Wednesday, April 28, 2010

Dia Mati di Lantai Dansa

Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).

Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu…..

Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu.

Di sanalah wanita tersebut diundang. Ia mulai berdansa dan menari mengikuti irama lagu hingga selama beberapa jam. Dia memakai gaun hanya beberapa potong kain saja yang menutupi beberapa bagian tubuhnya…

Dia berbusana namun telanjang. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian itu…..

Wanita itu terus berdansa dan menari hingga akhirnya dia jatuh pingsan di atas panggung sebelum kedua mempelai itu datang.

Para undangan wanita berusaha keras untuk menyadarkannya, akan tetapi tidak ada faedahnya. Lalu salah seorang teman perempuan pedansa yang diundang itu maju ke panggung dan berkata, “Aku tahu bagaimana menyadarkannya. Tambahkanlah musik dan gendang di sekitar kedua telinganya, maka ia akan bangkit dan sadar…”

Maka mereka pun menambah suara musik di sekitarnya selama beberapa menit, akan tetapi tetap saja tidak berguna…

Lalu sebagian undangan wanita memeriksanya, dan mereka mendapatinya telah mati!!!

Mereka pun segera menutupinya. Namun terjadi sesuatu yang mengejutkan yang belum pernah dibayangkan oleh seorang pun…

Aduhai, betapa dahsyatnya….

Mayat itu tersingkap!!

Kain penutup yang digunakan untuk menutupinya tidak dapat menyelimuti tubuhnya. Kain penutup itu terbang setiap kali mereka berusaha untuk menutupi jasadnya, kain itu tersingkap naik ke atas dari salah satu sisinya. Sesekali kain penutup itu tersingkap dari arah dada, dan sesekali dari arah kedua paha, dan sesekali pula dari arah kepala dan kaki. Demikianlah seterusnya…..

Di tengah-tengah kejadian itu sebagian undangan wanita mengutus seseorang untuk memanggil suami wanita tersebut…

Mereka berusaha untuk menutupinya dengan kain penutup, akan tetapi tidak ada manfaatnya. Setiap kali mereka menutupinya, maka terbanglah kain penutup itu dari atasnya. Keadaan seperti itu terus berlangsung di tengah-tengah ketakutan para pengunjung wanita.

Beberapa saat kemudian, suaminya pun hadir dan dengan segera berusaha menutupi tubuh istrinya dengan kain mantelnya. Dia memegang satu ujung kain penutup itu, tetapi terangkatlah ujung yang lainnya. Ia memegang ujung yang lain, lalu ujung yang keempatnya terangkat. Keadaan seperti itu terus berlangsung sampai mereka meng-angkat wanita tersebut untuk dimandikan dan dikubur.

Kejadian yang mengejutkan kedua terjadi ketika mayat wanita itu dimandikan.

Demikianlah, hal itu terjadi pula pada kain kafan. Tatkala mereka meletakkan kain kafan di atasnya, maka terangkatlah ia dan menyingkap. Mereka berusaha berulang kali, namun tanpa faedah…..

Kerabat-kerabatnya yang hadir pada saat itu bertanya kepada salah seorang undangan tentang masalah ini dan dijawab,

“Dia dikubur sebagaimana adanya……”

Itulah bagiannya, dan itulah dunia yang ia usahakan. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Maka ia pun dikubur sebagaimana halnya……. dengan telanjang.

Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kita akan kembali).

DiSalin dari : Saudariku, Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?, Ummu Abdillah, Pustaka elba 2008

JANGAN BERSEDIH

1. Jangan bersedih… jika tidak ada seorangpun yang mau membantumu
Hmmm ketika banyak orang meminta pertolongan… seringkali… telinga-telinga tidak mendengar… hati membeku…tangan-tangan enggan terulur… mata tak lagi ada sorot kasih dan mulutpun lebih mudah menghujat.
Apakah kita harus menyerah????
Mungkin … memang ini adalah JalanNYA… mengajarkan kita untuk menahan diri tidak mengemis.. mencegah adanya pandangan hina terusap diwajah… Lalu… apakah kita harus bersedih???? Allah berniat mengasihi kita… dengan caraNYA… DIA mengajarkan hanya bergantung padaNYA, mengajarkan kesabaran yang panjang atas sebuah harapan dan memerintahkan kita untuk terus berdoa… meningkatkan keimanan kita.

2.Jangan bersedih jika Dizalimi, Dilecehkan atau diHina orang lain
Islam mengajarkan untuk tidak mendendam dan membalas perlakuan yang tidak pada tempatnya pada kita, kenapa????? Hal itu akan merendahkan dan meletakkan posisi kita sama dengan orang-orang tersebut. Lalu… apakah kita harus diam??? Ada banyak cara untuk menyalurkan kemarahan… dari membalas dengan kebaikan… hingga melakukan marah yang ma’ruf…, yang tidak marah kepada orangnya tetapi marah pada perbuatannya. sehingga orang tersebut dapat tersadar… Tergantung mana yang akan kita pilih…

3. Jangan bersedih, Jika berhadapan dengan Masalah
Karena masalah menjadikan kita kuat… Masalah menjadikan kita dewasa… Masalah menjadikan kita makin beriman… Masalah akan menjadi sumber pahala, jika kita mampu mendampingi orang yang terkena masalah. Dan… dengan kita hanya menyibukkan diri melihat suatu masalah… dari sisi kesulitannya… kita tidak akan pernah bisa keluar dari masalah itu…. bahkan akan makin terpuruk dan terkurung.

Bila mungkin ada luka Coba tersenyumlah
Bila mungkin tawa Coba bersabarlah
Karena air mata tak abadi
Akan hilang dan berganti
Bila mungkin hidup hampa dirasa
Mungkinkah hati merindukan Dia
Karena hanya dengan-Nya hati tenang
Damai jiwa dan raga

“Dan Jangan kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” QS Yusuf (12) : 87

PUISI RINDU UNTUK IBU

Dua tahun telah terlewati N kini memasuki tahun k-3,,
Tak terasa engkau pergi...
Terasa terkadang hampa membekap di diri
Rasa ini tak kan kupungkiri lagi...
Pabila sendiri sunyi,,,,,kuteteskan air mataku,,,,,

Ibu,,,,,jasadmu memang t'lah bersatu dengan bumi
Tapi jiwamu masih hidup dalam sanubariku,,,,
Walau kadang samar menjelang,,, tapi raut wajahmu
Selalu membayang dikalbu anakmu ini,,,,,
Ibu,,,,,sekarang aku t'lah b’tambah dewasa,,,walau tak kau saksikan itu
Ibu,,, terkadang sesal menyesak didadaku,,,,
Saat akhir hayatmu,,,, aku belum berikan kebanggaan padamu
Aku terlalu sibuk ,,,Bu,,,,sibuk dengan ke-aku-an ku
Maafkan aku Bu,,,maafkan anakmu ini,,,,

Ibu,,,,ku tersadar saat kau t'lah jauh pergi
Saat denyut nadimu yang terakhir terasa bergetar di genggam tanganku
Bu,,,,,saat itu ku berharap satu hal,,, engkau hanya pura2 saja
Tak benar2 tinggalkanku,,,, tak benar2 berpisah denganmu
Tapi itu hanya mimpi siang bolong... untuk otak se bodoh aku
aku sadar Bu,,,,,tiada yang abadi di dunia ini
tapi,,,, aku ingin selalu dalam peluk kasihmu,,,,
Dan aku sangat membutuhkan dirimu,,,,tuk selalu sandarkan hatiku selain pd Rabb ku,,,
Ibu... semoga sekarang dapat kau saksikan anakmu ini,,,
Kini t'lah belajar banyak untuk menjaring umur yang semakin berkurang,,,
Semua itu atas didikan darimu Ibu,,,,,

Ibu,,,,jangan risaukan aku ya Bu...
Anakmu ini sekarang ingin membahagiakan dirimu
Dengan apa saja yang bisa diraihnya...
Semata,,,,sebagai persembahan yang tertunda,,,,bagimu,,walaup
un hanya melalui do’a
Semoga Engkau slalu bahagia di sisiNya,,,,,,,,,,,,