Showing posts with label pohon. Show all posts
Showing posts with label pohon. Show all posts
Wednesday, June 25, 2014
Jadilah Seperti Pohon
Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.
“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.
“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.
“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.
“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.
“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.
“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.**
Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.
Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.
“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”
Monday, April 8, 2013
Mengapa Daun Jatuh dari Pohon ?
Setelah membaca pertanyaan diatas, mungkin banyak jawaban berbeda yang muncul dalam diri rekan-rekan semua. Ada yang menjawab karena daunnya sudah tua, karena tertiup angin, atau jawaban-jawaban lainnya.
Pertanyaan "Mengapa daun jatuh dari pohon?" tersebut ditanyakan seorang teman saya pada masa saya masih kuliah. Sebelum sempat menjawab (jawaban yang akan saya berikan pada saat itu adalah karena daunnya sudah tidak memungkinkan bertahan di pohon), teman saya melanjutkan pertanyaannya: "Karena pohon tidak kuat menahan dia (daun) atau Tuhan mengizinkan dia jatuh?". Silahkan rekan-rekan ingin memikirkan sejenak jawaban dari pertanyaan yang diberikan teman saya tersebut. :)
Setelah teman saya menyelesaikan pertanyaannya, saya diam sejenak dan berpikir. Kemudian saya menjawab: "mungkin daun jatuh karena sudah saatnya pohon kehilangan dia dan disaat itu pula Tuhan mengizinkan dia jatuh". dan teman saya menjawab: "iya, mungkin". Setelah itu pembicaran beralih ke hal-hal lainnya.
Dalam kehidupan nyata, saya menganalogikan pohon adalah kita dan daun adalah segala sesuatu yang memengaruhi keberhasilan kita. Sebuah pohon akan memakan waktu yang sangat lama supaya daun-daunnya bisa tumbuh dengan rindang. Pohon harus menjatuhkan daun-daun yang sudah kering supaya daun-daun yang baru bisa tumbuh.
Sama seperti kita, butuh waktu dan proses yang panjang untuk mencapai keberhasilan. Tidak bisa Instan. Kita harus membuang 'daun-daun' kita yang jelek dan dengan sabar menunggu 'daun-daun' yang baik tumbuh. Layaknya pohon yang butuh air dan pupuk, kita juga butuh masukan, kritik, dan saran dari orang-orang disekitar kita agar bisa mencapai keberhasilan.
Jadi, "Mengapa Dauh Jatuh dari Pohon ?". Menurut saya jawabannya adalah karena pohon diciptakan untuk menjadi sesuatu yang indah. Sama seperti kita yang diciptakan untuk menjadi orang yang berhasil.
There is no ELEVATOR to SUCCESS. You have to take the STAIRS.
(nb. pohon yang saya maksud diatas adalah pohon-pohon pada umumnya, pohon yang rindang berdaun hijau) :)
Pertanyaan "Mengapa daun jatuh dari pohon?" tersebut ditanyakan seorang teman saya pada masa saya masih kuliah. Sebelum sempat menjawab (jawaban yang akan saya berikan pada saat itu adalah karena daunnya sudah tidak memungkinkan bertahan di pohon), teman saya melanjutkan pertanyaannya: "Karena pohon tidak kuat menahan dia (daun) atau Tuhan mengizinkan dia jatuh?". Silahkan rekan-rekan ingin memikirkan sejenak jawaban dari pertanyaan yang diberikan teman saya tersebut. :)
Dalam kehidupan nyata, saya menganalogikan pohon adalah kita dan daun adalah segala sesuatu yang memengaruhi keberhasilan kita. Sebuah pohon akan memakan waktu yang sangat lama supaya daun-daunnya bisa tumbuh dengan rindang. Pohon harus menjatuhkan daun-daun yang sudah kering supaya daun-daun yang baru bisa tumbuh.
Sama seperti kita, butuh waktu dan proses yang panjang untuk mencapai keberhasilan. Tidak bisa Instan. Kita harus membuang 'daun-daun' kita yang jelek dan dengan sabar menunggu 'daun-daun' yang baik tumbuh. Layaknya pohon yang butuh air dan pupuk, kita juga butuh masukan, kritik, dan saran dari orang-orang disekitar kita agar bisa mencapai keberhasilan.
Jadi, "Mengapa Dauh Jatuh dari Pohon ?". Menurut saya jawabannya adalah karena pohon diciptakan untuk menjadi sesuatu yang indah. Sama seperti kita yang diciptakan untuk menjadi orang yang berhasil.
There is no ELEVATOR to SUCCESS. You have to take the STAIRS.
(nb. pohon yang saya maksud diatas adalah pohon-pohon pada umumnya, pohon yang rindang berdaun hijau) :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
