Friday, August 6, 2010

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥Surat Untuk Calon Suamiku♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ


Seorang gadis menulis surat untuk calon husband dan menyimpannya di atas awan. Ini isi suratnya :

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Dear calon suamiku…
Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

hidup ini indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yg terakhir

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥ Tolong Sampaikan pada Si dia ♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Tolong beritahu si dia aku ada pesanan buatnya…
Tolong beritahu si dia, cinta agung adalah cintaNya…
Tolong beritahu si dia, cinta manusia bakal membuatnya alpa…
Tolong nasihati sia dia, jangan menyintaiku lebih dari dia menyintai Yang Maha Esa…
Tolong nasihati si dia, jangan mengingatiku lebih dari dia mengingati Yang Maha Kuasa…
Tolong nasihati si dia, jangan mendoakanku lebih dari dia mendoakan ibu bapanya…

Tolong katakan pada si dia, dahulukan Allah karena di situ ada syurga…
Tolong katakan pada si dia, dahulukan ibu bapaknya karena di telapak itu syurganya…
Tolong ingatkan si dia, aku terpikat karena imannya bukan rupa…
Tolong ingatkan si dia, aku lebih cintakan zuhudnya bukan harta…
Tolong ingatkan si dia aku kasihinya karena santunnya…
Tolong tegur si dia, bila dia mulai mengagungkan cinta manusia…

Tolong tegur si dia, bila dia tenggelam dalam angan-angannya…
Tolong tegur si dia, andai nafsu mengawal fikirannya…
Tolong sadarkan si dia, aku milik Yang Maha Esa…
Tolong sadarkan si dia, aku masih milik keluarga…
Tolong sadarkan si dia, tanggungjawabnya besar kepada keluarganya…

Tolong sabarkan si dia, usah ucap cinta di kala cita-cita belum terlaksana…
Tolong sabarkan si dia, andai diri ini enggan dirapati kerana menjaga batasan cinta…
Tolong sabarkan si dia, bila jarak mejadi penyebab bertambah rindunya…
Tolong pesan padanya, aku tidak mau menjadi fitnah besar kepadanya…
Tolong pesan padanya, aku tak mau menjadi puncak kegagalannya…
Tolong pesan padanya aku membiarkan Yang Esa menjaga dirinya…
Tolong khabarkan pada si dia, aku tidak mau membuat dia terlena…

Tolong kabarkan pada si dia, aku mau dia berjaya dalam impian dan cita- citanya…
Tolong kabarkan pada si dia, jadilah penyokong dalam kejayaanku…
Tolong sampaikan pada si dia, aku mendambakan cinta suci yang terjaga…
Tolong sampaikan pada si dia, cinta karena Allah tidak ternilai harganya…
Tolong sampaikan pada si dia, hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Yang Maha Kuasa…
Tolong sampaikan kepada si dia kerana aku tidak mampu memberitahunya sendiri…
Hanya engkau Ya Allah mengetahui siapa si dia…

Moga pesananku sampai padanya walau aku sendiri tidak mengetahui siapa dan dimana si dia…
Moga dia seekor lebah yang senantiasa memuji keagungan Yang Maha Kuasa memasuki taman larangan dengan sopan santunnya dan bertemu mawar berduri yang terjaga oleh tuannya…
Simpanlah pesanan ku ini sehingga engkau bertemu diriku suatu hari nanti…

09 Mei 2010 (RKI)

ANDAI TIADA ESOK LAGI UNTUKKU۞

Setiap kali bangun tidur dan membuka mata
Yang terucap adalah kalimah Syukur
Bahwa Allah masih mengizinkan kita kembali menatap fajar.
Merasai hembusan bayu pagi yang menyusup celah jendela,
dan menemui kembali apa yang kita semalam sebelum mata terpejam.
Semuanya masih seperti sediakala,
tidak ada yang berubah.

Kemudian melangkahlah dengan iringan doa di bibir
untuk meneruskan perjalanan kehidupan.
Dengan bimbingan-Nya-lah kita ini tidak melangkah
ke jalan yang salah.
Tak menjamah yang bukan hak, tak melihat yang dilarang,
tak menjamah yang tak halal, tak mendengar yang batil,
dan tak banyak melakukan sia-sia.
Karena setiap waktu yang dilewati pasti akan ditagih tanggungjawabnya.
Lantaran semua jalan yang dilalui akan diminta kesaksiannya
atas diri kita.
Dan, seluruh indera kita ini akan diminta berbicara tentang
apa-apa yang pernah tercipta.

Hari ini, masih ada yang terus lalai.
Masih ada juga lengah sehingga terus mencipta kesilapa.
Walau segunung kuliah pernah didengar,
mulut masih mengucap dusta,
telinga tetap tak mampu membendung irama-irama lalai,
dan masih saja ada perbuatan yang salah.
Sedangkan, paling kurang 5kali sehari lidah mengucap,
tangan ini itengadah,
dan mata menitikkan butir bening,
sekaligus memohon perlindungan dari Allah,
dijauhkan dari salah dan dosa.
Tetapi, masih juga langkah ini menuju arah yang sesat.

Setiap hari menangis,
setiap hari meminta keampunan,
tetapi setiap hari juga berbuat salah.
Hari ini mencipta dosa,
esok sibuk bersujud,
meluluhkan air mata,
menyusun kalimah doa,
menganyam permohonan semoga Allah menghapuskannya - Jangan bertangguh lagi.
Karena, entah sedetik kemudian kita ini tak lagi sempat memohon keampunan-Nya.
Lupakah kita bahwa waktu begitu cepat berlalu.
Lupakah kita bahwa menyesal di akhirat hanyalah kesia-siaan yang nyata?

Bagaimana jika hari esok tak pernah datang,
Padahal baru saja seharian ini kita berenang di lautan dosa,
belum sempat menghapus noda hari ini,kelmarin, sebulan yang lalu.
Bagaimana jika Allah tak berkenan membukakan mata kita
setelah sepanjang malam terlelap?
Bagaimana jika pertemuan dan keriangan bersama keluarga semalam adalah
yang terakhir kalinya buat kita.
Ketika esok harinya roh ini melihat seluruh keluarga menangisi jasad kita yang terbujur
kaku berselimut putih.

Bagaimana jika matahari esok terbit dari barat,
tak seperti biasanya dari timur?
Padahal hari ini kita langsung lupa menyebut nama-Nya.
Padahal hari ini, belum sempat mengunjungi satu persatu keluarga, kerabat
sahabat handai tolan, tetangga, dan orang-orang yang pernah tersakiti hatinya
oleh lidah dan tindakan kita.
Sudah terlalu lama tak mencium tangan orang tua mencari restu mereka,
walau tak terhitung salah diri.
Belum lagi sempat menderma, setelah derma kecil beberapa tahun lalu yang sering
kita banggakan.

Dan jika memang esok tak pernah datang,
sungguh malanglah diri kita ini,
benar-benar malang,
bila belum sempat mencuci dosa sepanjang hidup,
bila belum mendengar ungkapan maaf daripada orang-orang yang pernah kita zalimi,
bila belum sempat menyisihkan harta yang menjadi hak orang lain,
bila belum sempat meminta ampun atas segala salah dan silap yang tercipta.

Maka, saat pagi ini Allah masih mempeekenankan diri kita menikmati fajar,
mulakan hari dengan kalimah, "Terima kasih, wahai Maha Pemurah".

"SEANDAINYA MANUSIA ITU TAHU TENTANG AIBNYA SENDIRI
NISCAYA TIDAK ADA ORANG YANG MAU MENCELA AIB ORANG LAIN"
-Rabi' Bin Hutsam

Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada Allah
setelah melihat dosa-dosa yang dilakukan orang lain.
Tetapi sayangnya; mereka tidak merasa hal itu saat melihat dosa-dosa
yang dilakukan sendiri.

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,
Siapa di antara kita yang kuat menahan malu,
andai kita tahu senarai kesalahan, kederhakaan, kemaksiatan,
dan pelanggaran yang telah kita lakukan?
Siapa di antara kita yang mampu menahan rasa hina tiada tara,
jika kita mengetahui catatan perilaku buruk yang sudah kita lakukan?
Hidup yang kita lalui ini terlalu singkat. Tapi siapa yang kuat menahan
penyesalan akibat keburukan dan dosa yang kerap kita lakukan berulang-ulang?

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,
mari perbaharui taubat, mari perbanyakkan istigfar,
dan mohon keampunan kepada Maha Pengampun.
Rasulullah S.A.W menggambarkan bahawa satu dosa itu seperti titik hitam di dalam hati.
Semakin banyak titik hitam di dalam hati, maka hati boleh menjadi hitam legam -- Tidak
lagi bercahaya. Cahaya tertutup oleh titik-titik hitam yang menjadikannya tidak mampu
lagi memandang dan menimbang kebenaran.

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,
Segeralah melepaskan diri dari perbuatan dosa,
beristigfarlah, dan bertaubatlah dengan sebenar-benarnya taubat,
InsyaAlalh hati kita akan cemerlang seperti semula.
Tapi bila kita mengulangi perbuatan dosa, maka titik hitam itu akan
bertambah hitam hingga meliputi seluruh hatinya.

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,
"KETAATAN IDENTIK DENGAN CAHAYA BATIN DAN KEKUATAN FISIK.
KEBAIKAN ITU MEMBERI CAHAYA DALAM HATI, MELAHIRKAN KEKUATAN
BAGI TUBUH, SERTA MEMPENGARUHI REZEKI".
- Hasan Al-Bashri

"SESEORANG DIHALANGI REZEKINYA KARENA DOSA YANG IA LAKUKAN"
- HR. Ibnu Majah

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,
Mari tadahkan tangan, kita sama-sama berdoa :
"YA ALLAH, JADIKAN KEDUDUKAN BATINKU LEBIH BAIK DARIPADA
KEDUDUKAN LAHIRKU. YA ALLAH, AKU BERLINDUNG PADA-MU
DARI MENGANGGAP DIRIKU BESAR, TAPI ENGKAU MENGANGGAPKU KECIL
YA ALLAH, AKU BERLINDUNG DENGAN REDHA-MU DARI KEMURKAAN-MU,
AKU BERLINDUNG DENGAN MAAF-MU DARI AZAB-MU".
_________________________________________________