani memelihara rasa tanpa seizinMu, maka biarlah kusimpan sejenak atau selamanya. Allah...Kau Berkuasa atas Segala Rasa, maka satu yang ku pinta

titip RINDU-ku buat -dia-

note : saudaraku seiman, tak ada yang menyalahkan kau memiliki rasa ‘cinta’, akan lebih afdhol ketika rasa itu di tujukan bagi Sang Pemberi Rasa, namun jikapun nantinya kau ingin membagi rasa, maka siapkan porsi seadanya, namun tetap porsi JUMBO hanya untukNya...selamat menikmati rasa.

Monday, July 26, 2010

:::::Muhasabah Diri:::::


Duhai Allah … Duhai yang mendetakkan jantung ini
Duhai yang selalu memberikan makan kepada hamba-hambaMu ini
Duhai yang memberikan air yang sejuk di kala kami dahaga
Duhai yang mengaruniakan kantuk di kala kami lelah
Duhai yang selalu mengurus diri-diri kami di kala kami tertidur pulas
Hanya Engkaulah Yang Maha Agung
Ya Allah, betapapun kami menghianatiMu setiap waktu tapi tiada suatu saat pun terputus Engkau memberi nikmat kepada kami
Ya Allah jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala kebusukan kami
Penghapus bagi seluruh dosa-dosa kami, hari dimana Engkau singkapkan tabir dari hati kami, hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya di qolbu ini

Ya Allah, kami ingin merasakan indahnya hidup dekat denganMu
Kami ingin hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang selalu akrab bersamaMu, kami lelah jauh dariMu ya Allah, kami tidak ingin terpuruk dan terhina karena tenggelam dalam kemaksiatan
Berikan kepada kami kemudahan, untuk mengenalMu Ya Allah
Berikan kepada kami jalan untuk bisa mendekat kepadaMu
Jadikan kami menjadi orang-orang yang selalu merasakan, kehangatan, kasih sayangMu
Ya Allah jadikan sujud kami menjadi sujud yang selalu nikmat KepadaMu
Jadikan shodaqoh kami menjadi jalan yang membuat kami akrab denganMu
Jadikan amal-amal kami sebagai amal-amal yang tulus hanya karenaMu

Ya Allah
Jangan biarkan kesibukkan dunia membutakan hati kami
Jangan biarkan hawa nafsu, menjerumuskan kami
Jangan biarkan syahwat membuat kami terjerumus dalam maksiat
Jangan biarkan amarah membuat kami terhina dalam kedzoliman
Ya Allah, wahai yang Maha Mendengar, sayangilah kami Ya Allah
Berkahi sisa umur kami ini
Jadikan umur yang tersisa ini membawa maslahat bagi orang tua kami, bagi keluarga kami, bagi sebanyak-banyakNya umat Mu
Rabbanaa aatinaa Fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaaban naar

“Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan (pula) di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka”

●●Seharusnya Lebih Malu pada Allah...●●

Setiap kali saya berjumpa dengannya atau melihatnya dari kejauhan dalam suatu kesempatan, ada perasaan malu yang menyelinap ke dalam hati saya. Ada keinginan untuk menjauh atau menjaga jarak. Kesalahan yang dulu pernah saya lakukan masih berbekas dalam hati saya, walau ia sebenarnya sudah memaafkan.

Begitulah, tapi saya sadar, keadaan seperti ini tidak boleh terus berlanjut. Saya harus bisa bersikap wajar dan seolah tidak terjadi apa-apa. Sebagai seorang manusia, siapapun tak luput dari salah, bukankah saya sudah minta maaf, dan ia pun dengan lapang hati dapat memaklumi dan memaafkan.

Pengalaman ini mengingatkan saya pada satu hal, yaitu rasa malu pada Allah. Rasa malu yang seharusnya hadir ketika timbul dorongan berbuat dosa dan maksiat. Allah maha melihat segala sesuatu, Ia mengetahui ke mana arah pandangan mata, bisikan hati dan pikiran kita. Tidak ada satupun yang bisa kita sembunyikan dari-Nya.

Sungguh, sangat banyak ayat-ayat Allah yang menerangkan tentang ini, diantaranya :

“Katakanlah, “Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya. ” Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu (QS Ali `Imran: 29)

“Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk shalat). Dan (melihat) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syu`ara` : 218-219)

“… dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Hadid: 4)

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat -(yaitu: pandangan kepada hal-hal yang terlarang, seperti memandang kepada perempuan yang bukan mahramnya)- dan apa yang tersembunyi dalam dada.” (QS al-Mukmin: 19)

Dan kelak di akhirat Dia akan meminta pertanggungjawaban kita atas setiap kata yang kita ucapkan, pandangan mata, perbuatan kita, dstnya.

Hal ini bisa kita umpamakan, di setiap pojok atas sebuah ruangan diletakkan kamera pengintai. Apapun yang kita lakukan dan katakan, semua terekam oleh kamera tersebut, tak ada satupun yang terlewatkan. Orang yang sadar bahwa ia sedang diawasi akan waspada dan menjaga setiap gerak-gerik dan ucapannya. Ia tidak akan gegabah dan asal-asalan. Semuanya diperhitungkan dan dipertimbangkan.

Beda halnya dengan orang yang tidak mengetahui keberadaan kamera tersebut, ia akan berbuat se-maunya, se-enak hatinya. Ia merasa bebas, tidak ada yang mengawasi, melihat perbuatan dan mendengarkan kata-katanya.

Dalam contoh lain, jika seorang anak berjalan dengan bapak yang sangat dicintai dan dihormatinya di pasar. Sang anak akan senantiasa berhati-hati. Ia tidak ingin terlihat melakukan sesuatu yang tidak disenangi bapaknya, karena apabila bapaknya melihat dirinya berbuat jahat, berkata kasar, bapaknya akan marah dan akan jatuhlah kedudukan dirinya di hadapan bapaknya. Dan tentu bagi Allah perumpamaan yang lebih tinggi.

Zikrullah, mengingat Allah, menyebut nama Allah, merasakan kehadiran Allah, menyadari bahwa Allah senantiasa mengawasi diri kita, dimanapun, kemanapun, dan kapanpun, Allah selalu melihat, menyaksikan, dan mengetahui perbuatan kita. Jika ini betul-betul tertanam kuat dalam hati, insya Allah, setiap kata yang kita ucapkan, setiap sesuatu yang kita inginkan, pikirkan, akan selalu kita jaga dan arahkan pada apa yang Allah ridhai.

Maka, ketika kita cinta, maka cinta itu karena Allah. Apabila kita ingin marah, marah itu karena Allah. Jika kita ingin bersedekah, maka sedekah itu karena Allah. Apabila kita ingin berkata, perkataan itu demi mengharapkan ridha Allah swt. Dan tentu hidup seperti ini begitu indah …

Rasa malu pada Allah barangkali telah mulai hilang dalam diri sebahagian orang, atau bahkan banyak orang. Mereka tak malu untuk berbuat nista dan kemungkaran. Tidak malu lagi menjulurkan tangan ini mengambil barang yang haram, tak malu melangkahkan kaki ini ke tempat haram, mengarahkan pandangan mata pada yang haram, berkata bohong, menipu dan seterusnya.

Beberapa wanita yang mengaku muslimah tidak lagi merasa malu membuka auratnya dan memajangnya di depan umum, bahkan ia merasa bangga dengan apa yang dilakukannya. Ia tak lagi merasa malu berpegang tangan, berfoto mesra dengan laki-laki yang belum sah menjadi suaminya. Ia telah tertipu oleh hawa nafsunya, dan bisikan setan yang menjadikan para pengikutnya memandang indah dan merasa bangga dengan perbuatan buruk dan tercela.

Begitulah, hilangnya rasa malu telah menjatuhkan derajat kemuliaan seorang wanita pada lembah kehinaan di hadapan Allah dan hamba-hamba- Nya yang beriman.

Dan seorang laki-laki, tak lagi merasa malu melakukan hal yang serupa, berpegang tangan, berfoto mesra dengan wanita yang belum sah menjadi istrinya. Karena hilangnya rasa malu rusaklah agama dan akhlak.

Rasa malu itu telah tertutup oleh asap hitam dan tebal dosa dan maksiat. Oleh asap hitam dan tebal hawa nafsu dan hasutan setan. Oleh kebodohan, syubhat dan syahwat.

Bukankah Rasulullah saw menegaskan bahwa rasa malu itu bagian dari iman. Yaitu malu berbuat segala sesuatu yang tidak disukai dan tidak diridhai Allah. Dengan kata lain, ketika rasa malu itu telah mulai redup atau berkurang, kondisi iman perlu untuk segera dibenahi sebelum rasa malu itu hilang, karena jika rasa malu itu telah hilang, tak malu lagi untuk berbuat dosa dan maksiat.

Seorang hamba yang cinta pada Rabbnya, akan sangat malu jika kedapatan berbuat nista. Cintanya pada Allah menghalanginya untuk menempuh jalan maksiat. Ia sangat takut jika yang dicintainya berpaling darinya, benci, murka dan meninggalkannya. Begitu dalam kesedihan merenggut hatinya.

Namun, cinta pada Allah tidak hadir begitu saja dalam jiwa. Ia butuh pada proses yang harus dilewati, yaitu mengenal Allah. Mengenal Allah melalui firman-firman- Nya, dengan senantiasa dibaca, direnungi, diresapi dalam-dalam. Dengan rajin memperhatikan keindahan, keagungan ciptaan-Nya di jagat raya ini, sembari memikirkan betapa kuasa dan maha luasnya ilmu Allah.

Dengan selalu merenungi dan mensyukuri betapa begitu banyak nikmat-Nya yang telah kita terima selama ini, yang tak akan sanggup kita hitung, mulai dari nikmat yang melekat pada tubuh kita: nikmat melihat, mendengar, berbicara, merasa, berjalan, berpikir, bernafas, dstnya.

Dengan selalu berbicara pada orang lain tentang keesaan Allah, kemahakuasaan Allah, rahmat-Nya, ilmu-Nya, nikmat-Nya dan dengan rajin mendengarkan pembicaraan tentang kebesaran Allah, nikmat –nikmat Allah dari orang-orang yang selalu menyebut-Nya di waktu siang dan malam.

Semakin sering dibaca, diperhatikan, didengarkan, diucapkan, akan semakin tumbuhlah rasa cinta itu dalam hati, akan kokohlah keyakinan itu, akan kuatlah iman di dada, akan tumbuhlah rasa rindu itu menggenggam kalbu, akan kuatlah keinginan untuk berjumpa dan betapa malu jika telah dengan sengaja atau khilaf berbuat sesuatu yang tidak disukai Allah..

Allahu akbar….

Ya Allah, Engkau selalu melihat kami siang-malam, kapanpun dan dimanapun kami berada. Ya Allah anugerahkanlah pada kami rasa malu bermaksiat pada-Mu. Amin..

::::Menjadi Wanita Sholehah::::

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu

memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga


FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
--------------------------
-------------

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:

" Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."

Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:
"Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:

" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir."

3) Mudah terpedaya dengan syahwat
4) Lemah iman
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.

Suamiku,kekasih terbaikku. . . . .


Suamiku,kekasih yang selalu setia bersamaku. . . . .
Kekasih yang senantiasa mendampingiku dalam setiap waktu dan situasi. . . .
Kekasih yang senantiasa membimbingku. . . .
Ya dialah suamiku,kekasih terbaikku. . . . .

___________________
Tak pernah sedikitpun ia berniat meninggalkan aku dan mencari wanita lain saat aku tak bisa memberikan keturunan padanya. Tepatnya 6 tahun yang lalu,saat aku tengah mengandung dengan usia kandungan yang menginjak 7 bulan. Aku mengalami keguguran dan pendarahan yang hebat sehingga dengan terpaksa dokter memutuskan mengangkat rahimku demi keselamatan nyawaku.
Saat itulah aku merasa aku bukanlah wanita yang sempurna karena aku tak bisa memberikan keturunan pada suamiku. . . .
Bukanlah waktu yang singkat bagi kami untuk menjalani hari-hari sepi tanpa hadirnya seorang buah cinta yang selalu dinanti oleh pasangan suami istri pada umumnya.
Kehampaan kadang menghampiri tapi suamiku seakan tahu isi hatiku.Ia sering mengajakku mengunjungi panti asuhan.Dimana banyak anak-anak kecil yang bisa menghilangkan kerinduanku pada sosok seorang anak.

Malam itu aku mencoba menyampaikan apa yang ada dalam hatiku padanya.
"yah,tidakkah ayah mencari ibu bagi anak-anak ayah. . .?",tanyaku.
Sejenak ia terdiam,lalu menatapku dengan senyum yang menghias wajahnya. . . .
"bunda,cukup bagi ayah menjadikan bunda pasangan hidup ayah baik didunia maupun diakherat kelak,insya'Allah.Ayahpun tak ingin melukai hatimu bunda",jawabnya dengan penuh kasih.
"tapi ayah,sungguh bunda ikhlas jika ayah mencari seseorang wanita yang bisa memberikan keturunan pada ayah"jawabku lirih.
"bunda,ayah bersyukur Allah telah mengaruniakan ayah istri sholehah seperti bunda.
Seorang istri yang senantiasa membangunkan ayah disepertiga malam terakhir,
seorang istri yang selalu mencuci kaki ayah,
seorang istri yang patuh,dan menerima ayah apa adanya,
seorang istri yang senantiasa memperlihatkan senyumnya pada ayah. . .
Itu semua sudah cukup bagi ayah. ."
subhanallah,tanpa kusadari butiran bening itu mengalir mendengar apa yang diucapkan olehnya. . . .
"bunda,ayahpun tak ingin mengingkari janji yang pernah ayah ikhrarkan saat hari kita dihalal dulu,pun belum tentu ada wanita sepertimu dizaman sekarang ini,dan ayah adalah lelaki yang beruntung bisa memiliki istri sepertimu. . .
Tidak ada pemberian yang lebih baik kepada seseorang setelah pemberian iman kecuali wanita yang sholehah"

ku tatap lekat wajahnya,ketulusan dan kasih sayang yang begitu tampak diwajahnya,
akupun memeluknya dengan tangisku yang tak tertahankan. . . .
"ayah,terima kasih atas segala yang telah ayah berikan pada bunda",ucapku diiringi isak tangis.
"itu sudah menjadi kewajibanku bunda,
aku akan setia mendampingimu,
menjadi perisai bagimu,
menjadi penentram bagi jiwamu. . . ."

subhanallah ,betapa Maha Besarnya Engkau telah megaruniakan aku pasangan yang membuat hidupku menjadi sempurna. . . .
Nikmat mana lagi yang harus aku dustakan?
Mungkin Engkau tidak menitipkan malaikat kecil-MU padaku,tapi sungguh aku bersyukur Engkau telah menitipkan seseorang kekasih yang begitu mencintaiku,seseorang yang memberiku kesempatan untuk meraih surga-Mu. . . . . . . . .

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥Ummu Habibah♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Inilah sosok wanita yang patut dijadikan teladan bagi muslimah zaman sekarang. Bagaimana tidak? orang-orang terdekat dan dicintainya merupakan musuh baginya. Mereka berusaha memurtadkan dan memalingkannya dari jalan kebenaran. Dialah salah seorang ummul mukminin yang banyak diuji keimanannya.

Sosok tersebut adalah Ramlah binti Abu Sufyan, putri seorang pemuka Quraisy dan pemimpin orang-orang musyrik hingga penaklukan Mekah. Akan tetapi, Ramlah binti Abu Sufyan tetap beriman sekalipun ayahnya memaksa dirinya untuk kafir ketika itu. Abu Sufyan tak kuasa memaksakan kehendaknya, justru anaknya menunjukkan pendirian yang kuat dan kemantapan tekad. Beliau rela menanggung beban yang melelahkan dan beban berat karena memperjuangkan akidahnya.

Pada mulanya beliau menikah dengan Ubaidullah bin Jahsy, seorang muslim seperti beliau. Tatkala kekejaman kaum kafir terhadap kaum muslimin, Ramlah hijrah menuju Habsyah bersama suaminya. Disanalah beliau melahirkan seorang anak perempuan, yang diberi nama Habibah. Dengan nama anaknya inilah beliau dijuluki (Ummu Habibah).

Ummu habibah senantiasa bersabar dalam memikul beban lantaran memperjuangkan diennya dalam keterasingan dan hanya seorang diri, jauh dari keluarga dan kampung halaman, bahkan terjadi musibah yang tidak dia sangka sebelumnya. Beliau bercerita, “Aku melihat dalam mimpi, suamiku dengan bentuk yang sangat buruk dan menakutkan. Aku pun terperanjat dan bangun, kemudian aku memohon perlindungan kepada Allah SWT dari hal itu. Ternyata tatkala pagi suamiku telah memeluk agama Nasrani. Kuceritakan mimpiku kepadanya, namun ia tidak menggubrisnya.”

Suaminya mencoba dengan segala kemampuan untuk memurtadkannya, namun Ummu Habibah tetap tak bergeming. Bahkan beliau justru mengajak suaminya untuk kembali ke Islam, walaupun ditolak mentah-mentah dan malah suaminya semakin asyik dengan khamr. Hal ini berlangsung hingga ia meninggal.

Hari-hari berlalu di bumi hijrah, dengan ujian-ujian berat menemani Ummu habibah. Terapi dengan keimanan yang dikaruniakan Allah SWT, dirinya mampu menghadapinya. Suatu malam, dia melihat dalam mimpinya ada yang memanggilnya “Wahai ummu mukminin…!”. Beliaupun terperanjat bangun. Beliau menakwilkan mimpi tersebut bahwa Rasulullah SAW kelak akan menikahinya.

Setelah selesai masa iddah-nya, tiba-tiba ada seorang budak wanita (jariyah) dari Najasyi yang memberitahukan kepada beliau bahwa Rasulullah SAW telah meminangnya. Alangkah bahagianya beliau mendengar kabar gembira tersebut, sehingga beliau berkata, “Semoga Allah memberikan kabar gembira untukmu.” Lantas karena senangnya, beliau menanggalkan gelang kakinya lalu diberikan kepada budak wanita yang membawa kabar tersebut. Setelah itu, beliau meminta Khalid bin Sa’id bin Al-‘Ash untuk menjadi wakil baginya menerima lamaran raja Najasy. Rasulullah bertemu dengannya pada tahun ke enam atau ke tujuh Hijriyah. Kala itu Ummu Habibah berumur 40 tahun.

Ummu Habibah menempatkan urusan agama pada tempat yang pertama. Beliau utamakan akidahnya daripada keluarga. Beliau menyatakan bahwa loyalitas beliau adalah untuk Allah dan Rasul-Nya bukan untuk seorang pun selain keduanya.

Dikutip dari majalah Nikah Vol. 5, No. 5, Agustus 2006

Bidadari yang Cantik Jelita

Mereka sangat cangat cantik, memiliki suara-suara yang indah dan berakhlaq yang mulia. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu. Siapapun ingin bertemu dengan mereka, ingin bersama mereka dan ingin hidup bersama mereka.

Semuanya itu adalah anugrah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan sifat-sifat terindah kepada mereka, yaitu bidadari-bidadari surga. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati wanita-wanita penghuni surga sebagai kawa’ib, jama’ dari ka’ib yang artinya gadis-gadis remaja. Yang memiliki bentuk tubuh yang merupakan bentuk wanita yang paling indah dan pas untuk gadis-gadis remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari, karena kulit mereka yang indah dan putih bersih. Aisyah RadhiAllohu anha pernah berkata: “warna putih adalah separoh keindahan”

Bangsa Arab biasa menyanjung wanita dengan warna puith. Seorang penyair berkata:

Kulitnya putih bersih gairahnya tiada diragukan
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan
dia menjadi perhatian karena perkataannya lembut
Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat

Al-’In jama’ dari aina’, artinya wanita yang matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam, dan yang berwarna puith sangat putih, bulu matanya panjang dan hitam. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik, yaitu wanita yang menghimpun semua pesona lahir dan batin. Ciptaan dan akhlaknya sempurna, akhlaknya baik dan wajahnya cantk menawan. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang suci. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci.” (QS: Al-Baqarah: 25)

Makna dari Firman diatas adalah mereka suci, tidak pernah haid, tidak buang air kecil dan besar serta tidak kentut. Mereka tidak diusik dengan urusan-urusan wanita yang menggangu seperti yang terjadi di dunia. Batin mereka juga suci, tidak cemburu, tidak menyakiti dan tidak jahat. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang dipingit di dalam rumah. Artinya mereka hanya berhias dan bersolek untuk suaminya. Bahkan mereka tidak pernah keluar dari rumah suaminya, tidak melayani kecuali suaminya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang tidak liar pandangannya. Sifat ini lebih sempurna lagi. Oleh karena itu bidadari yang seperti ini diperuntukkan bagi para penghuni dua surga yang tertinggi. Diantara wanita memang ada yang tidak mau memandang suaminya dengan pandangan yang liar, karena cinta dan keridhaanyya, dan dia juga tidak mau memamndang kepada laki-laki selain suaminya, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair: Ku tak mau pandanganmu liar ke sekitar jika kau ingin cinta kita selalu mekar.

Di samping keadaan mereka yang dipingit di dalam rumah dan tidak liar pandangannnya, mereka juga merupakan wanita-wanita gadis, bergairah penuh cinta dan sebaya umurnya. Aisyah RadhiAllohu anha, pernah bertanya kepad Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, yang artinya: “Wahai Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, andaikata engkau melewati rerumputan yang pernah dijadikan tempat menggembala dan rerumputan yang belum pernah dijadikan tempat menggambala, maka dimanakah engkau menempatkan onta gembalamu?” Beliau menjawab,”Di tempat yang belum dijadikan tempat gembalaan.” (Ditakhrij Muslim) Dengan kata lain, beliau tidak pernah menikahi perawan selain dari Aisyah.

Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepada Jabir yang menikahi seorang janda, yang artinya: “Mengapa tidak engkau nikahi wanita gadis agar engkau bisa mencandainya dan ia pun mencandaimu?” (Diriwayatkan Asy-Syaikhany)

Sifat bidadari penghuni surga yang lain adalah Al-’Urub, jama’ dari al-arub, artinya mencerminkan rupa yang lemah lembut, sikap yang luwes, perlakuan yang baik terhadap suami dan penuh cinta. Ucapan, tingkah laku dan gerak-geriknya serba halus.

Al-Bukhary berkata di dalam Shahihnya, “Al-’Urub, jama’ dari tirbin. Jika dikatakan, Fulan tirbiyyun”, artinya Fulan berumur sebaya dengan orang yang dimaksudkan. Jadi mereka itu sebaya umurnya, sama-sama masih muda, tidak terlalu muda dan tidak pula tua. Usia mereka adalah usia remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan mereka dengan mutiara yang terpendam, dengan telur yang terjaga, seperti Yaqut dan Marjan. Mutiara diambil kebeningan, kecemerlangan dan kehalusan sentuhannya. Putih telor yang tersembunyi adalah sesuatu yang tidak pernah dipegang oleh tangan manusia, berwarna puith kekuning-kuningan. Berbeda dengan putih murni yang tidak ada warna kuning atau merehnya. Yaqut dan Marjan diambil keindahan warnanya dan kebeningannya.

Semoga para wanita-wanita di dunia ini mampu memperoleh kedudukan untuk menjadi Bidadari-Bidadari yang lebih mulia dari Bidadari-Bidadari yang tidak pernah hidup di dunia ini. Wallahu A’lam

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥Jodoh dan Kedewasaan Kita♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para Muslimah. Kemana pun mereka melangkah,
pertanyaan-pertanyaan “kreatif” tiada henti membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang
pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?

Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita.
Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi ‘bagian masalah’, namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri.

Di sini orang berlomba mengajukan “standardisasi” calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.

Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan,“Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?” Memang, ada juga jawaban lain, “Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja.” Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum pun mahal.

Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah.
Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini.

Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu, menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.

Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah,bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.

Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan?

Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya.
Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.

Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh,jika kita tidak pernah siap untuk itu? “Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya.” (QS Al Baqarah, 286). Di balik fenomena “telat nikah” sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT.

Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati
seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada.

Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun bertanyalah, sudah dewasakah aku?

Wallahu a’lam bisshawaab.

wassalamu’alaykum wr wb

Friday, July 23, 2010

●●AWAS FUTUR●●

Saat futur..Hati sering takabur..
Diri makin jarang bersyukur..
Seakan diri lupa akan adzab kubur..
Saat futur..
Ingat Allah yang tak pernah tidur..
Ingat malaikat yang mencatat amal kita dan mereka selalu jujur..
Saat futur..Sesungguhnya ujian keimanan yang bertutur..
Ujian ketangguhan untuk bangkit,
...tidak berlama-lama jatuh tersungkur.
.Saat futur..
Shalat wajib dikerjakan dengan waktu yang sengaja diundur..
Tilawah juga jadi tak teratur..

Saat futur.....
Waktu qiyamul lail habis untuk mendengkur..
Hijab juga tak lagi bisa diukur..

Saat futur..
Kualitas ibadah kendur..
Alunan murotal tak lagi membuat hati terhibur..

Saat futur..
Waktu syuro bukannya fokus bahas agenda, malah sukanya ngelantur..
Waktu online Facebook, hobinya buat status yang ngawur..

Saat futur..
Hati girang karena liqo sering libur..
Setoran hapalan Qur'an jadi seperti layangan yang mudah ditarik ulur.
==========================
==========
Futur adalah Sebuah istilah dimana kondisi ruhiyyah seseorang sedang dalam kondisi menurun. Atau bisa dikatakan, futur adalah penurunan semangat beribadah.Ketika seseorang yang biasa bersemangat shalat dhuha 12 rakaat dalam satu hari, kemudian menurun atau tiba-tiba kehilangan semangat, maka itulah futur. Atau ketika seorang yang senantiasa melakukan amar ma’ruf nahi munkar, tapi suatu waktu kemudian semangat amalnya menurun dan bahkan mungkin ketika kondisi seperti itu terus dibiarkan, akhirnya ia sendiri melakukan penyimpangan-penyimpangan amal.

Futur itu memiliki tingkatan-tingkatan. Ada futur yang masih tergolong rendah dan ada futur yang sampai pada taraf kronis. Futur yang terbilang rendah, biasanya tergambar dalam penurunan kualitas dan kuantitas ibadahnya saja. Artinya ia masih berada di rel yang benar, ia masih mengikuti gerbong Al-Qur'an dan as-Sunah. Meskipun, kadang ia tertatih-tatih di rel itu, dan bahkan teringgal di belakang.

Futur yang seperti ini, pada permulaannya memang tidak terlalu berbahaya, karena hal itu merupakan tabiat manusia, bahkan itulah mungkin yang dimaksud dengan al-imanu yazidu wa yanqusu, Iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang. Fluktuatif keimanan merupakan hal yang wajar bagi setiap orang, karena tidak ada di dunia ini manusia yang selamanya benar, seperti halnya tidak ada yang selamanya salah.

namun, ketika kondisi seperti itu terus dibiarkan dalam rentang waktu yang cukup lama, maka tentu saja lambat laun ia akan merosot dan terus merosot. Kualitas keimanannya semakin lama akan semakin rendah dan lemah. Dan bahkan mungkin saja, ia akhirnya terperosok pada futur yang kronois. Bukan hanya penurunan kuantitas dan kualitas ibadahnya saja yang nampak pada dirinya, akan tetapi, lebih besar dari itu, ia tidak lagi berada pada rel ketaatan. yang digambarkan dengan beralihnya taat menjadi maksiat, pahala dengan dosa. Na'udzubillah min dzalik.

Rahasia di Balik Kebahagiaan٠•●♥•.

Jika kita berbicara tentang KEBAHAGIAAN maka tentu akan bermakna variatif dan relatif, tergantung dari sudut pandang seseorang melihatnya. Berbeda sumber, latar belakang dan pengetahuan seseorang maka sudah barang tentu akan berbeda pula ketika ia mendefinisikan dan atau memaknai bagaimana sebenarnya hakikat kebahagiaan tersebut. Untuk sekedar berbagi tentang sumber, latar belakang dan pengetahuan saya seputar bagaiman kebahagiaan tersebut bisa diraih, berikut ini saya paparkan sebanyak 17 item rahasia di balik kebahagiaan:

1. Menerima dan bersyukur atas segala ketentuan dari Allah SWT baik senang atau susah, lapang atau sempit, kaya atau miskin, sehat atau sakit, baik atau buruk dengan tetap berikhtiar, berdoa, ikhlas, sabar dan tawakal.

2. Telah menikah; a. Dengan pasangan yang shalih/shalihat, b. Punya kendaraan, c. Punya rumah yang representatif, d. Punya tetangga rumah yang baik hati dan atau berada di lingkungan yang islami dan kondusif, e. Tempat ma’isyah/mencari nafkah keluarga tidak terlalu jauh dari rumah.

3. Punya orang tua dan keluarga dekat yang hanif, sangat sayang, perhatian, dan pengertian.

4. Dapat menjalankan sholat 5 waktu tepat pada waktunya (berjamaah).

5. Punya hobi, waktu luang dan aktivitas sosial yang menyenangkan.

6. Bagaimana membuat orang lain bisa bahagia.

7. Bagaimana sebenarnya perhatian kita terhadap kebaikan yang ada dalam diri orang lain. Dan bila diibaratkan maka hidup ini bagaikan lukisan. Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sampai mendetail adalah lihatlah lukisan tersebut di bawah sinar yang terang. Bukan melihatnya di tempat yang tertutup dan gelap.

8. Selalu berani menghadapi kesulitan jika ia datang dan tidak malah kemudian lari atau menghindar. Karena sesungguhnya kesulitan itu ada adalah untuk dihadapi dan bagaimana cara menyelesaikannya.

9. Semakin banyak kita berlatih dan berhasil menyelesaikan masalah sendiri tanpa menjadi beban buat orang lain.

10. Dapat memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya buat orang lain dengan ikhlas tanpa berharap sesuatu pun. Air yang mengalir dengan bebas selalu lebih segar dan jernih daripada air yang diam dan tidak mengalir.

11. Selalu bisa belajar dari orang lain. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu maka sesungguhnya semakin mudah bagi orang lain untuk menemukan kekurangan Anda. Namun semakin anda menyampaikan sesuatu yang Anda tahu kemudian diiringi dengan membuat Anda lebih banyak tahu daripada sebelumnya maka beruntunglah Anda. Karena sesungguhnya, ilmu itu tidak terbatas.

12. Memandang dan memperlakukan orang lain seperti diri Anda dan keluarga besar Anda. Karena sesungguhnya setiap ciptaan Allah SWT adalah pasti bermanfaat dan ia ada karena kehendak-Nya semata.

13. Dapat tersenyum dan tertawa bersama orang lain sebagai sahabat dan bukan tersenyum sinis atau menertawakan mereka sebagai hakim.

14. Tidak sombong. Bila Anda rendah hati dan menganggap mereka penting maka Anda akan di terima sebagai sahabat di manapun Anda berada.

15. Menerima orang lain apa adanya dan sebagaimana yang ia inginkan tanpa masalah. Kemudian sadar dan menerima segala perbedaan yang pasti akan ada. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunga yang tumbuh adalah sama dengan warna bunga yang sama pula?

16. Menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain kemudian dapat saling berbagi pengalaman hidup dan saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

17. Memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada nilai dari sebuah barang atau apapun bentuknya; lebih berharga daripada kita mengurusi urusan kita sendiri padahal pada saat yang sama ada sahabat kita yang sangat membutuhkan bantuan kita; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran subjektif dalam perkara yang tidak prinsipil, padahal ada kebenaran objektif dalam diri orang lain..

●●Jangan pernah menyerah….. Dan jangan putus asa●●

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik
untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.

“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”.

“Ya,” jawab pria itu.

“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik.
Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.

“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.

“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah,” kataNya.

“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, “kata Tuhan kepada pria itu.

“Tahukah kamu, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”

“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu. “

“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.
“Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.”

“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.”

“Saya akan menjulang setinggi apa ?” tanya pria itu.

“Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?” tanya Tuhan

“Setinggi yang bisa dicapainya,” jawab pria itu.

“Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu, ” kata Tuhan.

Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.

•●♥•.Sebuah Renungan Hidup٠•●♥•

ALLAH yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.

Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.

Mulailah sekarang...
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.

Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.

Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan, tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan.

Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.

Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.

Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah....hati seorang wanita .

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga

Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain... tapi menyesallah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.

Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.

Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan , kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.

Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.

Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.

Kamu tak bisa mengubah masa lalu....
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila Kamu mengisi hati kamu .....
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.

Surat Untuk Anak-anakku

“Anak-anakku… Cahaya orang tua…”

Pagi tadi, ketika kita semua duduk dan sarapan (minus ayah, suami tercinta yang sedang bertugas…. ) Ibu “baru melihat”… You are grown up. Si Sulung…, sudah demikian dewasa, dengan jilbab putih, engkau tampak ayu dan “bermartabat” sebagai muslimah. Abang… mulai nampak “gurat ketegasan” diwajahmu. Sikecil aini… juga sudah mandiri dengan dapat mengungkapkan apa yang ingin kau makan, dan rapih… makan sendiri.

Ada haru…, kalian sudah mulai “menapak” hidup kalian masing-masing. ibu jadi “sadar”… akan ada masanya kalian akan “lepas” dan “bertanggung jawab” sendiri tidak lagi bergantung pada kami, ibu dan bapakmu.

Sayangku… ibu minta maaf, ibu merasa ibu masih kurang dapat mendidikmu dengan baik, seharusnya kalian bisa mendapatkan lebih baik dari apa yang sudah ibu berikan pada kalian selama ini.

Ibu tidak punya pendidikan agama yang cukup, ibu tidak punya kepekaan yang tinggi sebagi ibu, ibu tidak punya cukup tenaga untuk selalu melindungimu dari dampak negatif derasnya “globalisasi”. Ibu banyak melarangmu melakukan hal-hal yang “lumrah” untuk anak-anak seusiamu.. (misalnya main PS tiap hari, ngobrol ngalor-ngidul berjam-jam, dsb), Ibu banyak “memaksamu” misalnya… kursus bahasa Inggris, mengaji… dsbnya yang tidak begitu menarik bagimu. Seringkali dihujan yang sangat deras…, ibu tetap memaksamu, mengantarmu naik motor ketempat les. (sungguh saat itu, ibu juga “nelangsa” karena ibu tahu kita semua diatas motor kedinginan) , membangunkanmu dan mengajakmu sholat tahajud diwaktu malam, padahal saat itu engkau pasti ngantuk berat…. Maafkan sayang- maafkan ibumu ini.

Ibu berharap engkau ikhlas,… dan memaafkan ibu.. Ibu berharap dan berdoa apa-apa yang telah engkau lalui dengan keterpaksaan itu, akan menjadi pintu kebaikan dimasa depan, duniamu dan akhiratmu.

Anak-anakku sayang… ibu juga memohon pada Allah agar kalian akan terus melangkah… men”jadikan perjuangan dan penderitaan” sebagai bagian dari upaya kita meraih “Insan Kamil”. Jangan pernah menyerah pada apapun anakku. Allah tidak akan pernah lengah walau sepermilyard detik, mengawasi hamba-hambaNYA. Dan Allah akan melihat setiap proses dari perjuangan kita, tidak hanya hasil akhirnya {(kata para ustadz) apa-apa yang diperjuangkan dengan susah payah dan istiqomah punya “nilai lebih”}

Siang malam ibu mendoakan kebaikan kalian. Ya… sayang… Maafkan ibu….

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥SELAMAT JALAN WAHAI SAHABAT ♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

SAHABAT adalah seseorang yang ada bersama dengan kita ketika kita sedang susah atau senang, SAHABAT selalu meringankan beban kita ketika kita susah, sahabat akan selalu ikut senang apabila kita senang, SAHABAT selalu memberikan nasehat ketika kita merasa bimbang, SAHABAT akan mengingatkan kita kalau kita berbuat salah, SAHABAT akan mensupport apabila kita melakukan kebaikan, SAHABAT akan merasakan empati bukan simpati ketika kita sedang sedih.

SAHABAT walaupun kini kau telah pergi mendahului kami meninggalkan dunia yang fana ini, namun kenangan bersama kamu tetap terngiang di mataku, bantuan demi bantuan yang telah kau berikan kepadaku takkan bisa aku lupakan, kau yang selalu memberikan nasehat dan petuah kepada ku.

Wahai…SAHABAT- ku yang telah pergi mendahului aku meninggalkan dunia ini, kembali kepada yang KhAlik semoga amal ibadah kamu diterima disisiNya. Dan mendapatkan apa yang kamu cita-citakan, yang pernah kamu inginkan yang belum sempat kamu dapatkan di dunia yang fana ini yaitu istri yang cantik jasmani dan rohani, sholehah, itulah cita-cita kamu dulu, dan mudah-mudahan Allah akan mengganti dengan bidadari-bidadari yang cantik jelita di surga dan kekal di dalamnya, Amiin. SAHABAT DOAKU SELALU MENYERTAIMU
(tribute Yosi Indriawan)

Bersyukur

Hari ini aku pergi belanja ke sebuah swalayan di dekat rumah, setelah berbelanja aku pergi ke kasir untuk membayar, setelah selesai menghitung belanjaanku aku membayar dengan selembar uang lima puluh ribuan, wanita yang menjadi kasir itu memberikan selembar uang seribuan kembalian dari belanjaanku, aku langsung menolaknya dan mengatakan kembaliannya permen karet itu saja mbak, sambil menunjuk sebuah permen karet di sebuah rak yang berada tepat diatas kepalanya, dengan susah payah wanita itu berdiri, ternyata, dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Astagfirullahhalazim aku malu sekali, Namun ketika lewat dia tetap tersenyum kepadaku.

Ya Allah, maafkan aku bila aku selalu mengeluh. Aku masih mempunyai sepasang kaki untuk berjalan di duniamu yang luas ini.

Di perjalanan pulang aku singgah di sebuah warung untuk membeli batere lampu senterku yang sudah mati, Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira, setelah membayar aku berbicara dengan anak itu, "namamu siapa" Arif om, jawabnya dengan tersenyum, kamu kelas berapa, saya tidak sekolah om, looh kenapa kamu tidak sekolah, belum sempat anak itu menjawab pertanyaanku, tiba-tiba seorang ibu muncul dari dalam rumah, rupanya ibu itu mendengar percakapan kami di luar, "Arif tidak sekolah dek, karena dia buta, sejak kecil dia tidak bisa melihat, dan dia tidak bisa sekolah karena matanya yang tidak bisa melihat itu.

Ya Allah, maafkan aku, aku masih mempunyai sepasang mata untuk membaca dan melihat semua kebesaranMu tetapi aku masih sering
mengeluh.

Sementara aku berjalan, aku bertemu dengan kumpulan anak-anak kecil yang bermain dengan riangnya, di sudut aku melihat seorang perempuan kecil dengan rambut yang lurus dan bola mata yang indah tetapi ia hanya berdiri dan diam melihat teman-temanya bermain, aku mendekatinya, "dek, kog nggak main sama teman-temannya?" ia hanya diam membisu, lalu aku menyentuh pundaknya dan bertanya sekali lagi padanya, Gadis kecil itu memandang ke depan tanpa bersuara, lagi-lagi aku beristigfar dalam hati (Astagfirullahhalazim), Gadis kecil ini tidak bisa mendengar.

Ya Allah, maafkan aku, aku masih mempunyai sepasang telinga untuk mendengar senandung Al-Quran dan ceramah2 agama tetapi aku lebih memilih mendengarkan alunan musik di radio dan stasiun televisi favoritku.

Dengan dua kaki aku bisa berjalan kemanapun aku mau
Dengan sepasang mata aku bisa melihat matahari terbit dan matahari terbenam
Dengan dua telinga aku bisa mendengarkan azan dan lantunan ayat-ayat suci al-Quran

Ya Allah, maafkan aku yang kurang bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan, maafkan aku yang selalu mengeluh, maafkan aku…

SAYA BELAJAR

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...

Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tehun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menhancurkannya...

Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik...

Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya...

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa tumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa di antaranya melahirkan cinta sejati...

Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya...

Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu mereka pasti pernah melukai perasaan saya... dan untuk itu saya harus memaafkannya...

Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus...

Saya belajar, bahwa lingkungan dapat memengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang telah saya lakukan...

Saya belajar, bahwa dua menusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang bebeda...

Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya...

Saya belajar, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati...

Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...

Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis...

Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai...

Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering di ambil segera dari kehidupan saya...

Ya Rabb... ampunilah...........

Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, juga kepada keluarganya, istimewakan mereka dengan kesejahteraan-Mu yang paling mulia serta rahmat, keselamatan dan keberkehan-Mu

Istimewakan pula Ya Allah, kedua orang tuaku dengan kemuliaan dan kesejahteraan-Mu, Wahai yang Maha Penyayang

Ya Allah, berilah aku petunjuk untuk mengetahui apa yang mesti aku lakukan kepada keduanya, berilah aku kemampuan mengetahui semua kewajiban itu secara sempurna
Lalu bawalah aku kepada apa yang Engkau tunjukkan, berilah aku kemampuan melaksanakannya sesuai yang Engkau putuskan padaku sehingga aku tak luput mengamalkan apa yang telah Engkau ajarkan padaku, tidak pula diberatkan oleh beban kewajiban yang Engkau limpahkan kepadaku

Ya Allah, limpahkan sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau muliakan kami dengannya
Sebagaimana Engkau wajibkan bagi kami hak terhadap makhluk-Mu karenanya

Ya Allah, buatlah aku takut kepada kedua orang tuaku seperti rasa takut kepada penguasa yang tegas, buatlah aku berbakti kepada keduanya sebagaimana kebajikan seorang ibu yang pengasih
Jadikan ketaatanku dan kebaktianku kepada kedua orang tuaku sebagai rasa kasih yang lebih menyenangkan hati daripada tidurnya orang-orang yang mengantuk dan lebih terasa segar di dada, daripada segarnya minuman orang-orang yang haus sehingga aku bisa mendahulukan keinginan mereka daripada keinginanku sendiri
Dan mengutamakan keridhaannya daripada keridhaanku sendiri dan menganggap banyak kebaikannya kepadaku meskipun itu sedikit dan menganggap sedikit kebaktianku kepada mereka meskipun banyak

Ya Allah, rendahkanlah suaraku di hadapan mereka, hiasilah ucapanku dengan kata manis kepadanya, lembutkanlah setiap tingkah dan kelakuanku, isilah hatiku dengan rasa kasih sayang kepadanya, biarlah aku tetap menyertainya dan tetap merindukannya

Ya Allah, balaslah kebaikan mereka atas pendidikan yang diberikan padaku, dan berilah ganjaran penghargaan kepada mereka karena telah memuliakanku, serta peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku di waktu kecil

Ya Allah, apapun yang menimpa mereka apakah itu berupa kesalahan yang aku perbuat, tingkah laku yang tidak menyenangkan mereka atau kelalaian yang aku perbuat, jadikanlah itu semua sebagai penebus dosa-dosa mereka, pengangkat derajat mereka, penambah kebaikan mereka, Wahai yang Mahakuasa merubah segala kesalahan menjadi kebaikan yang berlipat ganda

Ya Allah, apapun kesalahan yang mereka perbuat padaku berupa perkataaan atau perbuatan yang kelewat batas atau menyia-nyiakan hakku atau melalaikan kewajibannya, maka semua itu aku serahkan segala yang baik kepada mereka
Dan aku mengharap Engkau mengampuni kesalahan mereka, aku tidak menuduh mereka, tidak pula melalaikan berbakti kepada mereka dan tidak pula mencela segala yang diperbuatnya kepadaku, karena merekalah yang justru berhak atas diriku sendiri, yang lebih mulia berbuat baik kepadaku, yang merupakan karunia besar buatku, daripada aku menuntut keadilan atau membalas mereka sesuai perbuatannya

Bagaimana Ya Illahi, panjangnya masa mereka mengurusku?, bagaimana pula beratnya kelelahan mereka dulu dalam menjaga dan memeliharaku?, bagaimana pula pengorbanan mereka dulu dalam melapangkan hidupku?
Sungguh besar jasa mereka dalam mengurus kepentinganku, aku tak mampu membalas kebaikan mereka hanya dengan melaksanakan semua kewajibanku kepada mereka, dan aku tidak mampu memenuhi semua kewajiban berbakti kepada mereka

Ya Allah, limpahkanlah sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, Wahai Yang terbaik dimintai pertolongan, tolonglah aku, Wahai Yang terbaik dimintai harapan, tunjukilah aku jalan yang benar, janganlah Engkau mesukkan aku ke dalam golongan orang yang durhaka kepada ayah dan ibuku, hari dimana semua jiwa akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya dan mereka tidak akan dizalimi

Ya Allah, limpahkanlah sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluarganya serta keturunannya, istimewakan pula kedua orang tuaku sebagaimana Engkau berikan kepada ayah dan ibu dari hamba-hamba-Mu yang beriman Wahai yang Maha Penyayang

Ya Allah, Janganlah Engkau membuatku lupa mengingat kedua orang tuaku di setiap akhir solatku dan di setiap saat di malam hariku dan di setiap waktu di siang hariku

Ya Allah, limpahkan sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, ampunilah aku dengan doaku kepada mereka, ampunilah pula mereka dengan kebaktianku kepadanya sebuah ampuanan yang pasti, relakan keduanya dengan syafaatku ini, sebuah kerelaan yang meyakinkan, bawalah mereka dengan kemuliaan_mu ke tempat yang aman dan tenteram

Ya Allah, bila ampunan-Mu Engkau dahulukan kepada mereka, maka berikanlah mereka kesempatan memberi syafaat kepadaku, dan jika ampunan-Mu ENgkau dahulukan kepadaku, maka berilah aku kesempatan untuk memberi syafaat kepada mereka, sehingga kami bisa berkumpul dengan kasih sayang-Mu di negeri kemuliaan-Mu dan di tempat maghfirah-Mu

Sesungguhnya Engkau Pemilik Karunia yang agung dan Pemilik keberkahan yang tak pernah henti, Engkau Maha Pengasih dari semua yang mengasihi ...

Jika pada Akhirnya

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
sedang ketegaran akan lebih dikenang nanti.

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa tidak dinikmati saja,
sedang ratap tangis tidak akan mengubah apa-apa.

Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.

Jikalah benci dan marah akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti diumbar sepuas rasa,
sedang menahan diri adalah lebih berpahala.

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
sedang tobat itu lebih utama.

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,
sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya.

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti membusung dada,
sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia.

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,
sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti.

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti dirasakan sendiri,
sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,
sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.


@ untuk kalian yang sedang merasakan penderitaan, kesedihan, kekecewaan, penyesalan, kegagalan. Ayo saudari-saudariku bangkitlah, tersenyumlah, mengapa kita biarkan diri tenggelam, sedangkan ia akan menjadi masa lalu pada akhirnya.... ^_^v

Semangat.... Laa tahzan, Innallaha ma'anaa


diambil dari buku "Karena Aku Begitu Cantik, catatan harian seorang muslimah"
_Azimah Rahayu_

●●Tujuan Hidupmu●●

Saudaraku...!!!Kerinduan kerap membuncah dalam hati, ketika yang dirindukan masih jauh dari kenyataan. Setelah bertemu, semuanya menjadi begitu biasa. Kitapun limbung untuk melangkah. Selanjutnya, putus asa menjadi begitu akrab menghiasi hari-hari berikutnya.

Ya,,,,,, kelemahan yang telah meluluhlantahkan integritas diri lalu mencampakkannya ke sudut-sudut penyesalan yang tak lagi berguna. Semuanya akibat kelemahan diri(Al-'Ajz) dan Iman, ditingkahi lagi oleh kemalasan yang membuat waktu berlalu percuma. Padahal waktu adalah diri kita. Setiap detik yang berlalu ibarat perginya setiap serpih dari tubuh kita dengan bijak ulama berwejang "Yang lalu telah luput dan yang akan terjadi tidak kita ketahui. Yang tersisa hanyalah waktu di mana saat ini anda berada"Evaluasi diri harus kita lakukan setiap saat, tanpa sekat jam atau hari, tak ada kata menunda(Taswif). Yang ada hanyalah berbuat, berbuat , dan terus berbuat. Lalu biarkan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang menilai hasilnya....Pada titik ini, kita lalu bertanya di mana letak jeda dan rehat?

Bagi seorang mukmin jeda hanyalah sekedar jenak-jenak perpindahan antara suatu kebaikan menuju kebaikan lain. Bukan mengisi kelowongan dengan ketololan yang sering tak berpangkal.Mengkambing-hit
amkan waktu,kesibukan atau kejenuhan yang mendera bukanlah tindakan bijak. Sebab, setelah jiwa puas dengan dalih ini, mulailah syaitan melunakkan hati kita untuk menerima amal saleh kita yang kurang.Masih ada waktu untuk merubah diri, hanya ketabahan disamping kontinyuitas optimisme untuk mengusung perubahan diri dan menerjemahkan dalam bentuk konkrit. Adakah kita sempat merenungkan hal ini ???????

●●SEBUAH RENUNGAN●●

Tuhan menciptakan alam raya dengan segala keindahan dan kemanfaatannya. lantas setelah itu diciptakannya manusia sebagai penghuni bumi. Setelah beberapa lama tinggal, bekerja, berhidup akhirnya manusia merasa lelah dan kesepian.

Manusia pada awalnya diciptakan hanya berumur 30 tahun saja.

Pada usia ke duapuluh tahun,lalu, manusia menghadap pada Tuhan.

"Tuhan, aku lelah bekerja sendiri di dunia"
"lantas, apa maumu?" Tanya Tuhan.
"Aku butuh teman untuk bekerja, teman yang kuat"
"Baiklah, tunggu sebentar"

lantas Tuhan berkarya dengan kuasaya, maka terciptalah binatang yang kuat, bernama Kerbau.

"Nah, ini, kuciptakan teman untukmu bekerja, Kerbau, dan kuberi kerbau ini usia seperti usaiamu, 30 tahun! "
"Tuhan, aku tidak mau selama itu di dunia, apalagi mengabdi pada manusia, cukup beri aku usia 10 tahun saja, itupun sudah terlalu lama" kata Kerbau.
"Lantas, bagaimana dengan 20 tahun yang kamu tolak? Usia itu harus terpakai, nah kamu manusia, maukan kutambahkan 20 tahun lagi untuk tinggal di dunia, menerima kelebihan usia kerbau yang dia tolak?" tanya Tuhan pada manusia.
"Baik, aku terima" tegas jawab manusia.

Kembali waktu berlalu, manusia sudah bekerja lebih nyaman karena ada kerbau yang menggantikan tenaganya. Dan manusia bertambah kaya. lantas, kembali dia mengeluhkan semua itu, bingung lantaran tidak ada yang menjaga kekayaannya. Kembali manusia menghadap tuhan.

"Tuhan, berkat kerbau yang kau ciptakan untukku, sekarang aku semakin bertambah kaya, banyak hasil bumi tersipan di rumah, aku jadi was-was, karena rumah sepi tak ada yang menjaga" keluh manusia.
"Lantas, apa yang kamu maui sekarang?" Tanya Tuhan.
"Bisakah kau ciptakan lagi mahluk untuk menjaga kekayaanku di rumah?"
"baiklah, tunggu sebentar"

Kembali Tuhan berkarya dengan kuasanya, maka terciptalah binatang yang diberi nama Anjing.

"Nah, itu telah kuciptakan penjaga untukmu, dan kuberi Anjing ini usia 30 tahun" kata Tuhan.
"Aku tidak ingin selama itu hidup di dunia" tolak anjing, "cukup 10 tahun saja aku mengabdi pada manusia" jawab Anjing.
"Lantas, bagaimana dengan 20 tahun yang kamu tolak? Usia itu harus terpakai, kerbau, maukan menerima 20 tahun usia lebih ini?
"Tidak, Tuhan, dulu saja aku menolak, apalagi sekarang" tegas sergah Kerbau.
"Bagaimana dengan kamu manusia, maukan kutambahkan 20 tahun lagi?" Tanya Tuhan pada manusia.
"Tentu aku mau" mantab jawaban manusia.

Waktu bergerak lagi. Manusia sekarang makin sukses, nyaman, tenang, namun tetap merasa kesepian. Lantas, kembali dia menghadap Tuhan untuk mengeluh.

"Tuhan, besar anugrahmu pada hidupku, namun sekarang aku merasa kesepian" keluh manusia.
"Apa lagi yang kamu maui sekarang??" Tuhan bertanya.
"Dapatkan kau berikan aku temen bermain?" rajuk manusia.
"hem, baiklah, tunggulah sebantar" jawab Tuhan.

Kekuasaan Tuhan bekerja untuk berkarya, maka terciptalah satu mahluk lagi, dia diberi nama Monyet.

"Nah, ini, kembali kuciptakan teman bermain untukmu, usainyapun kuberi 30 tahun" kata Tuhan.
"Enggak! enggak! enggak mau selama itu, cukup 10 tahun saja!" seru Monyet menyanggah buru-buru.
"Lantas...??"
Belum selesai Tuhan berkata, manusia buru-buru menyahut, "Biar kelebihan usianya aku yang gunakan!"

Demikianlah, segalanya bergerak seiring waktu, berkat proses penciptaan dan tawar-menawar itu kini usia manusia jadi bertambah lama. Awalnya hanya 30 tahun, sekarang menjadi 120 tahun.

Demikian pula segalanya bekerja menuruti sifat usia hewan yang diwarisi manusia karena pengambilalihan usia mereka. Pada usia sampai 50 tahun, manusia masih giat bekerja, tenaganya masih sangat besar. Karena mengambil usaia kerbau selama 20 tahun.

Namun, pada usia 70-90 tahun, sifatnya telah berubah. manusia mulai malas, tinggal di rumah saja, layaknya penjaga, seperti peran anjing peliharaannya. bahkan prilakunya pun menyerupai, apapun yang dirasa tidak nyaman bagi dirinya, manusia ini akan bereaksi dengan kata-kata, urus itu-urus itu, larang ini larang itu, Seperti anjing yang terus saja menyalak sesuka hatinya, tak ada yang benar di matanya.

Dan pada usia, 90 tahun keatas, sifatnya menyerupai monyet, yang hanya senyam-senyum tak karuan, kedap-kedip tidak jelas maksudnya, garuk sana garuk sini tidak ada yang pasti, malas-malasan.

=======================

Ah, demikianlah kisah renungan ini pernah kudengar, cermin untuk diri sendiri, bekal penyadaran, semoga kita bisa berbenah sejak dini, agar sifat kita tetap layaknya manusia yang berakal budi.

semoga mendapat manfaat.

“Doa Seorang Akhwat”

Inilah goresan pena dari sang akhwat yang mendambakan ikhwan sholeh, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.
Yaa……Rabbi……..
Aku berdoa untuk seorang ikhwan yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain
Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku
Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau
Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa sebagai wanita shalehah ketika aku berada di sisinya
Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang
Ya..Rabbi……
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup
Aku tidak mengharap orang yang semulia abu baker Radhiyallahu,
Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu
Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.
Aku hanya mengharap seorang ikhwan akhir zaman,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Membangun keturunan yang sholeh,
Membangun peradaban,
dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat
Karena aku sadar aku bukanlah semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.
Aku hanyalah seorang wanita akhir zaman
yang punya cita - cinta
Ya…..Rabbii …….
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku
Buatlah aku menjadi akhwat yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku
Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat
kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap
Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan…
Amiiiin…

Dimana Dia ..... ??

Assalamu'alaikum. Wr. Wb

Buat sobat-sobat Ikhwan.......
Wahai Para Kesatria, pewaris tanah pusaka
Mengapa dikau gundah gulana
Bukankah terbentang luas taman indah nan warna-warni
Tidakkah kau cium harum semerbak bunga bertebaran di kanan kirimu
Atau kurang cukupkah samudera permata nan elok lagi bersinar menghiasimu

Wahai pemuda pewaris masa depan
Tataplah jauh ke muka
Ada beban luhur yang harus segera engkau pikul
Akan masih banyak tugas menanti untuk engkau ambil alih
Di mana tak akan mampu engkau memikulnya seorang diri
Engkau butuh penghibur yang akan senantiasa menguatkan hatimu ketika dirundung kesenduan
Engkau butuh pendukung yang membuatmu betah berjalan tegak di setiap tugas risalah yang kau tanggung

Wahai temanku yang masih sendiri,
Segeralah temukan teman hidupmu
penyejuk jiwamu kelak

Carilah dia karena sesungguhnya dia itu telah dekat.
Lebarkan matamu, dan buka mata hatimu
Tajamkan pendengaran, dan simak suara kalbumu

Barangkali sang dia telah berada dekatmu
Hanya engkau mempunyai angan yang terlalu tinggi

Mungkin dia berada persis di hadapanmu
Namun engau tidak mau menerima dia apa adanya

Duhai shobatku yang kesepian
Janganlah engkau sia-siakan perhiasan terindah di dunia itu
Kalau dia belum belum berkilau, tugasmulah tuk mengkilapkannya.
Andai dia belum terlihat elok, tanggung jawabmulah untuk menghiasi dirinya dengan perhiasan ahlak yang mulia
Jika dia belum bersinar terang, ladang amalmu-lah untuk menyempurnakan
cahayanya yang masih tersingkap

Lalu apakah lagi yang engkau tunggu... wahai manusia yang telah diciptakan
Rabb-nya secara sempurna..

Wassalamu'alaikum

Agar Dia Selalu Cinta

“Sayang, I love you!” Hari ini entah sudah untuk yang keberapa kalinya suamiku membisikan kata itu dengan lembut tidak saja langsung bibirnya menempel di telingaku, tetapi juga melalui SMS ketika dia sudah di kantor. Biasanya akupun langsung membalasnya, I love you too, mas. Terima kasih telah menjadi suamiku.”

Aku menyadari, aku memiliki beberapa kelebihan, tetapi sesungguhnya kekuranganku jauh melebihi kelebihan yang aku punya. Aku bukan perempuan yang cantik jelita seperti ratu balqis, bukan pula wanita kaya raya seperti ummahatul mu'minin Khadijah. Walaupun tidak buta, tetapi pemahamanku terhadap Islampun masih perlu perbaikan.Tak banyak yang istimewa yang aku punya, makanya aku sangat bersyukur sekali Allah menghadirkan seseorang yang Allah halalkan tidak saja hatinya tetapi juga fisiknya padaku. Walaupun aku hanyalah perempuan biasa, Allah memberiku seorang laki-laki yang sholeh, baik, rendah hati dan amat sangat sayang padaku.

Ibuku pernah berpesan, ada empat perkara yang harus kita perhatikan agar tercipta syurga dunia dalam rumah tangga. Sebagai seorang istri kita memang dituntut untuk memaksimalkan kemamapuan agar indah dipandang mata, sejuk dilihat, tenang ditinggal, membangkitkan gairah, dan menumbuhkan ketaatan suami kepada Allah. Disamping menjadi ibu yang baik dalam mendidik anak-anak kita.

Pertama, mampu memberikan kepuasan di tempat tidur. Tempat tidur adalah ruang yang paling privacy antara kita dan suami. Disanalah biasanya suami mengurai keletihan setelah bekerja seharian. Tempat tidur juga merupakan tempat dimana biasanya suami istri menunaikan hajat seksualnya. Untuk itu istri di tuntut untuk menata tempat tidur dengan baik, bersih dan harum. Istri perlu memahami kebutuhan seksual suami, memenuhi ajakan bersetubuh dengan segera, memberikan kepuasan maksimal dalam bersetubuh, jika perlu tidak ada salahnya istri menawarkan diri.

Kedua, menciptakan keindahan di dalam rumah, menatanya dengan penuh artistik, serta menjaga harta yang ada di dalamnya. Rumah yang besar belum tentu menciptakan ketenangan dan kedamaian. Perabotan yang banyak lagi mahal tidak juga bisa membuktikan penghuninya adalah pasangan yang berbahagia. Keindahan di sini adalah keindahan yang terpancar dari tangan lembut dan keikhlasan penatanya, yaitu istri yang sholehah, qonaah, tawadhu, dan rendah hati.

Ketiga, mendidik dan menjaga anak-anak. Anak-anak adalah amanah, anak-anak adalah investasi, anak-anak merupakan hiburan bagi kita. Anak-anak yang bersih, sehat, cerdas adalah dambaan orang tuanya. Menjadikan anak-anak kita sholeh, cerdas, sehat dan bersih membuktikan keberhasilan kita mendidik mereka. Suami akan bekerja lebih giat untuk mencari nafkah jika melihat anak-anak dalam kondisi seperti ini.

Keempat, saling memaafkan. Suami istri berasal dari dua keluarga yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, adat-istiadat yang berbeda, sifat yang berbeda. Keduanya bukanlah makhluk yang sempurna yang tak pernah salah. Keduanya sama-sama memiliki kekurangan. Meminta maaf terlebih dahulu jika memiliki salah dan segera memaafkan suami serta tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahan yang pernah ada akan menautkan lagi kemesraan kita berdua.

Seorang suami tidak akan memikirkan perempuan lain jika istri mampu menampilkan semua ini dihadapanya. Memberikan kebahagiaan lahir batin, menciptakan suasana segar, serta istri yang menentramkan jiwa. Tak akan pula ada percekcokan, sakit hati atau penyesalan telah mengikat janji berdua dihadapan Allah aza wajalla. Yang ada adalah ungapan sayang, kata-kata mesra, cinta yang selalu berbunga, mudah-mudahan berkah Allah selalu melingkupinya.

Kematian adalah Suatu Kepastian

Kematian..... Ia akan datang tepat waktu, tanpa bisa dimajukan atau diundurkan, kendati barang sedetik............

Saat menghadapi kematian, petugas pencabut nyawa, Malakul Maut akan menyelesaikan tugasnya dengan sangat sempurna.
Apapun sebab kematian, kematian adalah kematian, yang berfungsi untuk mengakhiri kehidupan manusia di dunia.
Untuk kemudian diteruskan perjalanannya menuju alam Barzakh (pemisah).
Sambil menunggu kiamat atau kehancuran alam semesta, dan kemudian kebangkitan, mahsyar (perhimpunan raksasa) dstnya, syurga atau neraka yang akan menjadi tempat kita.

Kalau demikian halnya, pertanyaannya adalah :
Sudahkah kita siap menyambut kematian yang pasti datang saat waktunya tiba?
Apa yang sudah kita persiapkan untuk menyambutnya?
Jangan sampai menunggu kematian itu tiba, nanti kita akan sangat menyesal dan penyesalan saat kematian tiba tidak akan ada gunanya, sudah terlambat, seperti yang Allah swt jelaskan dalam surat Al-Mukmin berikut :

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: Ya Tuhan Penciptaku, kembalikan aku kembali (ke dunia) agar aku berbuat amal shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja (tidak akan didengar Tuhan Pencipta). Dan di hadapan mereka ada barzakh (pembatas) sampai hari mereka dibangkitkan. (Q.S. Al-Mu’min /23 : 99-100).

Sebelum terlambat, mari kita jemput kematian dengan penuh keyakinan dan kesiapan.
Persiapkan diri dari saat ini, detik ini.
Jangan tunggu nanti atau esok, karena ajal kita bukan berada di tangan kita, tapi di tangan Allah Rabbul ‘Alamin.

Agar kita setiap saat siap mejemput kematian, ada beberapa hal yang perlu selalu kita benahi dan perbaiki, baik kualitas maupun kuantitasnya :

1. Evaluasi selalu akidah dan keimanan. Jangan sampai tercampur dengan syirik dan khurafat.
2. Evaluasi selalu amal ibadah, apapun bentuknya; yang wajib maupun yang sunnah. Jangan tercampur dengan riya (ingin dilihat orang) atau bid’ah (yang menyalahi sunnah Rasul Saw).
3. Evaluasi selalu harta dan rezki yang kita peroleh. Jangan sampai tercampur aduk dengan yang haram dan syubhat (yang belum tau status halal atau haramnya).
4. Evaluasi selalu anak dan isteri. Sudahkah mereka dipersiapkan menjadi orang-orang yang shaleh dan siap diselamatkan dari api neraka?
5. Evaluasi ilmu dan pemahaman terkait dengan Islam. Jangan sampai tercampur dengan pemahaman atau pemikiran yang menyimpang dan tidak sejalan dengan Allah swt dan Rasul-Nya.
6. Evaluasi gaya hidup, cara hidup dan orientasi hidup. Jangan sampai menyimpang dari ajaran Islam.
7. Siapkan anugerah yang Allah swt berikan berupa nyawa, harta dan ilmu untuk diinfakkan di jalan Allah swt.

Mari kita renungkan hadits Rasul saw berikut :

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda : “ Apabila manusia mati maka putuslah semua amalannya melainkan tiga perkara; shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang shaleh yang mendoakannya.(Hadits Riwayat Muslim).