Saturday, June 4, 2011

TIDAK PERNAH TERLAMBAT UNTUK MERAIH SUKSES

Berapa usia anda sekarang ? Bisa saya pastikan belum ada yang mencapai delapan puluh tahun saat membaca tulisan saya ini. Apakah anda telah menjadi orang yang sukses pada usia anda sekarang ? Jika anda merasa belum sukses, jangan khawatir dan jangan pernah berputus asa. Ternyata sukses bukan masalah usia. Dia bisa datang pada usia muda atau usia tua. 

Toyo Shibata jelas tidak lagi muda. Pada usianya yang hampir 100 tahun, perempuan Jepang itu memunculkan buku kumpulan puisi, dan baru pertama kali itu pula ia menerbitkan buku. Tidak dinyana, buku berjudul Don’t Be Frustated tersebut laris manis. Sampai dengan Desember 2010 kemarin, telah menembus angka penjualan 1.500.000 eksemplar. Sangat fantastis. Sementara di Jepang, buku puisi disebut sukses jika sudah mencapai 10.000 eksemplar.

Buku perdana Toyo Shibata berhasil masuk The 10 Best Seller 2010 versi Touhan, penerbit buku terbesar di Jepang. Uniknya, ia baru mulai menulis saat berusia 92 tahun. Luar biasa, benar-benar nenek yang produktif. Usia tidak menghalanginya berkarya dan bekerja meraih sukses. Padahal kita lihat banyak orang tua di sekitar kita yang sudah tidak berpikir lagi untuk menghasilkan karya besar. Bahkan banyak juga anak muda yang tidak memiliki keinginan kuat untuk sukses dan memiliki karya monumental.

Toyo Shibata menjadi contoh bahwa kesuksesan bisa diraih pada usia berapapun. Ia menjadi ikon bahwa menulis bisa dilakukan kapan saja, pada usia berapa saja. Ia membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berkarya dan berprestasi gemilang. Benar-benar pesan yang kuat, bahwa tidak ada terlambat untuk meraih sukses dan terkenal. Kita semua belum pernah mendengar nama Toyo Shibata sebelum ini. Justru kita mengenal namanya saat ia berusia 99 tahun dan bersiap menyambut usia genap 100 tahun.
Kita juga ingat musisi fenomenal Urip Ariyanto yang lebih terkenal dengan nama Mbah Surip. Lagu Tak Gendong melejitkan namanya, dan sempat menjadi berita yang menghangatkan dunia hiburan Indonesia. Ia lahir tahun 1949, setelah mengalami berbagai jenis pekerjaan, tahun 1979 mulai hijrah ke Jakarta. Mbah Surip sebenarnya sudah banyak melahirkan album, seperti “Ijo Royo-royo” (1997), “Indonesia“ (1998), “Reformasi” (1998), “Tak Gendong” (2003) dan “Barang Baru” (2004). Album ini bukan dirilis perusahaan musik, tapi direkam dan diedarkan sendiri. Distribusinya bukan dari Disc Tara atau toko musik terkenal lain, tapi melalui warung dan toilet umum di seputar Blok M dan Ancol.
Baru pada April 2009, perusahaan rekaman Falcon memilih 10 lagu Mbah Surip, termasuk “Tak Gendong” dan “Bangun Tidur”, lalu melemparnya ke pasar, dan ternyata langsung meledak. Usianya sudah 60 tahun saat menjadi populer dan sukses. Ia menjadi selebritis mendadak, diundang di berbagai kegiatan dan forum. Diwawancara berbagai stasiun televisi, radio, majalah dan koran. Lagunya dinyanyikan sejak anak kecil sampai orang tua. Ucapan “I Love You Full” menjadi bahasa gaul yang ditirukan banyak kalangan.

Walaupun hanya sebentar menikmati masa sukses, namun ada pesan yang kuat tertangkap oleh kita, bahwa sukses tidak mengenal usia. Mbah Surip sudah tua saat terkenal. Ia tidak terkenal saat berusia 20 atau 30 tahun. Lagu Tak Gendong yang sudah dirilis pada tahun 2003, baru meledak setelah dirilis ulang pada tahun 2009. Konon, ia berhak mendapatkan royalti 4,5 Milyar Rupiah dari album Tak Gendong yang dirilis tahun 2009. Jelas uang yang tak pernah dibayangkan Mbah Surip sepanjang hidupnya. Ternyata sukses tidak mengenal usia.

Kita juga mengenal Kolonel Harland Sanders, pendiri Kentucky Fried Chicken. Sanders lahir di tahun 1890. Ia telah melakukan banyak pekerjaan sebelum menjadi sukses dengan KFC-nya. Pernah menjadi tukang parkir pada usia 15 tahun di New Albany, kemudian pada usia 16 tahun menjadi tentara yang dikirim selama 6 bulan di Kuba. Setelah itu ia menjadi petugas pemadam kebakaran, pegawai asuransi, operator kapal feri, penjual ban, dan operator bengkel. Sanders sempat belajar ilmu hukum melalui korespondensi dan mempraktikkannya dalam dunia pengadilan. Pada usia 40 tahun Kolonel mulai memasak untuk orang yang yang bepergian yang singgah di bengkelnya di Corbin.
Percaya diri dengan kualitas ayam gorengnya, Kolonel membuka usaha waralaba yang dimulai tahun 1952. Ia pergi jauh menyeberangi Negara bagian dengan mobil dari satu restoran ke restoran lainnya, memasak sejumlah ayam untuk pemilik restoran dan karyawannya. Jika reaksi yang terlihat bagus, ia menawarkan perjanjian untuk mendapatkan pembayaran dari setiap ayam yang laku terjual. Inilah kegigihan Kolonel Sanders. Dia memulai suksesnya di usia 66 tahun, saat tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya sebagai pensiunan tentara.

Dia memiliki keahlian dalam memasak, dia tawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Akhirnya restoran yang ke-1008 menerima resepnya tersebut, dan kini Kentucky Fried Chicken telah tersebar di lebih dari 80 negara di dunia. Ya, tak ada kata terlambat untuk menjadi sukses dan terkenal. Di usia 66 tahun memulai usaha besar, dan ternyata Sanders mendapatkan tempat di dunia makanan. KFC menjadi cita rasa makanan orang di berbagai negara.

Bagi manusia yang religius, sukses adalah sebuah keinginan dan cita-cita terbesar dalam kehidupan. Kita ingin mendapatkan sukses di dunia dan sukses di akhirat. Kita ingin bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Jika hanya mengejar sukses dunia saja, kita akan merugi kelak di akhirat. Contoh-contoh yang saya tulis di atas tentu saja adalah sukses menurut ukuran dunia. Bagaimana orang-orang melakukan aktivitas kehidupan yang bisa membuatnya menjadi sukses dalam kehidupan. Bahkan pada usia yang sudah tua sekalipun, sukses bisa diraih.

Kita tidak memisahkan jalan antara sukses dunia dengan sukses akhirat, karena itu berada di jalan yang harus sama, agar tidak perlu menempuh dua jalan yang berbeda untuk bisa sukses pada keduanya. Allah telah memerintahkan manusia agar selalu bekerja keras, bekerja serius, dengan mengoptimalkan segenap potensi dan waktu yang dimiliki :

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (Alam Nasyrah: 7 – 8).
Allah menghendaki agar semua waktu kita produktif, tidak ada yang tersia-siakan. Bersambung antara satu kegiatan dengan kegiatan berikutnya, antara satu usaha dengan usaha berikutnya. Jangan membiarkan diri manja dan cengeng dengan meratapi kondisi yang tidak sesuai harapan, sampai menghabiskan waktu hanya untuk menangisi nasib yang belum berpihak kepada dirinya. Tidak mengenal usia, semua waktu harus bermanfaat dan teroptimalkan untuk membuat karya. Namun di semua usaha kita, ujungnya adalah harapan besar kepada Tuhan
.
Inilah jalan sukses itu. Kesungguhan, kegigihan, dan keseriusan dalam perjuangan untuk melakukan aktivitas terbaik pada setiap waktu yang kita lewati. Tidak mudah mengeluh, tidak mudah kecewa, tidak berputus asa dari kebaikan. Jika di masa muda belum merasa menemukan kesuksesan, bukan alasan untuk menutup lembar kehidupan dengan mengatakan “Sudah selesai sejarahku. Tidak mungkin aku menjadi orang sukses”. Ini pikiran dan jiwa pesimis yang harus dibuang.

Selama kita masih diberi waktu, semua peluang dan kesempatan sukses selalu terbuka. Tinggal kita mengolah potensi dan mengambil kesempatan yang terbuka tersebut untuk meraih sukses. Kewajiban manusia hanyalah berusaha, melakukan yang terbaik, sembari terus berdoa. Allah yang akan memberikan kesuksesan bagi kita. Jangan pernah menyerah untuk mendapatkan sukses. Sesaat sebelum meninggalnya pun, seseorang bisa meraih sukses.

Jangan merasa tua untuk memulai karya. Jangan merasa tua untuk bekerja produktif. Jangan merasa tua untuk meraih mimpi. Jangan merasa tua untuk mendapatkan sukses.


Sumber :
1. Nenek Jepang Cetak Buku Puisi Terlaris, www.mediaindonesia.com Rabu 26 Januari 2011
2. Biografi Singkat Kolonel Harland Sanders, www.copastuntas.blogspot.com
3. Kisah Hidup Mbah Surip, www.whatzups.com

==============================================
artikel di atas merupakan buah pikir Ustadz Cahyadi Takariawan

dimuat di blog : http://www.ratnautami.com

Friday, May 6, 2011

Ah Long, Boy from Heaven ( Sebuah Kisah Bocah 6 Tahun Yang Menjalani Kehidupannya Sendiri)

Subhanallah.......ketika googling dan buka k*skus....ku temuan cerita tentang Ah long ini. Sungguh sebuah kisah yang mengagumkan dari seorang bocah 6 tahun, yang hidup mandiri dan menjalani kehidupannya sehari-hari sendiri.Bocah ini telah mengajarkan kepada kita sebuah kemandirian, bahkan ia telah dewasa dimasa belianya. Dan ia mengajarkan kepada kita, ketika orang lain mengucilkan kita, menolak kehadiran dan keberadaan kita, maka 'life must Go on" hidup harus berlanjut, tidak patah karena penolakan,hinaan dan pengucilan.Berikut penggalan kisah hidupnya:

Mungkin ada yang pernah nonton film ” I am The Legend” , film yang dibintangi Will Smith itu bercerita tentang seorang manusia yang hidup sendiri di dunia dengan ditemani sahabat sejatinya seekor Anjing. kurang lebih hal itu sama dengan dirasakan oleh bocah kecil bernama Ah Long yang hidup sendiri diprovinsi Guangxi, China……bayangkan seorang Bocah!!!!

Namanya Ah Long , umurnya baru 6 tahun , kedua orang tuanya telah meninggal dikarenakan mengidap penyakit AIDS. Orang orang disekitarnya mengucilkannya karena Ah Long  dilahirkan dengan virus HIV yang mengalir di darahnya.

Ah Long harus menjaga dirinya sendiri karena kebanyakan orang takut untuk mendekat, Satu-satunya sahabat sejatinya adalah anjingnya yang selalu setia menemani disampingnya.

Karena Penyakitnya orang orang disekitarnya tidak menghiraukannya. Sekolah tidak mau menerimanya, bahkan para orang tua murid sepakat akan mencelakainya apabila Ah long muncul kesekolah dan bermain dengan anak anaknya. Bahkan Dokter pun enggan mengobatinya apabila Ah long Kecil sakit.
Satu satunya saudara yang dimiliki Ah long adalah neneknya yang berumur 84 Tahun yang enggan untuk tinggal bersama cucunya.

Ah Long, yang telah tinggal sendirian sejak ibu dan ayahnya meninggal karena AIDS pada tahun 2008 dan 2010 – kini dirawat di sebuah rumah amal untuk sementara waktu. Sebelum diperhatikan, anak kecil ini memasak, mencuci, dan belajar sendiri, dan ia juga memelihara beberapa ekor ayam. Berikut gambar-gambar tentang kehidupan keseharian Ah Long:

* Ini adalah foto tempat tinggalnya sehari-hari
Rumah tipe RSSS ( Rumah Sangat Sederhana Sekali)*




* Menanam Sayur di sekitar Rumah*
* Memasak makanan Sendiri*
* Merenung Sejenak*
* Mengambil air untuk persiapan memasak*
* Bahkan  aktivitas belajarpun ia lakukan sendiri tanpa bantaun orang lain*
*Mandi Sendiri*

Karena kondisinya, ia ditolak oleh sekolah dasar terdekat dan sebagian besar orang, termasuk teman-temannya menjauhkan diri darinya. Dan dokter tidak ingin mengobati luka-lukanya dan neneknya – satu-satunya anggota keluarganya – menolak untuk tinggal bersamanya. Bahkan Departemen Kesejahteraan setempat menolak untuk merawat anak itu. Yang menjadi pendampingnya hanyalah seekor anjing yang bernama Lao Hei.
*Sahabat setia dan satu-satunya*
*Sahabat setia yang tidak pernah mengucilkannya*
*Ah Long membawa kayubakar, menuruni jalan setapak di lereng bukit dekat rumahnya*
* Ah Long Ketika sedang Bermain Sendirian*



Parahnya, Ah Long menerima tunjangan subsistensi bulanan dari biro sipil sebesar 70 yuan (sekitar 90 ribu rupiah), yang tentu saja tidak cukup baginya.
Sejak cerita Ah Long disorot oleh media, anak itu telah menerima perhatian yang luar biasa dari masyarakat maupun pemerintah di Cina. Awal bulan Desember 2010 lalu, rumah amal di kota Liuzhou, di mana anak itu tinggal di desa kaki bukit dari Gunung Malu, setuju untuk merawatnya. Pemerintah setempat juga akan memberikan biaya hidup sebesar 1.200 yuan (sekitar 1,5 juta rupiah) setiap tahunnya pada Ah Long dan neneknya. 
Netizen yang peduli juga menyumbang 24.000 yuan (sekitar 30 juta rupiah)untuk membangun rumah baru untuk Ah Long. Salah satu dari mereka, Zhang Fei, yang mengawasi konstruksi, mengatakan bahwa rumah baru ini memiliki luas sekitar 60 meter persegi. Rumah ini memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan toilet. 
Rumah baru (kiri) untuk Ah Long dibangun di sebelah rumah lama (kanan)
Sekarang, ketika Ah Long telah 'mengungsi' ke rumah amal, nasib rumah lamanya tidak diketahui. Tetapi kita gembira untuk mengetahui bahwa penderitaan Ah Long sebagai orang buangan yatim piatu dan orang yang dikucilkan masyarakat akhirnya akan segera berakhir. Sebuah esok yang lebih baik telah menanti!
Renungan:
Masih tidak bersyukurkah kita dengan apa yang kita miliki sekarang , bersyukurlah masih memiliki keluarga , bersyukurlah masih mempunyai teman , bersyukurlah dan bersyukurlah..
Sumber:
* Life's So Beautiful: The Sad Plight of Ah Long, dengan terjemahan dan perubahan
*  Kaskus
*  Blogspot
*  Om Google

Tuesday, April 26, 2011

Wanita Ini Mampu Bekerja Hingga Usia 102 Tahun



Sally Gorgon dan putranya Jim Gordon / Reuters
Jakarta - Luar biasa wanita bernama Sally Gordon ini. Kekuatan fisiknya membuat dia mampu bekerja hingga 102 tahun sebagai pegawai negeri di Amerika Serikat. Wow!

Dilansir Reuters, Rabu (27/4/2011), Gordon sudah bekerja untuk tiga gubernur berbeda di negara bagian Nebraska. Selama itu, dia selalu menolak pensiun. Di usia 75 tahun, Sally memutuskan berkarir sebagai staf legislatif.

Diusianya yang sudah sangat tua, Gordon mengaku pensiun yang diambilnya bukan karena faktor kesehatan. Karena, Gardon memang dikenal sebagai wanita yang hidup sehat dan aktif.

"Saya memutuskan pensiun hanya karena memang sudah waktunya," jelas Gardon.

Dia mengatakan masalah kesehatan bukan faktor dalam keputusannya untuk pensiun pada hari Selasa.

"Saya hanya memutuskan itu adalah waktu untuk melakukannya,"jelasnya.

Dulunya ternyata Gardon seorang model. Dia biasanya mengenakan blazer merah menyala dengan tangan yang selalu terbungkus oleh syalnya.

Gordon berkewarganegaraan Chicago, dibesaran di Fort Collins, Colorado. Dia hijrah ke pada tahun 1927 dan menyaksikan pengrajin Italia mendesain mosaik lantai di State Capitol.

Ada pepatah favorite Gardon yang selalu membuat Gordon bersemangat. "Hidup berlalu dengan kecepatan luar biasa, mungkin itu sebabnya mereka menyebutnya umat manusia"

Gordon tidak akan menyia-nyiakan hari terakhirnya berkerja. Dia berjanji akan bekerja dengan sangat emosional sebelum benar-benar pensiun.

"Saya mencoba untuk hidup setiap saat," katanya.

"Tuhan tidak memberi kita tombol kembali, Dia hanya memberi kita jeda atau maju cepat. Aku masih muda dan saya ingin menikmati pensiun," tandasnya.

(Sumber)