WAHAI MENANTUKU:
aku hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu dan engkau sebagai menantuku. bila engkau membaca pesan ini semoga engkau melihat pula bayang wajah ibu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri bersamaku tepat dihadapanmu.
WAHAI MENANTUKU:
bukankah engkau sudah berjanji akan menjadi imam dunia akherat untuk putriku. bukankah engkau juga telah bersumpah untuk membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke surga.
WAHAI MENANTUKU:
bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, bukankah menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang, begitu yang seharusnya.
WAHAI MENANTUKU:
diajarkan kepadamu oleh Nabi bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun dini hari. bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa tentram dan aman. maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya.
WAHAI MENANTUKU:
engkau suami yang dipilih Tuhan untuk putriku, bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. bukankah engkau menikahinya atas nama Tuhanmu maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Tuhan.
WAHAI MENANTUKU:
sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan dan itu disebabkan mereka durhaka terhadap suaminya, maka selamatkanlah istrimu dari dosa yang lebih besar. bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan menjaga jalan surga untuk bisa di lalui oleh yang harus kau bawa serta.
WAHAI MENANTUKU:
engkau di ijinkan menghukum istrimu sewajarnya namun janganlah mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka. janganlah menghardiknya dengan kata-kata kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia juga adalah pakaianmu...
Semoga keluarga kalian bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, Aamiin
Showing posts with label surat. Show all posts
Showing posts with label surat. Show all posts
Thursday, August 1, 2013
Sebuah surat dari seorang calon menantu laki-laki kepada calon Mertuanya

Assalamualaikum Wr. Wb.
Teruntuk wahai Bapak yang dirahmati Allah
Bapak yang telah mendidik putrinya dengan penuh kelembutan
Bapak dengan sebuah gurat kewibawaan nomor satu di keluarga
Bapak yang telah menjadi seorang imam untuk wanita yang kucintai
Perkenalkan, aku adalah lelaki itu
Seorang lelaki asing yang mencintai putrimu
Seorang lelaki yang siap meneruskan tanggung jawab membahagiakan putrimu
Bapak, aku adalah pria serba biasa
Aku bukan keturunan seorang ningrat ataupun raja
Aku juga bukanlah pria bergelimang harta
Dan aku bukan seorang pria dengan kedudukan tinggi di puncak takhta
Yang aku miliki hanyalah Allah dan Rasul-Nya
Aku bukanlah Yusuf dengan segala keelokan paras dan ketampanannya
Aku juga bukan Sulaiman yang bergelimang harta dan kuasa
Aku juga tidak setangguh Umar dalam membela panji agama
Maafkanlah segala kelancanganku untuk meminta putrimu
Aku sadar betul, ini merupakan keputusan besar untukmu…
Ini adalah perjudian penuh resiko dalam hidupmu
Untuk merestui putrimu bersanding denganku
Wahai Bapak,
Dengan segala keterbatasan yang aku miliki
Percayalah pada niat suciku
Niatku untuk menjadi imam terbaik untuk putrimu
Niatku untuk memuliakan putrimu menjadi seorang wanita sesungguhnya
Niatku untuk membuat cemburu bidadari surga kepada putrimu
Niatku tuk memberikan teladan yang baik bagi anak-anak yang lahir dari rahimnya,
Cucumu kelak wahai Bapak
Dan niatku untuk menyempurnakan agamanya, agama kita
Akulah pria yang akan terus berusaha memantaskan diri untuk putrimu
Pria yang selalu berdoa dan bekerja untuk memberinya rezeki yang halal dan berkah
Pria yang dengan cintanya akan memenuhi nafkah untuknya
Wahai Bapak dengan segala kelembutan hati,
Aku takkan merebut putrimu dari sisimu
Sebagai imam, aku akan membimbingnya untuk selalu berbakti padamu juga ibunya
Karena engkau adalah pria nomor satu dalam hidupnya
Dan engkau adalah imam sekaligus walinya
Wahai Bapak,
Aku memohon padamu tuk bersedia jadi guruku
Seorang guru kehidupan sekaligus seorang teladan
Aku membutuhkan bimbinganmu tuk penuhi janjiku
Janji untuk bahagiakan putrimu
Ajari aku tentang kesabaran
Ajari aku juga tentang kelembutan
Karena aku yakin engkaulah sosok yang paling menguasainya
Dan aku akan menjadi murid paling beruntung di dunia
Wahai Bapak,
Izinkan aku menjadi seorang sahabat barumu
Sahabat yang senantiasa berbagi cerita dan merindukan nasihat
Izinkan aku menjadi rivalmu
Rival yang senantiasa terpacu untuk memberikan yang terbaik untuk putrimu
Izinkan aku menjadi anakmu
Anak yang akan berbakti dan mengabdi padamu
Wassalamualaikum Wr. Wb.
diadaptasi dari buku : JangaN Bodoh Mencari Jodoh
Saturday, February 23, 2013
Surat Cinta Untuk Suamiku
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..
Apa kabarmu disana sayang ?? ku pastikan kau disana sama dengan diriku, sehat tak kurang apapun.
Jelaslah rindu ini yang membuatku ingin menyampaikan setiap kata dengan pena cinta yag ku miliki. Ku pun yakin, kau disana lebih memiliki rindu yang maha dahsyat untukku.
Sayang, kau tahu bukan. Jika ada junjungan tertinggi pada makhluk Nya yang patut aku sembah selain padaNya itu adalah dirimu, pastilah aku hibahkan sujudku selain padaNya. Tapi sungguh sayang, ku yakinkan hati ini bahwa setinggi-tingginya mahabbah hanyalah pada Nya, tak ada selain untukNya. Kau pun tahu, cintaku padamu hanyalah perjuanganku untuk meraih cintaNya.
Jangan kau harapkan cintaku layaknya Juliet pada Rome atau Laila pada Qais, tak mungkin ku merelakan cintaku tersia-sia layaknya cinta mereka. Maka sayang, ajarkanlah aku untuk memupuk cinta yang telah mempertemukan kita, menjadi cinta yang maha dahsyat yakni karna kecintaan kita pada Allah dan untuk Allah. Karna cintaNya lah yang mampu meredam kerinduan kita.
Kau ingat sayang, kau begitu memuji keindahan atas penciptaanNya terhadapku, keelokan wajahku. Seandainya keelokan wajahku adalah yang terpenting untukmu, kan kuhias diri ini penuh warna untuk membiusmu pada keelokanku. Tapi benerkah itu yang terpenting untukmu ??
Seandainya benarlah itu yang lebih kau pentingkan, maka kau bukanlah suami yang tepat untukku. Tapi waktu ternyata berkata bahwa kau tak mementingkan semua keindahan dunia, terbukti ketika kau terus mengingatkanku untuk mendoakan perjuanganmu dan mendedikasikan waktuku untuk anak-anak kita dan perjuanganku.
Kau ajarkan aku menghiasi diri ini dengan akhlak dan keikhlasan. Kau bantu aku agar menjaga lisan dan kesabaran. Allah telah mempertemukanku dengan Mujahid terbaik untukku, karna kau pun tak pernah lepas dari mempekuat dirimu dengan taqwa dan keteguhan untuk menjagaku dan anak-anak kita. Ketawadhuanmu membuat ukiran cinta dihatiku kian rumit.
Terimakasih yaa cinta, atas dedikasimu padaku dan anak-anakmu. Tanpamu mungkin aku tak mampu mengenal dien ini secara baik, tanpamu mungkin aku lemah mengenalkan dien ini pada anak-anak kita. Tanpamu mungkin kini ku rapuh dalam menjalani indahnya mengenal agama Allah. Betapa aku bersyukur karna Allah mencintaiku dan mencintaimu sehingga kita dipertemukannya dalam Naungan CintaNya.
Ingatlah sayang, cinta kita hanyalah aplikasi kecintaan kita pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak ada cinta yang patut dijunjung tinggi selain cintaNya. Yakinlah bahwa aku hanya ingin mencintaimu karna Allah.
Maka sayang “ Cintailah aku Karna Allah “
Apa kabarmu disana sayang ?? ku pastikan kau disana sama dengan diriku, sehat tak kurang apapun.
Jelaslah rindu ini yang membuatku ingin menyampaikan setiap kata dengan pena cinta yag ku miliki. Ku pun yakin, kau disana lebih memiliki rindu yang maha dahsyat untukku.
Sayang, kau tahu bukan. Jika ada junjungan tertinggi pada makhluk Nya yang patut aku sembah selain padaNya itu adalah dirimu, pastilah aku hibahkan sujudku selain padaNya. Tapi sungguh sayang, ku yakinkan hati ini bahwa setinggi-tingginya mahabbah hanyalah pada Nya, tak ada selain untukNya. Kau pun tahu, cintaku padamu hanyalah perjuanganku untuk meraih cintaNya.
Jangan kau harapkan cintaku layaknya Juliet pada Rome atau Laila pada Qais, tak mungkin ku merelakan cintaku tersia-sia layaknya cinta mereka. Maka sayang, ajarkanlah aku untuk memupuk cinta yang telah mempertemukan kita, menjadi cinta yang maha dahsyat yakni karna kecintaan kita pada Allah dan untuk Allah. Karna cintaNya lah yang mampu meredam kerinduan kita.
Kau ingat sayang, kau begitu memuji keindahan atas penciptaanNya terhadapku, keelokan wajahku. Seandainya keelokan wajahku adalah yang terpenting untukmu, kan kuhias diri ini penuh warna untuk membiusmu pada keelokanku. Tapi benerkah itu yang terpenting untukmu ??
Seandainya benarlah itu yang lebih kau pentingkan, maka kau bukanlah suami yang tepat untukku. Tapi waktu ternyata berkata bahwa kau tak mementingkan semua keindahan dunia, terbukti ketika kau terus mengingatkanku untuk mendoakan perjuanganmu dan mendedikasikan waktuku untuk anak-anak kita dan perjuanganku.
Kau ajarkan aku menghiasi diri ini dengan akhlak dan keikhlasan. Kau bantu aku agar menjaga lisan dan kesabaran. Allah telah mempertemukanku dengan Mujahid terbaik untukku, karna kau pun tak pernah lepas dari mempekuat dirimu dengan taqwa dan keteguhan untuk menjagaku dan anak-anak kita. Ketawadhuanmu membuat ukiran cinta dihatiku kian rumit.
Terimakasih yaa cinta, atas dedikasimu padaku dan anak-anakmu. Tanpamu mungkin aku tak mampu mengenal dien ini secara baik, tanpamu mungkin aku lemah mengenalkan dien ini pada anak-anak kita. Tanpamu mungkin kini ku rapuh dalam menjalani indahnya mengenal agama Allah. Betapa aku bersyukur karna Allah mencintaiku dan mencintaimu sehingga kita dipertemukannya dalam Naungan CintaNya.
Ingatlah sayang, cinta kita hanyalah aplikasi kecintaan kita pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak ada cinta yang patut dijunjung tinggi selain cintaNya. Yakinlah bahwa aku hanya ingin mencintaimu karna Allah.
Maka sayang “ Cintailah aku Karna Allah “
http://www.bukanmuslimahbiasa.com
Wednesday, February 13, 2013
buat SUMAIku
.jpg)
Suamiku… Hari ini aku ingin berterima kasih padamu.
Karena tanpamu tak ada hari ini, hari ulang tahun pernikahan kita.
Suamiku… Mengingatmu di 12 tahun yang silam, aku lupa bahwa aku belum berterima kasih padamu. Padahal kamu yang mengajariku, dengan mengucapkannya setiap hari padaku, karena katamu rumah ini selalu terlihat indah sebab aku tak pernah berhenti senyum jika melihatmu.
Suamiku… Tahukah, aku tak pernah sekalipun punya alasan marah padamu. Kau tak pernah berhasil melakukannya. Jika aku lalai dengan berbuat salah, kau menasihatiku tanpa ku merasa ternasehati olehmu. Kisah-kisah kekasih Rasulullah, selalu membuatku terpukau. Sering aku bertanya, bagaimana kau bisa begitu sempurna bercerita padahal disaat yang sama kau sedang menasihati istrimu yang banyak kekurangan ini.
Suamiku… Mengenang masa lalu sungguh membuatku malu. Kau menerima kekuranganku. Aku yang kurang pandai memasak, aku yang kurang pandai mengurus rumah, aku yang kurang pandai bergaul dengan teman-temanmu, banyak sekali kekuranganku. Tapi kau, rajin sekali mengajariku dalam banyak hal. Hingga ibumu memuji masakanku karena kau rela menjadi bahan percobaan resep-resep baruku, lalu rumah kita yang rapi karena kau selalu membantu memisahkan baju kotor atau menata ulang ruangan kita, dan kau pun yang rajin mengajakku bersilaturrahim ke keluarga besar atau ke teman-teman kita sampai teman-teman akhwatmu pun kini bersahabat denganku.
Ah suamiku… Sekarang si sulung dan si bungsu yang mambantuku memasak, merapikan rumah dan mereka yang rajin mengajak bersilaturrahim. Apa kubilang, kamu jago sekali mendidik mereka. Kadang aku cemburu, karena setiap malam mereka memintaku menceritakan masa mudamu (hanya beberapa kali mereka menanyakan seperti apa bundanya dulu). Sebagian cerita itu aku mengarangnya dan sisanya aku bertanya pada ibumu juga sahabat-sahabatmu seperti apa kamu dulu. Mereka penolongku, karena kita tidak mengenal sebelumnya kecuali beberapa bulan sebelum akad nikah.
Suamiku… Hari itu indah ya. Mungkin aku yang paling beruntung, karena ternyata kamu begitu pintar membuatku mengerti banyak hal tentang dunia yang aku tidak pernah tahu sebelumnya. Setiap katamu selalu penting bagi ku. Buku sajak yang kau berikan padaku malam itu, sampai sekarang masih tersimpan di rak buku kita yang 60 hari lalu kau tata ulang.
Suamiku… Sepertiga malam di 60 hari yang lalu membuatku jadi istri paling beruntung. Karena kamu bilang, di surga kelak hanya satu bidadari yang kamu pilih yaitu aku. Aku cemberut, karena aku tahu kamu bohong. Di surga pasti bidadarinya tak sejelek aku. Lalu kenapa kamu memilihku.
Pagi itu, usai subuh. Kamu memintaku mengantar anak-anak pergi ke sekolah karena kau mengeluh tidak enak badan dan memilih tidur sejenak sebelum berangkat ke kantor. Tidurmu begitu pulas, hingga anak-anak yang berpamitan ke padamu tak kau gubris. Rupanya waktu itu kau sedang berhadapan dengan maut. Badanmu keluar banyak keringat dingin, dan tiba-tiba si sulung mengambilkanku Al Qur’an dan membukakan surah Yasin untukku. Si sulung menjagamu ketika aku menghubungi keluarga besar kita lalu bergegas mengambil air wudhu. Kamu tak pernah sakit, tapi mengapa pagi itu Allah menatakan hidup yang baru untukku begitu cepat. Sedang anak-anak kita masih membutuhkan kasih sayangmu.
Jadi benar kamu sekarang di surga sedang menghindari para bidadari itu, lalu memilih menungguku? Aku berusaha percaya padamu karena itu alasanku untuk berhenti menangisimu.
Suamiku… Si bungsu akan di wisuda TK. Dia mengafal Surah kesayanganmu di acara pelepasan. Ah suaramu masih kalah enak dengan si bungsu. Oh ya aku merekamnya, kata si bungsu “bunda setelah surah Ar Rahman, surah kesayangan ayah yang lain apa ya bunda, kan waktu itu ayah belum sempat bilang?” sudah lama aku tak menangisimu, mendengar pertanyaan yang tak mampu ku jawab, air mata leleh lagi. Untung ada si sulung yang mengalihkan pertanyaan si bungsu.
Bulan depan si sulung akan melanjutkan pendidikan menengahnya di pondok pesantren pilihanmu. Aduh ayah, testnya susah sekali. Untung si sulung cerdas sepertimu.
Suamiku… Aku tahu, maut bukan memisahkan kita.
Tapi menyatukan kita di masa yang lebih kekal.
Asal kau janji, jangan lirik bidadari yang lain yah disana.
(Kau tidak berhasil membuatku marah, tapi dengan sukses kau membuatku cemburu. Ah ayah)
Sunday, February 10, 2013
Buat Suamiku

Surat Untuk Suamiku Tersayang ^_^'
Assalamu'alaikum suamiku sayang,....??? :)
Aku tulis surat ini dengan penuh kehangatan cinta dan kasih sayang kepamu ^_^'
semoga Allah Swt, senantiasa menjaga kita Aamiin.. :)
Suamiku Sayang....??? Engkau adalah pemimpin rumah tangga kita, aturlah kami dengan aturan Allah, pimpinlah kami untuk taat kepada-Nya. Bimbinglah kami terhadap apa yang baik untuk kami. InsyaALLAH aku dan anak-anak kita nanti akan menghormatimu, memuliakanmu & taat kepadamu. :)
Suamiku Sayang,,,.... Engkau adalah anugrah dan kenikmatan yang sangat besar yang telah Allah karuniakan kepadaku. :)
"ketika banyak para wanita yang belum menikah, Allah mengaruniakan aku seorang Suami Sholeh InsyaALLAH seperti dirimu Sayang,,..." :*
"kebanyakan suami* yg acuh dengan perbuatan istrinya yg salah, Allah memberikan aku seorang suami yg selalu menasehatiku, yaitu dirimu Sayang,..." :)
"ketika banyak suami yg tidak peduli halal&haram ketika ia mencari rezeki, Allah memberikan kpdku seorang suami yg merasa cukup dgn yg halal, masih banyak lagi kebaikan dan keutamaan kamu Sayang,..." ^_^'
Kebaikan kamu, kasih sayang, perhatian sekaligus jerih payahmu yg begitu tulus kamu berikan...,
Lalu apakah pantas bagiku untuk tdk bersyukur kpd Allah atas nikmat darimu.,,..???
& apakah pantas bagiku untuk tdk berterima kasih kpd Kamu Sayang....,??? :'(
Suamiku Sayang...,??? Aku sadar bahwa pernikahan bukanlah syurga yg tdk ada problema, kesusahan juga kesulitan.., juga bukn neraka yg hanya kesulitan & kesengsaraan.,
***Semoga dgn itu aku lebih siap+tegar jika kesusahan, kesulitan datang menerpa.,,, Aamiin ^_^'
Suamiku Sayang,,.. InsyaALLAH aku akan menjadi pendamping yg kokoh dlm mengarungi rumah tangga kita, hanya kpd Allahlah aku memohon pertolongan.,, ^_^'
Suamiku Sayang...., aku ingin belajar hidup Qona'ah tdk mau bnyak menuntut kpdmu, :)
senantiasa menaatimu sekaligus memberikan pelayanan yg terbaik kpd kamu sayang.., ;)
Untuk Suamiku Tercinta
Untuk suamiku tercinta
السًّلا م عليكم ورحمة الله وبركاتهًّ
Aku tulis ini untuk mengingatkan bahwa pernikahan kita hari ini adalah ikatan sesaat. Di akhirat lah pernikahan yang abadi itu. Kalau hari ini engkau menghiasi hidup dengan iman dan amal sholeh, dan tidak henti mengingatkan istrimu ini untuk senantiasa untuk memperbaiki diri. Maka insyaalah di dunia aku istrimu dan kelak di akherat aku bidadarimu.
Apa yang sudah kita lakukan agar pernikahan ini barokah? Apakah yang sudah kita kerjakan di saat usia kita semakin tua? Inilah yang perlu kita renungkan sejenak. Meski manusia mengatakan betapa muda usia kita, tetapi tidakkah masa berganti dan zaman bertukar? Semua itu pertanda bahwa usia kita semakin mendekati titik akhir. Setiap detik perjalanan hidup kita adalah perjalanan menuju kematian. Dan Allah Azza wa Jalla sudah mengingatkan bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati.
Karenanya…… ada yang perlu kita kerjakan agar abadi cinta kita. Ada yang perlu kita tangisi atas kesalahan yang tak henti-henti kita kerjakan. Ada yang perlu kita ingat atas amanah yang telah Allah berikan kepada kita atas pernikahan kita ini kelak akan memberi bobot kepada bumi dengan kalimat La ilaaha illallah.
SAYANG………..
Kalau ada keshalihan pada diri mereka, Insyaallah akan selalu ada do’a yang mengantarkan kita pada kemuliaan yang lebih tinggi di sisi Allah. Kalau pun mereka lalai mendo’akan, keshalihan mereka cukup sudah menjadi kebaikan yang menyejukkan mata kita di akhirat. Cintai dan sayangilah anak-anak kita dengan sepenuh jiwa.
Indahnya Cinta
Usaplah kepala mereka dengan penuh rasa sayang. Perdengarkan kepada mereka kalimat-kalimat mulia dengan penuh kelembutan. Tetapi mampukah kita menyayangi mereka dengan penuh ketulusan kalau seandainya hati kita bercerai-berai?.
Tentunya aku tak menginginkan rumah yang selalu hangat dengan kehadiranmu ini akan gersang, jauh dari rasa cinta dan kasih sayang. Tetapi apakah yang dapat menjamin kita saling menyayangi jika cantiknya wajah bisa hilang dan kencangnya kulit bisa berubah menjadi keriput? Tidakkah engkau lihat betapa banyak manusia yang menyatakan saling mencintai saat menikah, tetapi sebelum anak ke dua lahir mereka sudah saling bertikai? Apakah yang salah pada mereka sehingga cinta yang dulu menggerakkan mereka untuk menikah, sekarang sudah menjadi apinya?
Ada yang sering kita lupa, cerita memang bisa disuburkan dengan kata – kata yang membakar jiwa. Tetapi kata apa yang bisa terucap jika jiwa telah membeku dan kehangatan cinta sudah musnah?
Aku tak hendak berpanjang kata dengan ungkapan berbunga-bunga. Usia pernikahan kita sudah beranjak jauh, cukuplah dengan nasihat, zaman bertukar masa berganti, sedangkan hati sesuai dengan sifatnya berbolak-balik. Karenanya sudah saatnya kita menyuburkan cinta dalam keluarga, justru tidak dengan mengandalkan pada ungkapan yang indah. Kita suburkan kasih sayang dan rasa cinta yang tulus denagn memohon kepada yang menggenggam Qolbu, Allah Azza wa Jalla. Kita kerjakan perkara-perkara yang termasuk amal shalih, memberi makan fakir miskin, berbuat baik pada orang tua, dan bentuk-bentuk amal shalih lainnya. Semoga dengan itu Allah ridlo kepada kita, memperbaiki iman kita, dan melimpahkan rasa cinta serta kasih sayang kepada kita.
Sungguh, inilah cinta yang tak mudah aus dimakan zaman, sebab perasaan ini hadirnya bukan karena eloknya wajah dan manisnya senyuman. Bukan juga karena merdunya suara dan lembutnya perkataan. Tetapi perasaan ini hadir karena Allah Ta’alasendiri yang menanamkannya, sehingga meski engkau dan aku sudah semakin tua, tak ada yang menghalangi perasaan untuk senantiasa dekat. Karena perasaan cinta yang Allah tanamkan itulah, seperti apapun senyummu, selagi bukan karena marah, tetap akan terasa indahnya.
Kalau ikatan perasaan yang tumbuh karena iman dan amal shalih sudah ada diantara kita, maka kita boleh berharap tentang suatu masa ketika langit telah di gulung dan bumi telah di lipat.
Kelak ketika dunia sudah berakhir, ada suami istri yang Allah Ta’ala abadikan hubungan mereka. Kalau timbangan amal salah satunya kurang, ia akan disusulkan kepada timbangan amal yang lebih berat. Jika engkau dan aku termasuk di antara yang shalih, Allah Ta’ala akan saling susulkan kita ke dalam surganya. Jika para pemuja cinta berkata”tak ada yang dapat memisahkan cinta kita kecuali kematian” , maka bagi orang-orang yang beriman ungkapan itu tak berlaku. Sebab bagi mereka, kematian tak sanggup memutus ikatan cinta.
Demikian ku tulis surat ini, semoga ada yang dapat kita renungkan. Semoga atas ridlo Allah abaadi cinta kita hingga kiamat tiba.
“ DI DUNIA AKU ISTRIMU DAN DI AKHIRAT AKU MENJADI BIDADARIMU” .
والسًّلا م عليكم ورحمة الله وبركاتهًّ
والسًّلا م عليكم ورحمة الله وبركاتهًّ
Monday, January 24, 2011
Sudah Habis Kata dan Rasa
oleh Sekar Andini S pada 24 Januari 2011 jam 21:29
Rasanya sudah selesai semua perjalananku ini... Dengan segala ketidakpastian karena bila pasti pun, tidak ada yang bisa menjamin sama sekali.
Dibenturkan dengan kenyataan bahwa aku harus menurut oleh perkataan orang tuaku terlebih permintaan seorang ibu yang bagiku sangat berarti. Pilih keinginanku sendiri atau menuruti kemauan orang tuaku???
Bingung ketika dihadapkan dengan kerasnya kemauan ibuku. Meski aku tahu, ia melakukan itu semua dengan berharap aku mendapat yang terbaik dalam hidupku. Ya, begitulah... Selama ini memang ibuku lah yang menjadi tempat segala curahan hatiku. Dan tentu feeling seorang ibu jauh lebih kuat dibandingkan keinginanku yang tentu belum pasti terbaik untuk masa depanku kelak.
Aku harus mengalahkan egoku, bahkan untuk orang yang aku cintai sekalipun. Karena ku sadari, keluargaku lah yang paling ku cintai dan tentu harus di utamakan dibandingkan dengan insan-insan lain yang ku cintai.
Sudah habis kata dan rasa.. Jika tidak mencintai keputusan ibuku, sama halnya tidak mencintaiku. Jika berani mengambil isi hatiku namun tak berani berizin pada keluargaku terlebih pada ibuku, jangan harap aku bisa balas mencintai.
Maafkan... sudah habis kata dan rasa. Biarkan semua ku pendam, hingga tiba masanya.. dan kelak berbicara. Bahwa aku mencintai yang mencintai keluargaku. Sudah sampai disini. Habis.....
Rasanya sudah selesai semua perjalananku ini... Dengan segala ketidakpastian karena bila pasti pun, tidak ada yang bisa menjamin sama sekali.
Dibenturkan dengan kenyataan bahwa aku harus menurut oleh perkataan orang tuaku terlebih permintaan seorang ibu yang bagiku sangat berarti. Pilih keinginanku sendiri atau menuruti kemauan orang tuaku???
Bingung ketika dihadapkan dengan kerasnya kemauan ibuku. Meski aku tahu, ia melakukan itu semua dengan berharap aku mendapat yang terbaik dalam hidupku. Ya, begitulah... Selama ini memang ibuku lah yang menjadi tempat segala curahan hatiku. Dan tentu feeling seorang ibu jauh lebih kuat dibandingkan keinginanku yang tentu belum pasti terbaik untuk masa depanku kelak.
Aku harus mengalahkan egoku, bahkan untuk orang yang aku cintai sekalipun. Karena ku sadari, keluargaku lah yang paling ku cintai dan tentu harus di utamakan dibandingkan dengan insan-insan lain yang ku cintai.
Sudah habis kata dan rasa.. Jika tidak mencintai keputusan ibuku, sama halnya tidak mencintaiku. Jika berani mengambil isi hatiku namun tak berani berizin pada keluargaku terlebih pada ibuku, jangan harap aku bisa balas mencintai.
Maafkan... sudah habis kata dan rasa. Biarkan semua ku pendam, hingga tiba masanya.. dan kelak berbicara. Bahwa aku mencintai yang mencintai keluargaku. Sudah sampai disini. Habis.....
Sunday, October 17, 2010
SURAT UNTUKMU, NAK
Anakku yang dicintai Allah, sudah kewajibanku pula untuk mengingatkanmu, bahwa kau bukan hanya akan mencari seorang suami , Nak. Akan tetapi, juga seorang Ayah bagi anak-anakmu. Dari spermanya akan mengutuh jati diri anakmu nanti. Dalam rahimmu akan mewujud buah hatimu kelak.
Karenanya, pandanglah jauh menerawang. Bukan semata dari kedudukannya saat ini, Nak. Bukan pula sebatas ketampanan kini. Bayangkan bertahun kemudian. Ketika kalian menua bersama. Ketika kalian menatih jalan anak pertamamu. Ketika kalian merapikan mukena gadis kecilmu yang sedang belajar shalat.
Seperti apa ia kelak, Nak? Apakah ia akan membangunkan dengan kecupnya sewaktu Subuh menjelang? Akankah kau melantunkan alquran sebagai lagu nina bobo? Yakinkah kau bahwa anakmu akan menjadi prioritas utama, bahwa kalian akan menjadi ayah dan ibu penuh waktu –bukan ayah dan ibu akhir pekan?
Sebagaimana kau ketahui, Nak. Aku menuliskan ini bahkan ketika aku belum dapat memastikan seperti apa sosok bundamu. Namun kujanjikan kepadamu, Nak, aku mendoa siang malam agar Allah menganugerahimu Bunda terbaik bagi dunia dan akhiratmu. Bunda dengan hati lembut, yang senyum penuh kasihnya buncah setiap memandangmu. Bunda dengan tubuh yang anggun, yang sanggup mengajarimu berpeluh demi umat. Bunda dengan cita-cita besar, yang menanamkan ridha Allah sebagai tujuan utama keluarga kita.
Sebagaimana kau ketahui pula, Nak. siang malam pula, Nak, aku berdoa agar mampu menjadi Ayah terbaik bagi dunia dan akhiratmu.. Ayah yang mewujud sahabat terbaikmu. Ayah yang menggenggam tanganmu erat dalam mengarungi naik turun kehidupanmu.
Mungkin akan lama surat-surat ini menanti, hingga tersampai pada masa yang tepat bagi anak saya untuk membacanya. Tetapi bukankah Allah adalah pengabul segala pinta? Karenanya biarlah ini menjadi salah satu wujud doa saya. Biarlah terpanjat. Biarlah terdengar.
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min (40): 60).
Karenanya, pandanglah jauh menerawang. Bukan semata dari kedudukannya saat ini, Nak. Bukan pula sebatas ketampanan kini. Bayangkan bertahun kemudian. Ketika kalian menua bersama. Ketika kalian menatih jalan anak pertamamu. Ketika kalian merapikan mukena gadis kecilmu yang sedang belajar shalat.
Seperti apa ia kelak, Nak? Apakah ia akan membangunkan dengan kecupnya sewaktu Subuh menjelang? Akankah kau melantunkan alquran sebagai lagu nina bobo? Yakinkah kau bahwa anakmu akan menjadi prioritas utama, bahwa kalian akan menjadi ayah dan ibu penuh waktu –bukan ayah dan ibu akhir pekan?
Sebagaimana kau ketahui, Nak. Aku menuliskan ini bahkan ketika aku belum dapat memastikan seperti apa sosok bundamu. Namun kujanjikan kepadamu, Nak, aku mendoa siang malam agar Allah menganugerahimu Bunda terbaik bagi dunia dan akhiratmu. Bunda dengan hati lembut, yang senyum penuh kasihnya buncah setiap memandangmu. Bunda dengan tubuh yang anggun, yang sanggup mengajarimu berpeluh demi umat. Bunda dengan cita-cita besar, yang menanamkan ridha Allah sebagai tujuan utama keluarga kita.
Sebagaimana kau ketahui pula, Nak. siang malam pula, Nak, aku berdoa agar mampu menjadi Ayah terbaik bagi dunia dan akhiratmu.. Ayah yang mewujud sahabat terbaikmu. Ayah yang menggenggam tanganmu erat dalam mengarungi naik turun kehidupanmu.
Mungkin akan lama surat-surat ini menanti, hingga tersampai pada masa yang tepat bagi anak saya untuk membacanya. Tetapi bukankah Allah adalah pengabul segala pinta? Karenanya biarlah ini menjadi salah satu wujud doa saya. Biarlah terpanjat. Biarlah terdengar.
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min (40): 60).
Saturday, October 16, 2010
Surat Cinta Sang KEKASIH ♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥
oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 15 Oktober 2010 jam 13:18
Al Quran adalah Ayat Ayat Cinta sebagai titian antara hamba dan ALLAH, guru mengaji saya bilang bahwa ciri-ciri orang yang beriman adalah ketika disebutkan nama ALLAH, bergetarlah hati mereka, dan ketika dibacakan pada mereka ayat-ayat Allah, bertambahlah iman mereka kini pertanyaan itu saya ajukan kepada diri saya
Iya, saya sedang berusaha untuk membaca surat cinta ALLAH [Al-Quran] paling sedikit satu “Ain” setiap hari, karena saya ingin merasakan getaran dahsyat ketika rasa rindu itu hadir untuk membaca dan membaca lagi.. semoga saya mampu
Jadi, bagaimana kalau mulai malam minggu ini kita berjanji untuk membaca surat cinta ALLAH sekali saja sehari, kemudian jika masih dirasa kangennya belum hilang kepada ALLAH kita tambah lagi?
Pecinta sejati tak akan pernah bisa bertahan untuk berjauhan dengan sang kekasih bukan? Sesungguhnya keinginan yang sulit untuk dibendung adalah ingin selalu berdekatan dan berada dalam dekapan sang kekasih, dekapan penuh kedamaian dan ketentraman bukan? Begitulah semestinya hati orang-orang beriman, orang yang mengaku mencintai Penguasa jiwanya, Pencipta dirinya dan yang selalu tanpa pernah henti melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.
*separuh tulisan ini saya kutip dari OASE di EraMuslim.Com sebagai peringatan untuk diri saya yang sedang mencari ALLAH, semoga berguna yah, insya ALLAH … Selamat menikmati surat cinta ALLAH, semoga malam ini ada surat cinta di email saya setelah saya selesai mengaji, Loh De? ah masih saja dunia, ampuni hamba ya ALLAH*;
Benarkah saya mencintai ALLAH dengan sebenarnya? Ataukah kata-kata itu hanya penghias bibir mungil saya belaka? Adakah hati saya bergetar ketika ada yang menyebut nama ALLAH atau terbaca pada saat saya mengaji? Adakah cinta, kerinduan dan iman saya bertambah ketika dibacakan pada kita ayat-ayat ALLAH? jawabannya BELUM…Mengapa BELUM karena saya belum menempatkan ALLAH sebagai kekasih saya, karena saya belum menjadikan Al Quran sebagai surat cinta dari ALLAH yang seharusnya ketika membaca surat cinta merupakan hobi seperti layaknya orang yang sedang sedang jatuh cinta, saya belum menjadikan membaca Al Quran sebagai petualangan menuju ke alam penuh kasih dan kerinduan… Saya belum membaca surat cinta dengan penuh rasa haru, rindu dan khusyuk. Bahkan karena derasnya aliran sungai kerinduan dalam hati saya belum mampu membuat saya menangis, air mata belum lagi tumpah….
Iya, saya sedang berusaha untuk membaca surat cinta ALLAH [Al-Quran] paling sedikit satu “Ain” setiap hari, karena saya ingin merasakan getaran dahsyat ketika rasa rindu itu hadir untuk membaca dan membaca lagi.. semoga saya mampu
Jadi, bagaimana kalau mulai malam minggu ini kita berjanji untuk membaca surat cinta ALLAH sekali saja sehari, kemudian jika masih dirasa kangennya belum hilang kepada ALLAH kita tambah lagi?
Pecinta sejati tak akan pernah bisa bertahan untuk berjauhan dengan sang kekasih bukan? Sesungguhnya keinginan yang sulit untuk dibendung adalah ingin selalu berdekatan dan berada dalam dekapan sang kekasih, dekapan penuh kedamaian dan ketentraman bukan? Begitulah semestinya hati orang-orang beriman, orang yang mengaku mencintai Penguasa jiwanya, Pencipta dirinya dan yang selalu tanpa pernah henti melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.
*separuh tulisan ini saya kutip dari OASE di EraMuslim.Com sebagai peringatan untuk diri saya yang sedang mencari ALLAH, semoga berguna yah, insya ALLAH … Selamat menikmati surat cinta ALLAH, semoga malam ini ada surat cinta di email saya setelah saya selesai mengaji, Loh De? ah masih saja dunia, ampuni hamba ya ALLAH*;
Friday, August 6, 2010
♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Teruntuk Suamiku Tersayang… ♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
ketika akad itu telah terucap
ada sebuah amanah baru yg hrs kita tanggung bersama
amanah sbg seorang istri dan suami
sebuah perjanjian yang telah terikrarkan
tidak hanya di hadapan penghulu dan orang-orang
namun perjanjian yang disaksikan para malaikat
dan AllAh pun memberikan amanah kita untuk menjaga perjanjian suci tersebut
Ada yg perlu kita perjuangkan bersama-sama
mewujudkan keluarga yg sakinah, mawadah, warahmah
keluarga yg senantiasa berada dalam keberkahan Allah..
saat ini dalam usia pernikahan yang masih sangat baru, ibarat akan memasuki sebuah rumah, maka kini kita baru menginjakkan kaki di halaman rumah tersebut
kita belum sampai di terasnya, apalagi di dalam rumah tujuan kita tersebut
masih banyak langkah yang harus kita ayunkan untuk sampai ke dalam rumah tersebut
masih banyak hal yang harus kita lalui untuk sampai pada tujuan kita
mungkin akan ada banyak godaan dan ujian sebelum kaki ini menapaki teras rumah itu
untuk kemudian masuk ke dalam rumah tersebut
seperti roda kehidupan yg kadang di atas kadang di bawah
bahwa pernikahan tdk selamanya indah, akan ada masa suka dan duka yg datang silih berganti
begitupun dengan kehidupan rumah tangga kita, akan ada cobaan yang harus kita lalui
ujian dari Allah untuk membuat kita makin baik kedepannya
agar kita makin dewasa dan bijak menghadapi berbagai permasalahan
jangan sampai ujian-ujian tersebut menjadikan kita mundur ke belakang
jangan sampai godaan membuat kita mengingkari amanah dari Allah
jangan sampai membiarkan setan tertawa melihat kita, ketika nafsu tlh mengacaukan perjanjian suci tersebut
dan semoga cobaan itu tidak akan membuat kita terpisahkan
hanya dengan memohon petunjuk dan pertolonganNya, kita bisa atasi segala cobaanNya
karena tidak ada cobaan yg diberikanNya melebihi kemampuan kita
dan pasti selalu ada hikmah dibalik semua ujian yg kita alami
skenarioNya pasti adalah yg terbaik
begitupun dengan skenarioNya menyatukan kita dalam sebuah ikatan pernikahan
engkau adalah yg terbaik buatku, begitupun diri ini adalah yg terbaik buatmu
apapun kondisi dan keadaan pasangan kita, ada sisi-sisi kebaikan disana
sehingga Allah menjodohkan kita dalam ikatan pernikahan
semoga dengan pernikahan ini, Allah bukakan pintu-pintu kebaikan
Allah telah memandang pernikahan sebagai sebuah ikatan yang sangat tinggi dan suci
mitsaqan gholizha (perjanjian yang berat)
kita dituntut harus menjaga kehormatan pernikahan ini
karena ada kesetiaan yang harus dirawat atas perjanjian suci tersebut
tidak hanya kesetiaan pada teman hidup yang telah ikhlas mencintai
tapi lebih dari itu, ada kesetiaan kita pada Alloh
sebab ketika menikah kita telah mengambil amanah dariNya…
semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran kita hadapi semua cobaanNya
semoga Allah kekalkan ikatan kasih sayang kita smp hayat memisahkan
semoga Allah memperbaiki hati dan perilaku kita
semoga Allah senantiasa menyatukan kita dalam kebaikan
dan semoga Allah memanggil kita beserta keturunan kita seperti janji dlm Az-Zuhruf:70
“dan masuklah kesurga bersama istri kamu untuk digembirakan”
amin
for my beloved husband : smg Alloh senantiasa menjagamu dlm kebaikan&ketaatan padaNya dan menjauhkanmu dari berbagai godaan&tipu daya dunia..amin
ada sebuah amanah baru yg hrs kita tanggung bersama
amanah sbg seorang istri dan suami
sebuah perjanjian yang telah terikrarkan
tidak hanya di hadapan penghulu dan orang-orang
namun perjanjian yang disaksikan para malaikat
dan AllAh pun memberikan amanah kita untuk menjaga perjanjian suci tersebut
Ada yg perlu kita perjuangkan bersama-sama
mewujudkan keluarga yg sakinah, mawadah, warahmah
keluarga yg senantiasa berada dalam keberkahan Allah..
saat ini dalam usia pernikahan yang masih sangat baru, ibarat akan memasuki sebuah rumah, maka kini kita baru menginjakkan kaki di halaman rumah tersebut
kita belum sampai di terasnya, apalagi di dalam rumah tujuan kita tersebut
masih banyak langkah yang harus kita ayunkan untuk sampai ke dalam rumah tersebut
masih banyak hal yang harus kita lalui untuk sampai pada tujuan kita
mungkin akan ada banyak godaan dan ujian sebelum kaki ini menapaki teras rumah itu
untuk kemudian masuk ke dalam rumah tersebut
seperti roda kehidupan yg kadang di atas kadang di bawah
bahwa pernikahan tdk selamanya indah, akan ada masa suka dan duka yg datang silih berganti
begitupun dengan kehidupan rumah tangga kita, akan ada cobaan yang harus kita lalui
ujian dari Allah untuk membuat kita makin baik kedepannya
agar kita makin dewasa dan bijak menghadapi berbagai permasalahan
jangan sampai ujian-ujian tersebut menjadikan kita mundur ke belakang
jangan sampai godaan membuat kita mengingkari amanah dari Allah
jangan sampai membiarkan setan tertawa melihat kita, ketika nafsu tlh mengacaukan perjanjian suci tersebut
dan semoga cobaan itu tidak akan membuat kita terpisahkan
hanya dengan memohon petunjuk dan pertolonganNya, kita bisa atasi segala cobaanNya
karena tidak ada cobaan yg diberikanNya melebihi kemampuan kita
dan pasti selalu ada hikmah dibalik semua ujian yg kita alami
skenarioNya pasti adalah yg terbaik
begitupun dengan skenarioNya menyatukan kita dalam sebuah ikatan pernikahan
engkau adalah yg terbaik buatku, begitupun diri ini adalah yg terbaik buatmu
apapun kondisi dan keadaan pasangan kita, ada sisi-sisi kebaikan disana
sehingga Allah menjodohkan kita dalam ikatan pernikahan
semoga dengan pernikahan ini, Allah bukakan pintu-pintu kebaikan
Allah telah memandang pernikahan sebagai sebuah ikatan yang sangat tinggi dan suci
mitsaqan gholizha (perjanjian yang berat)
kita dituntut harus menjaga kehormatan pernikahan ini
karena ada kesetiaan yang harus dirawat atas perjanjian suci tersebut
tidak hanya kesetiaan pada teman hidup yang telah ikhlas mencintai
tapi lebih dari itu, ada kesetiaan kita pada Alloh
sebab ketika menikah kita telah mengambil amanah dariNya…
semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran kita hadapi semua cobaanNya
semoga Allah kekalkan ikatan kasih sayang kita smp hayat memisahkan
semoga Allah memperbaiki hati dan perilaku kita
semoga Allah senantiasa menyatukan kita dalam kebaikan
dan semoga Allah memanggil kita beserta keturunan kita seperti janji dlm Az-Zuhruf:70
“dan masuklah kesurga bersama istri kamu untuk digembirakan”
amin
for my beloved husband : smg Alloh senantiasa menjagamu dlm kebaikan&ketaatan padaNya dan menjauhkanmu dari berbagai godaan&tipu daya dunia..amin
Duhai Istriku
Duhai Istriku
Kehadiranmu memancarkan seribu kesyukuran buat diriku,
Pada diriku, tiada sesuatu yang istimewa untuk dipersembahkan buatmu,
Kerana aku…bukanlah yang terhebat,
Kerana aku…bukanlah yang terbaik,
Kerana pada diriku…banyak kekurangan,
Namun dikau tetap saja menerima dan memilihku sebagai seorang suami…
Istriku…
Yang aku kejar hanyalah untuk meraih keridhaanmu, demi mencapai keridhaan Allah…
Istriku…
Ku tahu, disebalik kejernihan matamu, disebalik kebersihan wajahmu, disebalik senyum manismu,
Tersembunyi seribu satu kisah suka dan duka,
Kepayahan memperjuangan kebenaran agama,
Terkadang dikau menderita menerima tomahan dan celaan manusia,
Sengsara menanggung musibah yang tak pernah reda,
Itulah lumrah dakwah…jalannya tak ditabur dengan bunga,
Namun dikau tetap bersabar demi meraih pahala,
Ku doakan buatmu Syurga,
Moga kita bertemu dan tetap saja bersama di sana,
Duhai istriku… yang tercinta…
istriku
istriku
Istriku…
Kuatkanlah hatimu, tabahkan jiwamu, bakar semangatmu,
Ketahuilah aku sentiasa menyokongmu,
Ingatlah janji Allah itu adalah benar dan sangat indah buat hambanya yang sabar,
Insha Allah perjuanganmu takkan sia-sia duhai Istriku…,
Semoga Allah menghadiahkan buatmu syurgaNya yang kekal selamanya,
Andai dirimu menempuhi segalanya dengan sabar dan redha,
Andai dirimu ikhlas berjuang demi Allah Yang Maha Esa…
Istriku…
Apa yang kuharapkan..
Bukanlah mencari seorang istri yang cantik rupanya,
Bukan kutagih minta diperhatikan,
Bukan ku rela dipuja dengan cantik dan rupawan,
Bukan semua itu semata-mata,
Itu semua tak membawa makna
Seandainya tidak didahulukan dengan agama,
Hidup kita juga mungkin tak beroleh bahagia…
Istriku…
Ku mengharapkan…
Dikau membantuku ke arah jalan keselamatan,
Berpedomankan generasi pilihan dan terbaik sepanjang zaman,
Kau menyadarkan aku akan cinta Tuhan,
Kau mengajarku arti kesabaran,
Kau hiasi diriku dengan pakaian cinta keimanan dan cinta ketaqwaan,
Kau mendidik diriku akan cinta ketabahan,
Istriku…
Semoga insan lain sedang nyenyak tidur di malam yang sepi,
Dikau mengejutkan aku atau aku yang mengejutkanmu dari alunan mimpi,
Di sepertiga malam terakhir kita berdua bangun bermunajat pada Ilahi,
Memohon keampunan dari Allah yang saat itu turun ke langit bumi,
Ayuh kita contohi teladan Nabi,
Menjadi hamba yang sentiasa mensyukuri,
Akan nikmat Allah yang melimpah luah tidak terperi,
Segala ujian yang mendatang bersama kita harungi,
Moga ketabahan, kesabaran, keredhaan, dan istiqomah sentiasa mengiringi.
Istriku…
Janganlah dikau menangis,
Karena tangismu turut mengundang duka di hatiku,
Istriku…
Janganlah dikau bersedih,
Sesungguhnya Allah sentiasa bersamamu,
Duhai Istriku…
Ketahuilah, daku mencintaimu kerana Allah…
Kehadiranmu memancarkan seribu kesyukuran buat diriku,
Pada diriku, tiada sesuatu yang istimewa untuk dipersembahkan buatmu,
Kerana aku…bukanlah yang terhebat,
Kerana aku…bukanlah yang terbaik,
Kerana pada diriku…banyak kekurangan,
Namun dikau tetap saja menerima dan memilihku sebagai seorang suami…
Istriku…
Yang aku kejar hanyalah untuk meraih keridhaanmu, demi mencapai keridhaan Allah…
Istriku…
Ku tahu, disebalik kejernihan matamu, disebalik kebersihan wajahmu, disebalik senyum manismu,
Tersembunyi seribu satu kisah suka dan duka,
Kepayahan memperjuangan kebenaran agama,
Terkadang dikau menderita menerima tomahan dan celaan manusia,
Sengsara menanggung musibah yang tak pernah reda,
Itulah lumrah dakwah…jalannya tak ditabur dengan bunga,
Namun dikau tetap bersabar demi meraih pahala,
Ku doakan buatmu Syurga,
Moga kita bertemu dan tetap saja bersama di sana,
Duhai istriku… yang tercinta…
istriku
istriku
Istriku…
Kuatkanlah hatimu, tabahkan jiwamu, bakar semangatmu,
Ketahuilah aku sentiasa menyokongmu,
Ingatlah janji Allah itu adalah benar dan sangat indah buat hambanya yang sabar,
Insha Allah perjuanganmu takkan sia-sia duhai Istriku…,
Semoga Allah menghadiahkan buatmu syurgaNya yang kekal selamanya,
Andai dirimu menempuhi segalanya dengan sabar dan redha,
Andai dirimu ikhlas berjuang demi Allah Yang Maha Esa…
Istriku…
Apa yang kuharapkan..
Bukanlah mencari seorang istri yang cantik rupanya,
Bukan kutagih minta diperhatikan,
Bukan ku rela dipuja dengan cantik dan rupawan,
Bukan semua itu semata-mata,
Itu semua tak membawa makna
Seandainya tidak didahulukan dengan agama,
Hidup kita juga mungkin tak beroleh bahagia…
Istriku…
Ku mengharapkan…
Dikau membantuku ke arah jalan keselamatan,
Berpedomankan generasi pilihan dan terbaik sepanjang zaman,
Kau menyadarkan aku akan cinta Tuhan,
Kau mengajarku arti kesabaran,
Kau hiasi diriku dengan pakaian cinta keimanan dan cinta ketaqwaan,
Kau mendidik diriku akan cinta ketabahan,
Istriku…
Semoga insan lain sedang nyenyak tidur di malam yang sepi,
Dikau mengejutkan aku atau aku yang mengejutkanmu dari alunan mimpi,
Di sepertiga malam terakhir kita berdua bangun bermunajat pada Ilahi,
Memohon keampunan dari Allah yang saat itu turun ke langit bumi,
Ayuh kita contohi teladan Nabi,
Menjadi hamba yang sentiasa mensyukuri,
Akan nikmat Allah yang melimpah luah tidak terperi,
Segala ujian yang mendatang bersama kita harungi,
Moga ketabahan, kesabaran, keredhaan, dan istiqomah sentiasa mengiringi.
Istriku…
Janganlah dikau menangis,
Karena tangismu turut mengundang duka di hatiku,
Istriku…
Janganlah dikau bersedih,
Sesungguhnya Allah sentiasa bersamamu,
Duhai Istriku…
Ketahuilah, daku mencintaimu kerana Allah…
PANGERANKU
Pangeranku..
Bagaimana kabarmu hari ini??
Mudah-mudahan kau baik-baik saja..
Akupun disini Alhamdulillah baik-baik saja
Pangeranku,
entah kenapa hati ini tidak sabar menunggu saat itu
Saat dimana Allah mempertemukan kita
Saat Dimana kebahagiaan itu akan menyatukan kita
Saat dimana kita berjuang bersama dalam gerakan dakwah ini
Membangun generasi-generasi yang shaleh dan shalehah
Yang siap membangkitkan islam kembali ke masa kejayaannya
Pangeranku,
Sebenarnya aku sangat malu
Malu bila diri ini tidak sebanding denganmu
Malu bila diri ini tidak bisa mengimbangi keshalehanmu
Tidak bisa menjadi pendamping yang seperti yang kau impikan dari dulu
Aku malu pangeranku..
Tapi aku berjanji
Aku akan berusaha memperbaiki diri
Aku harus bisa menjaga diri
Agar kelak nanti
Aku bisa menjadi seseorang yang bisa kau banggakan
Seseorang yang bisa membuatmu bahagia dan senang
Seseorang yang sesuai dengan yang kau impikan
Pangeranku,,
Akan aku jaga hati ini untuk tetap suci
Agar kelak hanya namamu saja lah yang pernah singgah di hatiku
Tidak akan aku buai hati ini dengan nama orang lain
Tidak akan aku biarkan namamu menjadi nama ke 100 yang singgah di hati ini
Aku akan berusaha untuk tetap mensucikan hati ini dari orang-orang yang belum halal bagiku
Pangeranku,,
Aku akan menjaga pandangan ini
Aku berjanji akan menundukkan pandanganku mulai saat ini
Agar hanya kamulah yang akan aku pandang dengan segenap jiwaku
Agar hanya dirimulah yang akan aku pandang dengan cinta yang menggebu
Tidak akan aku biarkan laki-laki lain menikmati pandanganku ini
Karena hanya kau yang berhak pangeranku
Aku tidak mau pandangan cintaku ini menjadi tidak berarti di matamu
Karena telah sering aku berikan pada orang lain
Pangeranku,,
Tidak akan aku biarkan orang lain menerima surat cinta dariku
Ataupun kata-kata cinta dariku
Karena hanya dirimulah yang akan aku berikan kata-kata itu
Aku tidak mau kata-kata itu menjadi tidak berarti pula bagimu
Karena sering aku obral kata-kata itu pada orang-orang lain
Pangeranku,,
Aku berjanji, hanya kaulah yang akan melihat mahkotaku
Mahkota yang senantiasa aku jaga dan aku tutup dengan jilbabku
Aku tidak mau mahkota ini dilihat orang lain
Mahkota yang senantiasa aku rawat agar menjadi indah kelak dimatamu
Aku janji pangeranku
Aku tidak akan membiarkan orang lain menikmatinya
Aku ingin kau bangga padaku karena aku bisa menjaganya untukmu
Aku tidak peduli kalau terkadang rasa panas ini menggangguku
Karena aku yakin, rasa cintaku padamu dan rasa cintaku pada Yang Maha Pencipta
Akan mengalahkan semua itu
Karena kebahagiaanmu dan keRidhoan Allah lebih berarti bagiku
Pangeranku,,
Mulai saat ini aku juga berjanji padamu
Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh tubuhku
Aku sadar, bahwa diriku ini terlalu mahal untuk di obral
Aku sadar, diri ini terlalu mulia
untuk disentuh oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab
Aku akan menjaga tubuhku ini agar berharga di matamu
Agar hanya dirimulah yang kelak akan menyentuhnya
Aku menyadari, kau pasti akan sedih
Kalau tubuhku ini sudah banyak dinikmati orang lain
Tapi jangan khawatir pangeranku
Aku senantisanya menjaganya dari dulu
Karena semua ini hanya akan kuberikan padamu
Pangeranku,,
Aku janji akan banyak belajar
Belajar untuk lebih shaleh, lebih taat dan lebih pintar
Belajar menjadi wanita yang terhormat dan terjaga kesuciannya
Aku nggak mau kamu kecewa kelak ketika melihatku
Aku akan memperbaiki akhlakku agar kelak seimbang dengan keshalehanmu
Aku akan perbanyak amalku
Aku tidak mau kelak berpisah denganmu di akhirat
Karena amalku yang sedikit, tidak seimbang dengan amalanmu yang berlimpah
Aku ingin menikmati setiap malam-malam yang mulia itu bersamamu
Bersamamu menemui Allah Yang Maha Pencipta
Bersyukur atas nikmat yang tidak pernah berhenti dilimpahkanNya pada kita
Percayalah Pangeranku,,
Aku akan mempelajari semuanya..
Karena aku yakin,,
Bila aku ingin memiliki pangeran yang sehebat dan seshaleh dirimu
Aku pun harus menjadi orang seperti itu
Karena Allah telah berjanji
Bahwa Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik
Tunggulah aku Pangeranku
Aku yakin bisa mengimbangimu
Tunggu aku pangeranku
Aku akan membantumu dalam perjuangan ini
Perjuangan seorang mukmin sejati
Karena aku pun memerlukan bantuanmu untuk mendampingiku
Kita akan berjuang bersama pangeranku
Karena di jalan inilah kita dipersatukan
Di Jalan Dakwah yang mulia..
Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an, bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik.. bagaimana kita mau mendapatkan pendamping seperti nabi Muhammad,kalau kita nggak bisa seperti siti khadijah, bagaimana mungkin kita mengharap ali, kalau kita nggak bisa seperti siti fatimah..
Sudah seperti apakah kita? sudah selayak apakah kita untuk mendapatkan seorang Ali, Abu bakar, Usman, Umar, apalagi Nabi Muhammad???
Bagaimana kabarmu hari ini??
Mudah-mudahan kau baik-baik saja..
Akupun disini Alhamdulillah baik-baik saja
Pangeranku,
entah kenapa hati ini tidak sabar menunggu saat itu
Saat dimana Allah mempertemukan kita
Saat Dimana kebahagiaan itu akan menyatukan kita
Saat dimana kita berjuang bersama dalam gerakan dakwah ini
Membangun generasi-generasi yang shaleh dan shalehah
Yang siap membangkitkan islam kembali ke masa kejayaannya
Pangeranku,
Sebenarnya aku sangat malu
Malu bila diri ini tidak sebanding denganmu
Malu bila diri ini tidak bisa mengimbangi keshalehanmu
Tidak bisa menjadi pendamping yang seperti yang kau impikan dari dulu
Aku malu pangeranku..
Tapi aku berjanji
Aku akan berusaha memperbaiki diri
Aku harus bisa menjaga diri
Agar kelak nanti
Aku bisa menjadi seseorang yang bisa kau banggakan
Seseorang yang bisa membuatmu bahagia dan senang
Seseorang yang sesuai dengan yang kau impikan
Pangeranku,,
Akan aku jaga hati ini untuk tetap suci
Agar kelak hanya namamu saja lah yang pernah singgah di hatiku
Tidak akan aku buai hati ini dengan nama orang lain
Tidak akan aku biarkan namamu menjadi nama ke 100 yang singgah di hati ini
Aku akan berusaha untuk tetap mensucikan hati ini dari orang-orang yang belum halal bagiku
Pangeranku,,
Aku akan menjaga pandangan ini
Aku berjanji akan menundukkan pandanganku mulai saat ini
Agar hanya kamulah yang akan aku pandang dengan segenap jiwaku
Agar hanya dirimulah yang akan aku pandang dengan cinta yang menggebu
Tidak akan aku biarkan laki-laki lain menikmati pandanganku ini
Karena hanya kau yang berhak pangeranku
Aku tidak mau pandangan cintaku ini menjadi tidak berarti di matamu
Karena telah sering aku berikan pada orang lain
Pangeranku,,
Tidak akan aku biarkan orang lain menerima surat cinta dariku
Ataupun kata-kata cinta dariku
Karena hanya dirimulah yang akan aku berikan kata-kata itu
Aku tidak mau kata-kata itu menjadi tidak berarti pula bagimu
Karena sering aku obral kata-kata itu pada orang-orang lain
Pangeranku,,
Aku berjanji, hanya kaulah yang akan melihat mahkotaku
Mahkota yang senantiasa aku jaga dan aku tutup dengan jilbabku
Aku tidak mau mahkota ini dilihat orang lain
Mahkota yang senantiasa aku rawat agar menjadi indah kelak dimatamu
Aku janji pangeranku
Aku tidak akan membiarkan orang lain menikmatinya
Aku ingin kau bangga padaku karena aku bisa menjaganya untukmu
Aku tidak peduli kalau terkadang rasa panas ini menggangguku
Karena aku yakin, rasa cintaku padamu dan rasa cintaku pada Yang Maha Pencipta
Akan mengalahkan semua itu
Karena kebahagiaanmu dan keRidhoan Allah lebih berarti bagiku
Pangeranku,,
Mulai saat ini aku juga berjanji padamu
Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh tubuhku
Aku sadar, bahwa diriku ini terlalu mahal untuk di obral
Aku sadar, diri ini terlalu mulia
untuk disentuh oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab
Aku akan menjaga tubuhku ini agar berharga di matamu
Agar hanya dirimulah yang kelak akan menyentuhnya
Aku menyadari, kau pasti akan sedih
Kalau tubuhku ini sudah banyak dinikmati orang lain
Tapi jangan khawatir pangeranku
Aku senantisanya menjaganya dari dulu
Karena semua ini hanya akan kuberikan padamu
Pangeranku,,
Aku janji akan banyak belajar
Belajar untuk lebih shaleh, lebih taat dan lebih pintar
Belajar menjadi wanita yang terhormat dan terjaga kesuciannya
Aku nggak mau kamu kecewa kelak ketika melihatku
Aku akan memperbaiki akhlakku agar kelak seimbang dengan keshalehanmu
Aku akan perbanyak amalku
Aku tidak mau kelak berpisah denganmu di akhirat
Karena amalku yang sedikit, tidak seimbang dengan amalanmu yang berlimpah
Aku ingin menikmati setiap malam-malam yang mulia itu bersamamu
Bersamamu menemui Allah Yang Maha Pencipta
Bersyukur atas nikmat yang tidak pernah berhenti dilimpahkanNya pada kita
Percayalah Pangeranku,,
Aku akan mempelajari semuanya..
Karena aku yakin,,
Bila aku ingin memiliki pangeran yang sehebat dan seshaleh dirimu
Aku pun harus menjadi orang seperti itu
Karena Allah telah berjanji
Bahwa Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik
Tunggulah aku Pangeranku
Aku yakin bisa mengimbangimu
Tunggu aku pangeranku
Aku akan membantumu dalam perjuangan ini
Perjuangan seorang mukmin sejati
Karena aku pun memerlukan bantuanmu untuk mendampingiku
Kita akan berjuang bersama pangeranku
Karena di jalan inilah kita dipersatukan
Di Jalan Dakwah yang mulia..
Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an, bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik.. bagaimana kita mau mendapatkan pendamping seperti nabi Muhammad,kalau kita nggak bisa seperti siti khadijah, bagaimana mungkin kita mengharap ali, kalau kita nggak bisa seperti siti fatimah..
Sudah seperti apakah kita? sudah selayak apakah kita untuk mendapatkan seorang Ali, Abu bakar, Usman, Umar, apalagi Nabi Muhammad???
۞"SURAT UNTUK CALON ISTRIKU"۞
Assalamualaikum wr.wb
Untuk Bunda,,calon istriku….
Tangan ini mau menulis sesuatu tentang apa yang ada di lubuk hati ku. Aku mulai tertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya. Sering kali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku.”
*******
Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu karena di liputi oleh hawa nafsu. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku,baru saat ini aku mengerti bahwa pada suatu hari NANTI aku harus mengambil satu TANGGUNGJAWAB yang memang diciptakan khusus untuk diriku, yaitu DIRIMU. Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fizkal, spiritual dan juga intelektual untuk BERTEMU denganmu.
*******
Aku mau pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu meskipun pada hakekatnya masih banyak lagi kelemahan pada diriku ini. Aku mencoba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku wujudkan ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku coba membatasi hubungan pembicaraan dengan wanita lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan rahasia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah SEBAGIAN DARIKU dan hak bagimu untuk mengetahui segala lahir dan batin diriku ini.
*******
Apabila aku memakai kopiah, aku disangka ustad. Diriku memakai jubah, disangka syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf disangka dai. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhoan Allah. Yang aku takuti, diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berjilbab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku.
Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “
“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”
*******
Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia MENUNGGU diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.
*******
Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku liat dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku akan MELAMARMU, akan ku lihat wajahmu sekilas agar tercipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.
*******
“Nikahilah wanita karena empat perkara” keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih AGAMA engkau tidak akan menyesal.”
Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pembatas diri kita. Akan ku jadikan AKAD NIKAH itu sebagai cap HALAL untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan PERNIKAHAN yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.
*******
Dari Ayah,calon suamimu…
Ya Allah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu
Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syariat-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu
Ya Allah
Engkaulah tempat kubergantung harapanku
Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu
By: Zentro Share
Untuk Bunda,,calon istriku….
Tangan ini mau menulis sesuatu tentang apa yang ada di lubuk hati ku. Aku mulai tertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya. Sering kali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku.”
*******
Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu karena di liputi oleh hawa nafsu. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku,baru saat ini aku mengerti bahwa pada suatu hari NANTI aku harus mengambil satu TANGGUNGJAWAB yang memang diciptakan khusus untuk diriku, yaitu DIRIMU. Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fizkal, spiritual dan juga intelektual untuk BERTEMU denganmu.
*******
Aku mau pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu meskipun pada hakekatnya masih banyak lagi kelemahan pada diriku ini. Aku mencoba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku wujudkan ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku coba membatasi hubungan pembicaraan dengan wanita lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan rahasia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah SEBAGIAN DARIKU dan hak bagimu untuk mengetahui segala lahir dan batin diriku ini.
*******
Apabila aku memakai kopiah, aku disangka ustad. Diriku memakai jubah, disangka syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf disangka dai. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhoan Allah. Yang aku takuti, diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berjilbab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku.
Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “
“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”
*******
Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia MENUNGGU diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.
*******
Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku liat dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku akan MELAMARMU, akan ku lihat wajahmu sekilas agar tercipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.
*******
“Nikahilah wanita karena empat perkara” keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih AGAMA engkau tidak akan menyesal.”
Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pembatas diri kita. Akan ku jadikan AKAD NIKAH itu sebagai cap HALAL untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan PERNIKAHAN yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.
*******
Dari Ayah,calon suamimu…
Ya Allah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu
Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syariat-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu
Ya Allah
Engkaulah tempat kubergantung harapanku
Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu
By: Zentro Share
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥Surat Untuk Calon Suamiku♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Seorang gadis menulis surat untuk calon husband dan menyimpannya di atas awan. Ini isi suratnya :
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Dear calon suamiku…
Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?
Wahai Calon Suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.
Calon suamiku…
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.
Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.
Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.
Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
hidup ini indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yg terakhir
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Dear calon suamiku…
Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?
Wahai Calon Suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.
Calon suamiku…
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.
Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.
Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.
Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
hidup ini indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yg terakhir
Subscribe to:
Posts (Atom)

