Di tulisan kali ini saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk belajar sesuatu yang mungkin terdengar sedikit aneh. Ya, saya ingin mengajak rekan-rekan untuk belajar menertawakan diri sendiri. Sampai tulisan ini saya buat, saya masih belajar dan belajar untuk menertawakan diri sendiri. Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dengan menertawakan diri sendiri. Salah satunya adalah diri dan jiwa kita akan jauh dari tekanan atau stress.
Mungkin rekan-rekan semua pernah merasakan dimana alam begitu tidak bersahabat pada saat-saat tertentu. Misalnya saat kita sedang buru-buru mengejar waktu, ada saja hal-hal kecil yang menjadi penghambat. Saat penghambat kecil itu sudah kita lalui, ada lagi penghambat lain yang datang menghadang. Seolah-olah alam benar-benar tidak bersahabat dengan kita pada saat itu. Biasanya reaksi kita jika berada dalam kondisi tersebut adalah mulai gelisah, marah, tidak tenang, bahkan stress. Kita mulai kehilangan kontrol akan diri kita sendiri, dan selanjutnya yang biasanya kita lakukan adalah memarahi alam. Dan itulah yang dulu saya lakukan setiap kali berhadapan dengan situasi "alam tidak bersahabat".
Tetapi setelah saya belajar dan menerapkan ilmu "menertawakan diri sendiri", saya mulai sadar bahwa sebenarnya alam sedang mengajari kita sesuatu. Alam bukan tidak bersahabat dengan kita. Alam mengajarkan kita untuk selalu tenang dalam mengambil tindakan. Hal apapun yang menghalangi tujuan kita harus kita lalui dengan perasaan yang tenang. Semua pasti ada jalan keluarnya. Jadi yang sekarang saya lakukan saat berhadapan dengan situasi "alam tidak bersahabat" adalah "menertawakan diri sendiri". Saya suka berkata didalam hati "alam sedang mempermainkan saya, tapi tidak apa-apa karena alam melakukan ini kepada saya untuk kebaikan saya. Betapa bodohnya saya jika menjadi marah karena hal seperti ini". Atau perkataan-perkataan lain yang membuat diri saya selalu dalam keadaan tenang dan nyaman.
Alam memberikan kita penghambat-penghambat kecil saat kita sedang terburu-buru melakukan sesuatu dengan tujuan untuk menyadarkan kita. Alam ingin membuat kita sadar bahwa pada saat ini kondisi kita tidak tenang. Kita terburu-buru. Jika kita mengambil keputusan atau melakukan sesuatu dalam kondisi seperti terburu-buru, maka hasilnya pasti tidak memuaskan. Jadi, mulai dari sekarang, jika rekan-rekan berhadapan dengan situasi yang sangat mengganggu pikiran kita, apapun itu, belajarlah menertawakan diri sendiri. Dengan menertawakan diri sendiri, kita bisa melihat sisi positif dari situasi tersebut.
Laugh at Yourself is Better Than Other People Laugh at You
Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts
Thursday, June 19, 2014
Tuesday, April 16, 2013
Seberapa Pentingkah Nilai Ulangan Sekolah ?
Banyak para orang tua yang menuntut anak-anak mereka untuk rajin belajar agar mendapatkan nilai atau peringkat yang baik di sekolah. Jika si anak tidak mendapat nilai atau peringkat yang baik, kebanyakan para orang tua tersebut akan menganggap bahwa si anak kurang pintar (atau bahkan bodoh). Sebenarnya, "Seberapa pentingkah nilai atau peringkat di sekolah ?".
Yang sering kita lupakan adalah fakta bahwa kecerdasan seseorang bukan hanya dilihat dari nilai atau peringkat di sekolah saja. Banyak anak yang belajar mati-matian demi mendapatkan nilai yang baik. Saya tidak mengatakan bahwa anak tersebut salah, tetapi ketika saya bertanya kepada si anak: "mengapa kamu ingin dapat nilai yang baik ? Jika sudah dapat nilai yang baik, lalu apa ?", kebanyakan dari anak-anak yang saya tanya tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Kebanyakan dari mereka menjawab: "soalnya malu jika dapat nilai yang jelek" atau "supaya tidak dimarahin orang tua", dan jawaban-jawaban serupa lainnya. Yang ingin saya garis bawahi disini adalah kebanyakan anak yang tidak mengerti tujuan dari usaha mati-matian yang sudah mereka lakukan. Hal inilah yang tidak baik.
Ada dua hal yang selalu saya sampaikan kepada anak-anak didik saya, yang pertama adalah "lakukanlah yang kamu suka tapi jangan lupakan kewajiban" dan "belajar dan bermainlah".
Lakukanlah yang kamu suka tapi jangan lupakan kewajiban. Kita harus menyadari bahwa setiap anak memiliki minat yang berbeda-beda. Ada yang suka belajar, ada yang suka musik, ada yang suka olahraga, dan lain-lain. Jika kita tidak suka musik, maka janganlah bermain musik. Jika kita tidak suka olahraga, maka janganlah berolah raga. Lakukanlah apa yang menjadi kesukaan kita. Tapi, kita harus ingat dengan kewajiban kita. Untuk anak sekolah, tentu saja belajar pelajaran sekolah sudah menjadi salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan. Dengan porsi yang tepat, maka si anak pasti akan lebih menikmati masa-masa sekolah.
Belajar dan bermainlah. Belajar dan bermain harus dilakukan dengan seimbang. Kebanyakan belajar tanpa bermain akan menyebabkan anak menjadi kutu buku dan anti sosial. Kebanyakan bermain tanpa belajar akan menyebabkan anak menjadi sosok yang tidak memiliki kepintaran. Jadi, lakukanlah kedua hal tersebut dengan seimbang sehingga kita bisa menjadi pribadi yang pintar (dalam hal yang kita sukai) dan memiliki kehidupan sosial yang baik.
Nilai ataupun peringkat bukan hal terpenting dalam suatu proses pendidikan. Yang lebih penting adalah proses berkembangnya si anak menjadi sosok yang kuat dan berkarakter saat ia masuk dalam 'kehidupan yang sebenarnya'.
Do what you Love and Love what you Do.
Subscribe to:
Posts (Atom)

