Wednesday, November 23, 2011

Mampukah Kita Mencintai Istri Kita Tanpa Syarat?

Eko Pratomo Suyatno, namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri Reksadana di Indonesia dan juga direktur dari Fortis Asset Management yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment.
Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa! Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. Tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno selalu sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.
Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah.
Pada suatu hari saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:
Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.
Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.
Anak-anakku. Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian *sejenak kerongkongannya tersekat* kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya
Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno, dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.
Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit.” Sambil menangis
Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah  dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Wednesday, November 9, 2011

Jika benar aku mencintai mu karena Allah................



oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 18 Mei 2011 jam 13:55

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Wahai diri..

Jika memang kau mencintainya karena Allah

Cintailah dia dengan cara yang benar

Cintailah dia pada saat yang tepat

Ya Robb..

Aku tak akan memaksakan diri hanya untuk sebuah perasaan

Ya Robb..

Jika dia memang jiwa yang telah Kau pilihkan untukku, berikanlah kami jalan dan petunjuk

Jika dia memang takdir bagi ku, pantaskanlah dia untuku dan pantaskanlah diriku untuknya



Ya Robb..

Aku memilihnya karena sebuah keyakinan

Aku terima seluruh kelebihan dan kekurangannya

Aku terima seluruh luka dan bahagia yang menyertai hidupnya

Aku terima dirinya dengan seluruh apa yang telah Engkau berikan untuknya


Ya Robb..

Jika ada dua pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya

Jika ada sepuluh pilhan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya

Jika ada seratus pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya

Dan jika hanya ada satu pilihan, dan tidak ada dia dalam pilihan itu…

Maka aku pun akan menerimanya sebagai pemberian terbaik dari Mu…

Aku tidak akan memaksakan diriku untuk memilihnya

Karena Engkaulah yang Maha Mengetahui

Karena Engkaulah yang Menciptakanku

Karena Engkaulah yang Memelihara diriku


Ya Robb…

Jika dengan menutup cinta ini yang menjadikan Mu Ridhlo kepadaku

Jika dengan mengorbankan perasaan ini Engkau menyelamatkanku

Di saat manusia tergelincir dari jalan-Mu

Maka aku serahkan cinta ini untuk Mu..

Sebagai wujud bakti ku pada Mu

Sebagai wujud syukurku pada Mu


Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..

Aku yakin bahwa tidak ada Ketetapan Mu yang salah

Aku yakin bahwa semua Kehendak Mu sangat terukur

Buatlah aku mencintai pilihan yang Kau berikan

Buatlah aku setia pada pilihan yang Kau berikan

Buatlah aku menyayangi pada pilihan yang Kau amanahkan


Ya Robb..

Dengan segala Kekuasaan Mu

Dengan segala Kekuatan Mu

Dengan segala Keagungan Mu

Hamba mohon pada Mu,

Kuatkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa sempit

Tenangkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa berat

Sesungguhnya hanya dengan PertolonganMu, diri ini bisa menjalani semua ketentuanMu.


Ya Robb buatlah diriku mencintai Mu lebih dari segala makhluk yang telah Engkau Ciptakan

Ya Robb buatlah diriku mencintai Rosululloh, karena Engkau pun mencintainya(Rosululloh)

Inilah isi hatiku, inilah harapanku, inilah keyakinanku…

Aku tidak hanya mencintaimu..

Tapi aku ingin mencintaimu karena Allah

Aku ingin mencintaimu dengan cara yang benar

Aku ingin Alloh Ridhlo dengan cinta ini

Tak usah khwatir jika engkau adalah Qudrah dan Irodah Nya

Karena semuanya pasti akan terwujud, hanya waktu yang akan menjadi saksi kekuasaan Nya

Tak usah memaksakan jika dia memang bukan untuk diriku

Karena pasti aku bukan yang terbaik untuk mu


Sehebat apapun cinta ini…

Tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita, saat matahari hanya satu hasta di atas ubun2 kita

Karena yang terbaik adalah…

Kita menjaga perasaan dan keyakinan ini dengan sebersih-bersih ketauhidan

Kita diwafatkan bersama hamba-hamba yang berbakti

Hamba-hamba yang mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya untuk Tuhan nya

Semoga Allah mempertemukan kita kembali disatu tempat

Dimana para abid melihat Robb-nya dengan penuh keridhloan dan kebahagiaan

Kulakukan semua ini, karena aku mencintaimu karena Allah swt

Aamiin..

Surat Balasan Untuk Calon Ibu Mertua ku…….

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 28 Mei 2011 jam 13:25

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamualaikum,..Wr ..Wb…….

Sebelum saya terus menggores kata dalam tulisan ini..

ijinkan lah saya memperkenalkan diri terlebih dahulu

duhai calon ibu mertuaku,…..

Perkenalkanlah saya adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa

dan dari kalangan keluarga yang biasa saja…

Saya bukanlah Khadijah ra, Seorang wanita yang luar biasa dalam Sejarah wanita islam…dan teramat Mulia

Saya bukanlah Aisyah ra, Seorang yang utama dalam ketakwaannya…..

Bukan pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya……..

Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya……….

Apalagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya…….

Tapi,..Seperti yang saya katakan,….saya hanya wanita biasa,…

Dengan ketakwaan yang biasa….

Ketabahan yang tak seberapa,…..

Dan kecantikkan saya pun tak pantas di perhitungkan….

Namun ibu,….

Saya adalah wanita akhir zaman,….

Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah…

Yang akan berusaha mengabdi pada calon Suamiku

dan juga padamu…..Calon Ibu mertuaku….

Saya bukanlah musuh mu yang hendak merebut perhatian dan kasih sayang anakmu….

Tapi saya akan menjadi rekan mu untuk memberikan kasih sayang pada anak mu..

Dan kelak pada mujahid – mujahida ku, calon cucu mu duhai ibu,…..

Engkau tak perlu khawatir ibu,…

Saya tak akan memonopoli perhatian anak mu,…

Justru saya akan menjadikannya lebih taat padamu,….

Karena akan saya katakan padanya bahwa….

engkau lah yang utama patut mendapat perhatiannya lalu saya…

Saya pun tak akan marah jika engkau membantu mengatur rumah tangga ku,..

Karena sebagai wanita yang baru menikah patutlah saya belajar darimu yang berlimbah pengalaman….

Dan engkau yang lebih tau keinginan anakmu…..

Duhai, Calon ibu mertuaku….

Saya harap kita bisa menjadi rekan yang baik,…

Karena pernikahan adalah membuka tabir rahasia antara aku dan anakmu…

Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi banyaknya kejutan – kejutan dari perbedaan antara kami,….

Saya berharap engkau dapat menjadi penasehat jika ku sedang dalam ke alpaan…

Menjadi pendegar yang setia saat saya ingin berbagi….

Karena sekali lagi saya bukanlah siti hajar yang sabar dalam penderitaan….

Wassalamualaikum,……Wr…Wb…..



Calon Menantumu….

Surat Untuk Calon Menantuku

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 28 Mei 2011 jam 13:08

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Hari ini ku coba u menempatx diriku di posisi seorang mertua.. Menyelami rasa yg d miliki seorang ibu dr putra yg sgt di cintainya..

Yuuk.. Kita menyimak hatinya..


----------***----------

Duhai gadis, yg baru ku kenal.

Tahukah kau, dia putraku, lahir dr rahim suciku, kupertaruhkan hidupku u memilikinya, anak kesayanganku yg sepanjang hidupx ku besarkan dgn segenap rasa cintaku..

Tangan renta ini yg mengankat tubuh mungilnya, menyuapinya, menyeka air matax, dan memelukx dlm dekapanku..

Duhai gadis, tahukah kau betapa besar rasa cintaku padanya? Bahkan aku tak mampu membayangkan bila ada yg merebutnya dr dekapku..

Tahukah kau gadis? Betapa bangga ku rasakan ketika dia mulai beranjak dewasa? Menatapx tumbuh mjadi laki2 tegap dan tampan.. Seulas senyumx mengingatxku pd senyuman ayahx yg sgt ku cinta..

Betapa hati ini terus diliputi rasa bangga dan buncahan cinta padanya.. Kebangganku.. Putraku..

Berbagai prestasi dia ukir dan memahatx bangga tak terperi dalam lubang rasaku.. Dan ku slalu mrasa puas menyebutnya putraku..

Tak sdktpun dia prnh mengecewakanku.. Tak pernah..

Gadis, tahukah kau, betapa haru hatiku, ketika ku melihat perubahanx, mencoba mengenal Diennya lebih dalam dr yg kami ajarkan padanya.. Dia menjadi laki2 sejati, laki2 yg dirindukan syurga.. Aku smakin sayang padanya. Putraku, kini yg malah mengajarkanku bnyk hal.. Mendakatxku padaNya, pada Rabbku yg slama ini ku kenal dg sederhana krn kebodohanku. Tp ku tak malu, mamun sebaliknya, aku smakin bangga pdnya.. Putraku, cahayaku..

Namun, smua rasa itu berubah mjadi takut, cemas dan khawatir..

Ketika dia mnyampaikan pdku keinginannya. Dia ingin menyempurnakan agamanya..

Yah.. Dia ingin membngun rumah tangganya sendiri..

Dan, dia telah memilih, kaulah gadis beruntung itu..


Gadis, tahukah kau? Betapa cemburuku padamu? Yah, aku sgt takut kehilangan putra kesayanganku. Takut kau merebut smua perhatiannya dariku. Takut kbradaanmu, memalingkanx dariku.. Kau akan merebutx, dan aku cemburu..

Namun, kmbli ku sadari, putraku tak akan memilih wanita sembarang.. Ku yakin kau punya kelebihan yg membuatx memilihmu, dan ku mulai menata hatiku..

Duhai gadis pilihan putraku..

Ku harap kau memiliki tangan yg lbh lembut dariku, krn ku tak mau kau melukai putraku..

Ku harap kau mpunyai senyum yg lebih sejuk dariku.. Krena kelak, dia akan dtg padamu dalam tiap galaunya, u mencari ketenangan..

Ku harap, kau memiliki pelukan yg lbh hangat dariku.. Krn ku ingin hatinya selalu damai dlm dekapanmu..

Ku harap, kau mempunyai tutur kata yg seindah embun, krn ku tak ingin dia mendengar kata2 kasar dlm hidupnya..

Duhai gadis pilihan putraku.. Jadilah anakku.. Agar tak pernah ku mrasa kehilangan putraku krn kehadiranmu..

Jadilah sahabatku.. Agar kau dpt mencurahx rasamu padakku kelak..

Jadilah rekanku.. Agar bersama2 qt membahagiakan laki2 yg sama2 qt cintai..

Untukmu gadis pilihan putraku.. Selamat datang d istana kami.. Penuhilah dgn cinta dan kasih.. Semoga kau bahagia mjadi bagian dari kami..



Padamu gadis pilihan putraku.. Akupun akan mencintaimu..

dari HATI yang PENUH CINTA

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh,…



Kepada :

Saudariku yang ku cintai karena Allah

Tanpa bermaksud menggurui aku menulis surat ini,…

Berharap sesak di dada akan segera berkurang jika

Surat ini telah sampai padamu,…



Sebagai saudari yang mengaku mencintaimu karena Allah

Aku punya kewajiban untuk menjagamu… ,menolongmu dan menasehatimu

Dan biar surat ini jadi ingatan untukku dan pula untukmu,..



Surat ini kutujukan kepada engkau saudariku….

Saudari yang saat ini telah memiliki azzam yang kuat untuk meninggalkan cinta semu pada laki – laki yang belum jelas akan menjadi suami mu atau tidak,….



Cinta yang pernah membuat mu buta,… galau,… bahkan tak mengenal dirimu…

Cinta yang membuat mu meneteskan air mata yang tak tertahankan,….

Membuat mu melamun dan mengganggu warasnya pikiranmu,….



Cinta yang membuat hatimu rapuh,..

Cinta yang hanya menyakitimu,…

Cinta yang menjadikan dirimu kehilangan cita – cita bahkan mungkin kehilangan harga diri,…..



Sekarang katakan,..Selamat tinggal pada cinta bodoh itu,…

Kini dirimu adalah mawar yang indah dengan duri – durinya,….

Duri – duri yang siap menusuk jika ada yang hendak memetik mu tanpa izin empunya…..



Saudariku,…..

Engkau telah menyadari cinta yang hadir padamu itu hanyalah sebuah cinta semu,…

Maka janganlah engkau biarkan cinta semu yang lain mengusikmu.,….



Engkau,...Saudariku,…

Pernah jatuh kedalam satu jurang jika bukan karena Allah mencintaimu …

mungkin engkau tak akan pernah menyadari bahwa dirimu

telah terjerembab dalam kemaksiatan yang nyata……



Engkau tau,… engkau bukan satu – satunya wanita korban laki – laki yang jahil itu,…

Begitu banyak saudari ku yang lain juga mengalami hal yang sama,..

Berjuta – juta dari mereka pernah berada dalam titik nadir sekalipun

Tapi mereka cerdas dan kini mereka sangat utama dalam perubahan…..

Ku ingin engkau pun seperti mereka…



Ketahuilah tak ada manusia tanpa cela,… karena kita bukan orang – orang yang ma’sum…

Tapi setiap cela yang pernah kita punya,. Kini tutupilah dengan perubahan indahnya ahlakmu,….



Namun jika engkau tetap seperti dahulu,… maka ku katakan…

Kerugian terbesar lah buat dirimu……



Jangan engkau naifkan,… Cinta yang suci dihatimu,…

Cinta yang suci itu hanya diperuntukkan buat cinta yang suci pula,..

Bukan pada laki – laki hidung belang yang hanya melelahkanmu,…



Jangan engkau berkata,.. “Aku tak bisa hidup tanpa dia kekasihku….”

Duhai saudariku,.. tidakkah engkau sadar bahwa engkau sedang menduakan Allah yang telah menghidupkan mu dan kelak mematikanmu…??





Siapa dia yang mampu membuatmu tak bisa hidup????????????

Bahkan engkau tau,… laki – laki yang engkau tangisi itu…

Yang dengan berani nya kau katakan tak bisa hidup tanpanya…..

Jika saja Allah mencabut nyawanya,… sedetik pun ia tak bisa menolak,….

Lantas bagaimana mungkin engkau tak bisa hidup tanpanya……??????????????



Aku mengerti jika engkau butuh waktu untuk memulihkan perasaanmu

yang sedang di mabuk cinta semu itu…..

Tapi ketahuilah,…engkau hanya membutuhkan waktu 1 bulan

untuk memperbaiki hatimu bahkan bisa kurang dari 1 bulan,….

Asal engkau punya niat dan tekad yang kuat,….

Niat berubah untuk mengharapkan ridho Allah,…

Karena jika tak ada niat dan tekad yang kuat,…

Bertahun – tahun pun engkau akan berada dalam jeratan yang sama…..

Semua menjadi sia –sia….



Saudariku,…

Jangan pula engkau katakan,… bahwa dialah cinta terakhirmu….

Saudariku,. Engkau kah yang berhak mengatur cinta pertama dan terakhir???

Bukan rasa cinta itu anugerah yang Indah dari Allah….

Dan cukup Allah lah saja yang tau siapa cinta terakhirmu……

Jangan dahului ketentuan Allah untukmu,….



Cukup saudariku,…

Telah cukup dosa yang kita perbuat,….

Jika bukan karena Allah menaruh kasihan pada kita,…

Dan jika saja tiap dosa yang kita buat itu memberikan bekas luka di tubuh kita,..

Maka sungguh saat ini,..tubuh ini akan berbau busuk karena dosa – dosa itu,…



Tapi sungguh Allah itu Maha Pemurah,…

Maha Penyayang,,….

Hingga kini diri kita mulus tanpa luka….



Duhai saudariku,.. ku sudahi dulu surat ku ini,..

Insya Allah surat ku yang lain akan kuberikan jika engkau telah benar – benar meninggalkan cinta semu itu….

RENUNGKANLAH WAHAI SAUDARAKU...




♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Sadarlah, Wahai orang yang tertipu!

Mengapa kamu masih riang bermain,

terlena dengan angan-angan.

Padahal ajal di depan matamu!



Bukankah kamu mengetahui

bahwa ambisi manusia adalah lautan luas tak bertepi.

Bahteranya adalah dunia.

Maka berhati-hatilah jangan sampai karam!



Yakinlah! Bahwa kematian pasti menjengukmu

bersama segala kepahitannya.



Ingatlah detik-detik itu, ketika kamu memberikan wasiat,

sedangkan anak-anak yang bakal menjadi yatim

Dan ibunya yang akan kehilangan suami tercinta

menangis pilu berlinang air mata.



Ia tenggelam dalam lautan kesedihan,

seraya memukul-mukul wajahnya.

Disaksikan para lelaki, padahal sebelumnya

ia adalah mutiara yang tersimpan rapi.



Kemudian setelah itu,

dibawalah kain kafan kepadamu.

Akhirnya! Diiringi isak tangis dan derai air mata,

Jasadmu dikebumikan....

ARTI CINTA....

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab:

“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab:

“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan


Api menjawab:

“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

Angin menjawab:

“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”

Langit menjawab:

“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu

Matahari menjawab:

“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

Pohon menjawab:

“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

Gunung menjawab:

“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”

Lalu, Aku bertanya pada CINTA:

“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”

CINTA menjawab:

“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.


♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”



♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥



Aku lantas bertanya pada CINTA:

“Bisakah aku merasakannya?”



Sambil berlalu CINTA menjawab:

“Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”

Aku pun Berteriak, “Wahai KAU SANG MAHA PECINTA terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…”

Cintailah Aku Apa Adanya




♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif sertaberperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.



Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.

Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?” Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”. Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan … “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.





“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang. Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. Kamu selalu pegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal. Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami. Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.





“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥



“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.





Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.



"Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu."

Mencari Kebahagiaan Hidup



oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 10 Juli 2011 jam 13:46

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

KEBAHAGIAAN manusia ada bila ia bisa membuka mata hatinya, dan menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti dan menyadari betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.



KEBAHAGIAAN manusia tidak dapat hadir karena tidak mau membuka hati, dan berusaha meraih apa yang tidak dapat diraih, terlalu memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri apa yang ia miliki.



KEBAHAGIAAN bersumber dari dalam diri sendiri, jangan berharap dari diri orang lain, karena orang lain dapat mengkhianati. Kebahagiaan ada bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai dan menerima orang lain.

Keegoisan manusia yang menyebabkannya menjadi buta, keegoisan dan hanya memikirkan diri sendiri yang menyebabkan manusia tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini apa yang ada adalah baik untuknya.



Begitu banyak sahabat yang begitu mencintai, tapi karena terlalu memilih, menilai dan menghakimi sendiri, justru sahabat sejati menjadi semakin jauh. Terlalu memilih sahabat membuat manusia tak dapat menyadari di depan mata ada sahabat sejati yang dibutuhkannya.



Tiap-tiap manusia memiliki arti dan peranan masing-masing, semua berbeda. Tidak ada yang memiliki arti yang sama persis. Punya peranan dan kelebihan disatu hal, tidak harus memiliki peranan dan arti dalam hal lain. Dicintai oleh satu orang belum tentu disayang oleh orang lain.



Percaya kepada ALLAH, bersyukur bahwa manusia selalu diberikan yang terbaik sesuai yang diperbuat manusia itu sendiri. Tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi di saat yang tepat apa yang manusia butuhkan. Tidak harus saat ini, masih ada esok hari. Seperti yang sedang teralami, mendapat suatu cobaan dan kesusahan adalah jalan untuk dapat melihat kebahagiaan “menikmati kebahagiaan dalam kesusahaan hati”.

Kehilangan seseorang yang dicintai



oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 07 September 2011 jam 14:44

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

Sebagai seorang manusia, tak dapat dipungkiri bahwa kehilangan seseorang yang dekat dengan kita bahkan dicintai pasti menyisakan duka.

Bagaimana Rasulullah Saw mencontohkan saat kita berada dalam situasi ini?

Di saat seorang sahabat Rasulullah Saw kehilangan salah seorang anaknya, Nabi menyampaikan sebuah hadis qudsi di tengah kerumuman sahabat-sahabatnya.

Ketahuilah wahai sahabat-sahabatku.

Allah bertanya kepada malaikatNYA “Sudahkah engkau cabut ruh hambaKU? “Sudah ya Allah”, jawab malaikat. Kemudian Allah SWT kembali bertanya “Sudahkah engkau cabut ruh buah hatinya?”. Malaikat menjawab, “Sudah ya Allah”.

Allah bertanya “Apa yang diucapkan oleh hambaKU itu?”, malaikat pun menjawab “Dia memuji Engkau ya Allah dan beristirja”.

Allah Ta’ala kemudian berkata “Buatkanlah baginya rumah yang indah di surga dan jadikanlah rumah itu selalu dipuji oleh siapapun yang melihatnya kelak (baitul hamd)”. (H.R. Ahmad)



Berat, berat atas kehilangan orang yang sangat kita sayangi. Seseorang yang menghadapi ujian ini hendaklah bersabar dan beristirja yaitu mengucapkan innalillaahi wainna ilaihi roji’un. Kata sederhana yang tersurat dalam Al Qur’an ini menyiratkan kesadaran bahwa semua yang ada di muka bumi ini, bahkan alam semesta adalah milik Allah SWT semata. Tiada yang kekal di alam ini selain Allah SWT.

Rasulullah Saw bersabda bahwa menakjubkan keadaan seorang mu’min itu, segala urusan menjadi baik untuknya. Jika ia peroleh kesenangan/ni’mat, ia bersyukur dan itu baik baginya. Dan bila ia ditimpa kesusahan, kemalangan (segala yang tidak mengenakkan baginya), ia bersabar dan yang demikian itu baik baginya.



Rasulullah Saw pun mengajarkan do’a yang sangat indah bagi kita yang ditimpa musibah:

"Ya Allah, jadikanlah hatiku ridha untuk menerima segala ketetapanMU dan berkahilah segala apa yang Engkau takdirkan bagiku agar aku tidak ingin mempercepat apa yang Engkau lambatkan bagiku dan agar aku tidak ingin memperlambat apa yang Engkau cepatkan bagiku." (H.R. Ibnu Sunni)



Dalam suatu kesempatan, kanjeng nabi pernah mengabarkan kepada para sahabatnya

Jibril datang kepadaku dan mengatakan “Wahai Muhammad, hiduplah semaumu; namun sungguh engkau akan mati. Cintailah seseorang sesukamu, tapi sungguh engkau akan berpisah darinya. Dan berbuatlah sesukamu, sungguh engkau akan dimintai pertanggungjawaban kelak”. “Ketahuilah bahwa kemuliaan seseorang terletak pada shalat malamnya dan kewibawaannya terletak pada sikap merasa cukup dari bantuan orang lain”. (H.R. Bukhari-Muslim)



Kabar Jibril itu sangat penting bagi Rasulullah Saw. Beliau seolah tersadar bahwa tidak lama lagi, seseorang yang ia cintai akan berpisah darinya. Dan itu benar-benar terjadi ketika Khadijah r.a., istri yang mencintai dan sangat dicintai, setia menemani beliau, wafat.

Allah SWT ingin mengingatkan nabi bahwa derajat cinta kepada sesama makhluk tidaklah sebanding dengan cinta kepada sang Maha Cinta, Rabbal ‘Aalamiin.

NIKMAT DAN SYUKUR

Allah…Ampuni aku…
Betapa banyak nikmat-Mu yang aku pungkiri
Tak terhitung banyaknya nikmat yang ku dapatkan
Terutama nikmat Iman yang Kau anugerahkan pada ku
Mendengar lagu ”Surat untuk ibu”, Thufail Al-Gifari mengingatkan aku akan mahalnya nikmat iman ini...
Tak semua manusia dapat kesempatan untuk merasakan nikmatnya Islam
Lupa akan betapa nikmatnya iman yang seharusnya kurasakan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu...
Aku tahu, bertapa berat perjuangan saudara-saudaraku yang melepaskan dunianya untuk kembali kepada kefitrahan, memurnikan ketauhidan...
Mati-matian mempertahankan iman dg jiwa dan raga...
Sedangkan aku? Selama berpuluh-puluh tahun bergelut dg kubangan dosa dan maksiat...


Kadang sadar dan menangisi betapa busuknya hati dan diri ini, betapa bertumpuknya dosa-dosaku...
Tapi lebih sering, bahkan berapa detik setelah itu aku kembali berkubang dosa.. maksiat lagi...

Allah... Maafkan aku... Berkali-kali mengkhianati-Mu
Enggan patuh dan tunduk...
Selalu mencari-cari alasan saat kebenaran datang mengingatkan....
Selalu mencari pemakluman atas dosa-dosa yang ku perbuat .
Oh, celakalah aku...
Seorang pendosa bersembunyi di balik kain panjang yang membungkus badan.
Sungguh busuk, apa yang mau aku dapatkan?
Pujian? Sanjungan akan kuatnya Din yang aku miliki?
Allah... tolonglah aku, itu tipuan syetan....
Tolonglah aku dari banyaknya syetan yang bergelayutan di tubuhku ini...
Bukan, aku tidak menyalahkan siapa2...
Dosa2 ini aku yang memperbuat...
Aku yang belum bisa mengalahkan nafsu dan ajakan syetan yang ada dalam diriku...

Ya Allah, walau syetan mengatakan akan menggodaku dari depan belakang, sisi kanan dan kiriku, aku mohon dg belas kasih-Mu, aku mohon selamatkan aku...
Aku mohon selamatkan aku lewat 2 jalan yang lainnya....
Allah, maafkan aku ya.... meski aku selalu melakukan dosa, lagi dan lagi...
Ingatkan aku selalu akan hadir-Mu
Allah, saat aku kembali, hamba mohon saat itu hamba benar2 sedang mengingat-Mu, sedang memohon ampunan-Mu dan merasakan nikmatnya iman...

Cabutlah nyawa hamba saat aurat hamba tertutup sempurna...
Allah, cabutlah nyawa hamba saat Engkau ridho akan keadaan hamba
Mampukan hamba untuk menjadi hamba yang Kau ridhoi, entah dg amalan apa yang aku juga tidak tahu...
Aku ingin bertemu Engkau di Syurga-Mu, tapi entah amalan hamba yang mana yang bisa mengantarkan hamba kepada-Mu...
Allah, ampuni hamba...


Terimakasih atas segala yang Engkau anugerahkan pada ku, terutama iman dan islam...
Semoga hamba mampu berbuat yang membuat-Mu mengatakan bahwa benar, aku adalah hamba-Mu...
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

BERFIKIR

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Aku pernah berfikir, bahwa setiap manusia pasti ingin memiliki seorang kekasih. Kekasih yang akan terus bersamanya, sehidup semati, dalam suka maupun duka tak mau terpisahkan. Sekarang, aku memilih amal soleh sebagai kekasihku. Karena ternyata hanya amal soleh-lah yang akan terus menemaniku, bersamaku, bahkan menemaniku dalam kuburku, kemudian amal solehku pula lah yang menemaniku menghadap Allah kelak.


Aku pernah berfikir, setiap manusia pastilah punya goresan masalah dengan manusia lain, sehingga wajar jika manusia memiliki musuh masing-masing.

Kini aku memilih menjadikan setan sebagai musuh utamaku, sehingga aku lebih memilih melepaskan kebencian, dendam, rasa sakit hati, dan permusuhanku dengan manusia lain.


Aku pernah selalu kagum pada manusia yang cerdas, dan manusia yang berhasil dalam karier, atau kehidupan duniawinya. Sekarang aku mengganti kriteria kekagumanku ketika aku menyadari bahwa manusia hebat dimata Allah, adalah hanya manusia yang bertaqwa. Manusia yang sanggup taat kepada aturan Allah dalam menjalankan hidup dan kehidupannya.


Dulu aku akan marah dan merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain berlaku dzalim padaku, menggunjingkan aku, menyakiti aku dengan kalimat-kalimat sindiran yang disengaja untuk menyakitiku. Sekarang aku memilih umtuk bersyukur dan berterima kasih, ketika meyakini bahwa akan ada transfer pahala dr mereka untukku jika aku mampu bersabar. Dan aku memilih tidak lagi harus khawatir, karena harga diri manusia hanyalah akan jatuh dimata-Nya, ketika dia rela menggadaikan dirinya untuk mengikuti hasutan setan.


Dulu aku yakin, dengan hanya khatam Al Qur'an berkali-kali maka jiwaku akan tercerahkan.

Kini aku memilih untuk mengerti dan memaknai artinya dengan menggunakan akalku, dengan mengaktifkan qolbuku dan mengamalkannya dalam keseharianku, serta senantiasa untuk menyampaikanya. setelah itu aku lakukan maka pencerahan itu baru bisa aku dapatkan.


Ketika aku harus memilih. bantu aku Yaa Rabb, untuk selalu memilih yang benar dimata-Mu.

Pilihkan aku ya Rabb, pendamping yg mencintaiku karena-Mu, yg telah menjagaku dengan tidak bermaksiat denganku (pacaran) sebelum menikah. Dan aku memilih dia, dia-pun memilih aku karena-Mu.

KESAKSIAN DUA TETES AIR MATA

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Alkisah Ahmad bin Miskin hidup dengan istri dan anaknya yang masih kecil. Kesusahan menderanya terus-menerus. Tak ada pekerjaan yang dilakukannya. Suatu malam, setelah seharian tak secuil makanan masuk kedalam perutnya, hatinya gelisah dan tak dapat tidur. Hatinya perih seperti perutnya yang keroncongan. Seperti prajurit yang kalah perang, ia lesu, lemah-lunglai, dan tak ada harapan. Anaknya menangis seharian, karena tak ada air susu dari istrinya yang lapar. Sungguh kefakiran ini membuatnya sangat menderita. Timbul pemikiran darinya untuk menjual rumah yang ditempatinya.

Esok harinya, usai shalat shubuh berjamaah dan berdoa, ia menemui sahabatnya Abdullah as-sayyad. “Wahai Abdullah! Bisakah kau pinjamkan aku beberapa dirham untuk keperluan hari ini. Aku bermaskud menjual rumahku. Nanti setelah laku akan kuganti,” kata Ahmad.

“Wahai Ahmad. . . ambillah bungkusan ini untuk keluargamu dan pulanglah! Nanti aku akan menyusul kerumahmu membawakan semua kebutuhanmu itu,” jawab Abdullah cepat. Maka Ahmad pun pulang kerumah sambil terus merenung untuk menjual rumahnya. Sungguh sakit kalau harus menjual rumah satu-satunya, sekadar untuk makan. “Setelah itu, saya akan tinggal dimana,” renung Ahmad.

Ahmad segera memantapkan langkahnya. Kini ia membawa bungkusan makanan untuk keluarganya. Tentu istrinya akan gembira dan anaknya akan tertawa lucu setelah memperoleh air susu. “ Terasa nikmat roti yang dibungkus ini tentunya. Sahabat Abdullah memang sangat dermawan, sahabat sejatiku,” desah Ahmad.

Belum sampai setengah perjalanan, tiba-tiba seorang wanita dengan bayi dalam gendongan menatap iba. “Tuan, berilah kami makanan. Sudah beberapa hari ini kami belum makan. Anak ini anak yatim yang kelaparan, tolonglah. Semoga Allah swt. Merahmati tuan,” ratap ibu itu.

Iba rasa hati Ahmad. Ditatapnya bayi yang digendong wanita itu. Tampak wajah yang layu, pucat kelaparan. Wajah yang mengharap belas kasihan. Sungguh melas, tak sanggup Ahmad memandangnya lama-lama. Dibandingkan keluargaku, mungkin ibu dan anak ini lebih membutuhkan. “Biarlah aku akan mencari makanan lain untuk keluargaku,” Ahmad membatin. “Ini ambillah bu. . . aku tak punya yang lain, semoga dapat meringankan bebanmu. Kalau saja aku punya yang lain mungkin aku akan membantumu lebih banyak,” kata Ahmad sambil menyerahkan bungkusan yang sama sekali belum disentuhnya.

Dua tetes air mata jatuh dari mata sang ibu, “Terima kasih. . .terima kasih tuan. Sungguh tuan telah menolong kami dan semoga Allah membalas budi baik tuan dengan balasan yang besar,” si ibu berterima kasih dan menunduk hormat. Maka Ahmad pun meneruskan perjalanan.

Ia beristirahat bersandar di batang pohon sambil merenungi nasibnya. Namun, ia kembali ingat bahwa sahabatnya Abdullah telah berjanji akan datang membawakan keperluannya. Dan Abdullah tak pernah ingkar janji sekalipun. Maka bergegas ia pulang dengan perasaan harap-harap cemas. Di tengah jalan dia berpapasan dengan sahabat baiknya Abdullah.

“Wahai Ahmad kemana saja engkau,” tegur Abdullah tersengal-sengal. “Aku mencarimu kesan-kemari. Aku datang kerumahmu membawakan keperluanmu yang aku janjikan. Namun, ditengah perjalanan aku bertemu dengan saudagar dengan beberapa onta bermuatan penuh. Dia ingin bertemu ayahmu. Dia bilang ayahmu pernah memberi pinjaman 30 tahun yang lalu. Setelah jatuh bangun berdagang, sekarang ia telah menjadi saudagar besar di Bashrah. Kini ia akan mengembalikan uang pinjamannya, keuntungan serta hadiah-hadiah,” jelas Abdullah. “Sekarang segera pulanglah Ahmad! Harta yang banyak menunggumu. Tak perlu kau jual rumah lagi,” kata Abdullah.

Kaget bukan kepalang Ahmad mendengar perkataan sahabatnya Abdullah. Sungguh ia tak percaya dengan perkataannya itu.

“Benarkah Abdulah, benarkah?” tanya Ahmad ragu-ragu. Maka, ia berlari seperti terbang, pulang kerumahnya. Sejak itulah Ahmad menjadi orang kaya raya di kotanya.

Ahmad gemar berbuat kebajikan, apalagi kepada sahabatnya Abdullah. Pada suatu malam ia bermimpi. Sepertinya saat itu amalannya dihisab oleh para malaikat. Maka pertama-tama, dosa dan kesalahannya ditimbang. Wajahnya pucat. Berapa berat dosa yang dimilikinya. “Apakah amal kebaikan yang dilakukan dapat melebihi dosa-dosa itu?” Ahmad membatin.

Perlahan-lahan amal kebaikannya ditimbang. Pahala berderma dengan lima ribu dirham hanya ringan-ringan saja. Kata malaikat karena harus dipotong oleh kesombongan dan riya. Demikian seterusnya. Ternyata seluruh amalannya tetap tak bisa mengimbangi beratnya dosa yang ia lakukan. Ahmad menangis.

Para malaikat bertanya, “Masih adakah amal yang belum ditimbang?” “Masih ada,” kata malaikat yang lain. “Masih ada, yakni dua amalan baik lagi.”

Ternyata salah satunya adalah roti yang diberikannya kepada anak yatim dan ibunya. Makin pucatlah wajah Ahmad. “Mana mungkin amalan itu dapat menyeimbangkan dosa-dosanya yang berat,” keluhnya. Malaikat pun sibuk menimbang roti itu. Namun, ketika ditimbang, ternyata timbangan langsung terangkat. Betapa beratnya bobot amalan itu. Kini timbangan ahmad tetap seimbang. Wajahnya sedikti tenang. Ia gembira, sungguh diluar dugaannya.

“namun amalan apalagi yang tersisa? Karena ini masih seimbang,” katanya dalam hati.

Maka malaikat pun mendatangkan dua tetes air mata syukur dan terharu ibu anak yatim atas pertolongan Ahmad. Ahmad tak menyangka kalau tetesan air mata ibu anak yatim dinilai dengan pahala untuknya. Ia bersyukur. Para malaikat pun menimbang tetes air mata. Namun, tiba-tiba dua tetes air mata itu berubah menjadi air bah bergelombang dan meluas bak lautan. Lalu dari dalamnya muncul ikan besar. Kemudian malaikat menangkap dan menimbang ikan itu yang disetarakan dengan amalan baik Ahmad.

Ketika ikan menyentuh timbangan, meka seperti bobot yang sangat berat, timbangan pun segera condong kearah kebaikan. “Dia selamat, dia selamat,” terdengar teriakan malaikat. Gembiralah hati Ahmad.

“Sekiranya aku mementingkan diri dan keluarga sendiri, maka tak adalah berat roti dan ikan itu,” Ahmad termenung gembira. Anak yatim dan ibunya itu yang telah menyelamatkan dirinya. Pada saat itu Ahmad terbangun dari mimpi.

Saudara-saudariku, sungguh amal yang ikhlas di tengah kesempitan, bernilai tinggi di mata Allah swt.

Semoga kisah tersebut dapat membawa hikmah bagi kita semua, aamiin…

Diposkan oleh 20th Century Al Ghumayd

Hati dan Akal Bicara Cinta



Di sebuah pondok usang milik seorang hamba, akal dan hati berbual berkenaan kasih dan cinta..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Akal : Assalamualaikum, sahabat.
Hati : Waalaikumussalam...

Akal : Apa khabar iman anda?
Hati terdiam...

Akal bertanya sekali lagi.
Akal : Apa kabar iman anda?
Hati : Kurang sehat mungkin.

Akal : Mengapa?
Hati : Aku merindui dia segenap jiwaku...

Akal : Dia yang mana, sahabatku?
Hati : Kedua dia. Dia yang hakiki, juga dia yang entah kemana akhirnya..

Akal : Tidak mengapa, Itukan fitrah manusia.
Hati : Tapi rinduku kepadanya kadangkala membuat jiwaku galau. Fikiranku melayang terbang jauh ke angkasa. Kadangkala ketika beribadah juga aku teringat dia.

Akal : Cintamu padanya, juga cintamu padaNya, cinta padaNya kan yang lebih utama.
Hati : Tapi... Aku benar cinta dia. Aku benar rindu dia. Aku mencintainya karena Allah. Kami saling menasehati kepada kebaikan. Aku mau mengejar surga bersamanya.

Akal : Apa makna cinta?
Hati : Kasih dan sayang.

Akal : Bagiku cinta itu gila.
Hati : Mengapa pula?

Akal : Apabila kita mencintai seseorang, kita asyik teringat dia. Apa yang dikata jangan, sebaik mungkin kita elakkan. Apa yang diminta, seboleh mungkin kita usaha. Bila ada yang lain mendekati, bergolak rasa cemburu. Apa kau rasa begitu?
Hati : Ya. Begitu yang aku rasa.

Akal : Apa kau tahu apa pula ibadah?
Hati : Orang kata ibadah itu taat dan patuh.
Akal : Ibadah itu juga adalah cinta.
Hati : Bagaimana dimaksudkan begitu?
Akal : Ibadah itu cinta. Berkasih-kasihan dengan Tuhan.

Hati terdiam lagi...

Hati : Jadi... Apa sebenarnya yang ingin kau sampaikan wahai akal?
Akal : Fikirkan, kalau kau benar mencintai dia karena Allah, apa kau ada mengadu kepadaNya?
Hati : Aku puas sudah berdoa. Aku mendoakannya empat puluh kali setiap hari. Siang dan malam! Tegas hati..
Akal : Apa kau berdoa kepadaNya hanya karena apabila kau terasa jauh dengannya? Apa kau hanya melipatgandakan ibadahmu ketika jiwamu rasa tak tenang?
Hati diam dan tertunduk...

Akal : Bagaimana boleh kau katakan cintamu karena Allah. Sedangkan kau mengabaikan Dia ketika cintamu dengannya sedang indah bercahaya. Sabarlah wahai hati. Doamu mungkin tidak terkabulkan sekelip mata. Barangkali Allah akan mengabulkannya di lain masa. Barangkali Allah ada hadiah yang lebih berharga untukmu!
Aliran sungai merah terasa semakin deras mengalir ke kepala...

Akal : Cinta kepada manusia yang gila seperti itu, hanya layak disandarkan kepada Allah. Allah menarik cintamu kerana Allah lebih mencintaimu. Allah merindui doa dan tangisan hambanya. Allah mahu kau kembali mengindahkan cintamu kepadaNya!

Hati mulai menangis... Sepi... Kesal...
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Berdialog Dengan Cinta



♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Suatu waktu, aku bertemu dengan sesuatu yang sangat indah. Takjub. Begitulah suasana untuk menggambarkan diriku disaat itu.

Akupun bertanya,

“Siapa dirimu ?”

“Aku adalah Cinta”. Jawabnya dengan lembut dan mendayu. Lebih lembut dari melodi musik ketika Kenshin (Samurai X) meninggalkan kekasihnya Kaury.

“Lalu apa yang kamu lakukan disini ?” Selidikku.

“Aku akan menjerat dirimu, dengan perangkapku. Engkau tidak akan bisa melepaskannya walaupun dengan sekuat kamampuan yang engkau punya. Bahkan Semakin engkau mencoba untuk memberontak, akan semakin erat perangkapku menjeratmu”

“Lalu setelah itu, apa yang akan kamu lakukan ?”

“Aku akan mengurungmu dalam penjara kegelisahan. Di dalamnya engkau akan merasa ketakutan. Dan engkaupun tidak akan bisa keluar darinya. Walupun engkau berteriak dengan jeritan menyayat, tidak akan ada orang yang mendengarkanmu. Kalaupun ada, mereka tidak akan peduli padamu”

“Lalu ?”

“Akan ku cambuk tubuhmu dengan cambuk Penderitaan. Sehingga engkau akan merasakan sakit yang membuat tubuhmu tidak nyaman. Pasrah. Engkau hanya akan bisa merintih memelas, memohon belas kasihan. Ketika engkau ingin mengobatinya, maka tidak ada seorang tabibpun yang mampu membuat obat untuk luka-lukamu”

“Setelah itu?”

“Akan kusirami tubuhmu dengan air Kesengsaraan. Sehingga akan membuat perih sekujur tubuhmu, membuat ngilu tulang-tulangmu. Membuat desiran darahmu terasa berhenti. Sangat pedih. Engkau hanya akan bisa pasrah menerima perlakuan semua itu”

“Apa lagi yang akan kamu perbuat setelah itu ?”

“Setelah itu, aku akan menusuk kepalamu dengan jarum Kerinduan. Kemudian, akan ku peras ia dengan kegelisahan. Sehingga membuatnya menjadi tak beraturan. Menghilangkan kesadaranmu. Berfikir tak rasioanal, menghadirkan perasaan yang mengerikan, menjadikanmu tak nyaman disetiap tidurmu.”

“Aku bisa melakukan segalanya terhadapmu. Membutakan mata, menulikan telinga, menjadikanmu lumpuh, bahkan membuatmu tidak bisa bernapas sekalipun. Tapi cukuplah itu sebagai sedikit gambaran tentang apa yang akan aku perbuat terhadapmu”

“Lalu bagaimana caraku untuk menghindar dari ancamanmu itu ? Tidak adakah jalan untuk berdamai ?”

Pembicaraan hening sejenak.

“Ada. Tapi jangan sekali-kali engkau khianati !”

“Benarkah. Apa itu?”

“Taruhlah aku di dalam wadah hatimu.
Kelola aku dengan manajemen kelembutan.
Pelihara aku dengan kesabaran.
Rawat diriku dengan keikhlasan.
Sirami aku dengan air mata ketulusan.
Jaga diriku dengan kesabaran dan ketaatan.

Sehingga Engkau akan merasakan kedamaian. Akupun akan merasa sempurna. Karena pada hakikatnya, kesempurnaanku terletak pada penghambaan diri, kepatuhan, dan ketaatan kepada yang dicintai, yaitu nilai kebenaran.”

“Akan aku lakukan. Tapi siapa sesungguhnya dirimu dan dari mana asalmu ?”

“Sesungguhnya aku ini di ciptakan oleh Sang Pencipta, Allah Ar-Rahman untuk berada dalam diri manusia. Celakalah bagi yang tidak menempatkanku pada rumahku. Dan beruntunglah bagi yang memanfaatkanku dalam jalan kebenaran”

Cinta menutup kata-katanya,

“Ingat, jangan pernah meremehkanku dan memperlakukanku dengan dengan tidak baik. Rawat aku. Dan sekali lagi, jangan mengkhianatiku!”


♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
*smoga termasuk manusia yang menempatkan Cinta, pada tempat yang seharusnya...aamiin*

PENANTIAN

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Meskipun saat ini…mata manusia kita tidak memahaminya…
Meskipun saat itu…perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata…
Meskipun saat itu…otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk….

Tidak…jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk….
bahwa engkau tidak pantas….
Karena kelak…engkau akan menyadarinya…
Engkau akan menyadarinya perlahan…
bahwa apa yang telah hilang darimu….
bahwa apa yang tidak engkau Dapatkan….
bukanlah yang terbaik untukmu…
bukanlah yang pantas untukmu…
bukanlah sesuatu yang baik ,,,,untukmu….

Karena itu…saudaraku…
Jangan mubazirkan perasaanmu…air matamu…waktumu….
Jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses taarufan…
Jangan kau umbar semua kekuranganmu…jangan kau ceritakan semuanya…
Jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya…jika engkau mencintainya…
Karena belum tentu dia adalah jodohmu…
Pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok…
Karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian…

Maka…memohonlah padaNya…
Mintalah padanya diberikan petunjuk…dan dijauhkan dari segala godaan yang ada…
Karena…cinta sebelum pernikahan…pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat…
Dan…percayalah…jodoh itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan…banyak sedikitnya teman perempuan

Sama sekali tidak…
Karena jika laki-laki yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya…
Karena laki-laki yang terjaga adalah laki-laki yang banyak didamba oleh seorang akhwat sejati…
Jadi…jagalah dirimu…hatimu…kehormatanmu…sebelum saatnya tiba…

Perbanyak bekalmu…
dan doamu…
Yakinlah…bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu…
Aamiin…

Ya Allah…
karuniakanlah kami seorang pasangan yang sholeh…
Yang menjaga dirinya…
Yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya…
Yang senantiasa memperbaiki dirinya…
Yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah…
Yang baik akhlaknya…
Yang menerima kami apa adanya…
Yang akan membawa kami menuju Jannah Mu Ya Rabb…

Kabulkan ya Allah…
Segerakanlah…
karena hati kami teramat lemah…
dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat…
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Muslimah Suci Nan Elok


oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 20 Oktober 2011 jam 21:03

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

Muslimah…

Jangan merasa rendah diri karena tak memiliki teman banyak,

Dengan selektif memilih teman yang diridhoi Allah

Itu lebih baik, dari pada kita memiliki banyak teman

Tapi hanya akan menjerumuskan kita pada kenistaan.



Dalam hidup hanya selalu keridhoannya yang harus kita cari, karena demi keselamatan kita diakhirat kelak.



Muslimah…

Jangan merasa diri tidak modern dengan kemajuan zaman

Hingga harus mengotori hati dengan harta dan duniawi.



Muslimah…

Jangan perlihatkan aurat kepada bukan muhrim dengan tertawa terbahak, dengan suara lembut menggoda dan dengan lekuk tubuh dari balutan pakaian yang tidak diperbolehkan oleh agama. Jagalah dan persembahkan keindahan itu hanya untuk suami , lelaki yang berhak mendapatkan keindahan kita.

Karena dosa besar bila membaginya kepada lelaki selain suami.



Muslimah…

Janganlah kesucian hati sebagai wanita muslim dikotori oleh duniawi

Yang akan menghantarkan kita pada dosa –dosa kecil maupun besar.



Kita hidup didunia ini fana, apakah dikehidupan akhirat kelak yang abadi kita harus menderita, karena menanggung dosa ?!



Naudzubillah, biarkan penderitaan dari menekan kebahagiaan duniawi, kita rasakan didunia. Tapi tidak diakhirat.

Semoga kita berbahagia diakhirat dengan kebahagiaan abadi…

Semoga kita menjadi bahagiaan wanita-wanita muslim yang selalu beriman kepada-NYA, AAmiin Allahumma Aamiin.

Sedekah Terbaik Seorang Pedagang Nasi

¨*•♫♥♥¨*•♫♥♥¨*•♫♥♥¨*•♫♥♥¨*•♫♥♥¨*•♫♥♥
Sedekah terbaik yang dilakukan seorang pedagang nasi bernama Imam Syafi'i di Surabaya yang biasanya mendapat untung hanya rata-rata Rp 10.000 setiap hari. Suatu hari, di bulan Januari 2007, setelah mendengarkan tausiyah dari seoraqng ustadz tentang keutamaan sedekah, dia dan istriya tergerak hati untuk menyedekahkan seluruh uang tabungan yang mereka miliki, yaitu hanya Rp 1 juta.
Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar kontrakan rumah, rekening listrik, biAya sekolah anaknya dan lain-lainnya. Akan tetapi akhirnya dengan penuh keyakinan mereka menyedekahkan seluruh uang tersebut. Uang yang bagi mereka sangat besar dan sangat berarti karena menyangkut kepastian hidup bernaung dan sekolah anak-anaknya juga.

Satu minggu berlalu, tidak ada jawaban apa-apa terhadap sedekah yang mereka keluarkan. Dua bulan kemudian, mereka mulai goyah dengan keyakinannya tentang sedekah. Sebab uang tersebut merupakan cadangan satu-satunya yang mereka punyai untuk berbagai keperluan rumah tangganya.
Istrinya sempat ingin meminjam uang kepada tetangga, namun suaminya melarangnya."Kalaupun kita diusir dari rumah kontrakan gara-gara sedekah, mengapa kita tidak mengadu kepada Alloh bu?."Begitu kata suaminya.
Benar saja, tidak berapa lama kemudian, pedagang nasi itu ditunjuk sebagai koordinator catering korban lumpur Lapindo. Setiap hari dia mendapat order Rp 30 juta. Apabila mengambil untung 5 % saja, dalam dua bulan mereka sudah mendapat untung Rp 90 juta.! "Sejak saat itulah kami merasa rejeki kami terus mengalir. Kami yakin ini juga berkat doa santri-santri Al Qur'an yang turut kami santuni," kata Imam Syafi'i.

Bulan Nopember 2007, pedagang nasi itu telah menandatangani kontrak Rp 20 Milyar yakni untuk menyediakan catering dari Group Bakrie. Kini dalam waktu setahun mereka telah berkembang menjadi tiga perusahaan yaitu PT.Diana (catering), PT.Kurnia (perusahaan lata catering) dan PT.Prakoso (supplier produksi catering). Usaha catering mereka bahkan ditabelkan sebagai terbesar kedua di Surabaya. Sebanyak 120 karyawan bekerja di tiga perusahaan tersebut.

Selain itu, sebagai wujud rasa syukur, tahun lalu dia menghajikan 13 anggota keluarga besarnya, termasuk anaknya. Sedekah tetap mereka jalankan karena mereka merasa bahwa kekayaan yang mereka miliki berkat dari sedekah 1 juta dulu, cadangan uang satu-satunya yang mereka miliki. Tidak mudah bagi siapapun menyedekahkan uang yang baginya sangat berarti, sangat diandalkan bagi kelangsungan hidup usaha dan tempat bernaungnya termasuk kelanjutan sekolah anak-anaknya.

Tapi itulah rezeki Imam Syafi'i, seseorang yang telah melakukan sedekah terbaik yang mereka punyai, yang telah mengangkat harkat dan martabat keluarganya yang tadinya miskin dan kini telah berubah drastis. Rezeki itu memacu cepat perkembangan usahanya. subhanalloh.....
www.jiwasedekah.blogspot.com

WAHAI HATIKU



(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥¨*•♫♥(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥¨*•♫♥
Masih banyak hal yang membuat kita bisa tertawa
Buatlah hati yang sekeping itu bergembira…
lihatlah burung itu, terbang tanpa beban, bernyanyi diatas awan…
... Jika semut yang kecil itu Dia kasihi…
Apa lagi manusia… tidak mungkin Dia meninggalkan kita…

Itulah kehidupan, tidak selamanya berjalan mulus…
Sesekali dia akan kandas…
Namun kekandasan itu tidaklah menyebabkan kita berhenti melangkah…
Yakinlah…Dia sedang merancanakan yang terbaik buat hamba-Nya…
Senyumlah…karena tersenyum menyegarkan kehidupan…

Terkadang, apa yang sudah direncanakan tidak terwujud.
Sebaliknya, Apa yang tak direncanakan malah dia wujud.
Sikap terbaik dalam menghadapi hal ini adalah mengembalikan segala sesuatu.
Kepada Yang Maha Merencanakan, karena rencana-NYA adalah yang terbaik.
Laa tai-asu mirrauhillah (Jangan berputus asa dari rahmat Allah)

Permohonan itu tidak semestinya dikabulkan hari ini…
tapi boleh jadi hari esok atau lusa… atau mungkin dihari akhir nanti…
Bersabarlah… karena Dia Maha Penyayang…

Indahnya pelangi hanya sesaat…
Dia datang kemudian berlalu dan pergi…
Warnanya yang alami kini tinggal bayangan…
Apakah mungkin dia akan muncul untuk yang kedua kali…
Namun itulah karya Ilahi… yang menakjubkan dan menghibur hati…
itulah episode kehidupan…
adakalanya bertemu… adakalanya berpisah…
pertemuan selalu diiringi dengan tawa…
perpisahan selalu diakhiri dengan tangisan…
tatalah hati, untuk siap bertemu dan siap berpisah…
karena itu sudah merupakan rencana-Nya

Jangan bersedih! Karena Hari kemarin telah berlalu, hari esok masih misteri.
Hari ini adalah hari kita, mulailah menghirup udara pagi dengan berbaik sangka pada Ilahi.
dibalik keindahan ada ketenangan dan kedamaian, yang lebih berharga dari onggokan intan dan berlian… keindahan akan melembutkan hati dan memelihara perasaan… sobat, kita berusaha untuk tersenyum dalam melewati fase-fase kehidupan…

Kelembutan hati bagaikan air yang mengalir dari puncak gunung kehulu sungai…
Yang mampu melewati kerasnya bebatuan sungai…
Bersikaplah seperti air yang lemah lembut
Karena pada prinsipnya manusia menyenangi kelembutan…
Tidak semua perbuatan baik itu akan disenangi orang…
Akan ada orang yang menolak, menentang dan mencemooh…
Tugasmu hanya menyampaikan, bukan memutuskan…
Berlapang dadalah supaya kamu mendapat ketenangan…

Bergembiralah,
Karena tidak akan ada yang menggembirakan kita selain kita sendiri
Berdoalah kepada SANG PEMILIK HATI (ALLAH SWT) agar diselalu menjadikan hati yang satu ini senantiasa merasa tenang.(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥¨*•♫♥