Wednesday, November 9, 2011
Muslimah Suci Nan Elok
oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 20 Oktober 2011 jam 21:03
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥
Muslimah…
Jangan merasa rendah diri karena tak memiliki teman banyak,
Dengan selektif memilih teman yang diridhoi Allah
Itu lebih baik, dari pada kita memiliki banyak teman
Tapi hanya akan menjerumuskan kita pada kenistaan.
Dalam hidup hanya selalu keridhoannya yang harus kita cari, karena demi keselamatan kita diakhirat kelak.
Muslimah…
Jangan merasa diri tidak modern dengan kemajuan zaman
Hingga harus mengotori hati dengan harta dan duniawi.
Muslimah…
Jangan perlihatkan aurat kepada bukan muhrim dengan tertawa terbahak, dengan suara lembut menggoda dan dengan lekuk tubuh dari balutan pakaian yang tidak diperbolehkan oleh agama. Jagalah dan persembahkan keindahan itu hanya untuk suami , lelaki yang berhak mendapatkan keindahan kita.
Karena dosa besar bila membaginya kepada lelaki selain suami.
Muslimah…
Janganlah kesucian hati sebagai wanita muslim dikotori oleh duniawi
Yang akan menghantarkan kita pada dosa –dosa kecil maupun besar.
Kita hidup didunia ini fana, apakah dikehidupan akhirat kelak yang abadi kita harus menderita, karena menanggung dosa ?!
Naudzubillah, biarkan penderitaan dari menekan kebahagiaan duniawi, kita rasakan didunia. Tapi tidak diakhirat.
Semoga kita berbahagia diakhirat dengan kebahagiaan abadi…
Semoga kita menjadi bahagiaan wanita-wanita muslim yang selalu beriman kepada-NYA, AAmiin Allahumma Aamiin.
Sedekah Terbaik Seorang Pedagang Nasi
¨*•♫♥♥¨*•♫♥♥¨*•♫♥♥¨*•♫♥♥¨*•♫♥♥¨*•♫♥♥
Sedekah terbaik yang dilakukan seorang pedagang nasi bernama Imam Syafi'i di Surabaya yang biasanya mendapat untung hanya rata-rata Rp 10.000 setiap hari. Suatu hari, di bulan Januari 2007, setelah mendengarkan tausiyah dari seoraqng ustadz tentang keutamaan sedekah, dia dan istriya tergerak hati untuk menyedekahkan seluruh uang tabungan yang mereka miliki, yaitu hanya Rp 1 juta.
Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar kontrakan rumah, rekening listrik, biAya sekolah anaknya dan lain-lainnya. Akan tetapi akhirnya dengan penuh keyakinan mereka menyedekahkan seluruh uang tersebut. Uang yang bagi mereka sangat besar dan sangat berarti karena menyangkut kepastian hidup bernaung dan sekolah anak-anaknya juga.
Satu minggu berlalu, tidak ada jawaban apa-apa terhadap sedekah yang mereka keluarkan. Dua bulan kemudian, mereka mulai goyah dengan keyakinannya tentang sedekah. Sebab uang tersebut merupakan cadangan satu-satunya yang mereka punyai untuk berbagai keperluan rumah tangganya.
Istrinya sempat ingin meminjam uang kepada tetangga, namun suaminya melarangnya."Kalaupun kita diusir dari rumah kontrakan gara-gara sedekah, mengapa kita tidak mengadu kepada Alloh bu?."Begitu kata suaminya.
Benar saja, tidak berapa lama kemudian, pedagang nasi itu ditunjuk sebagai koordinator catering korban lumpur Lapindo. Setiap hari dia mendapat order Rp 30 juta. Apabila mengambil untung 5 % saja, dalam dua bulan mereka sudah mendapat untung Rp 90 juta.! "Sejak saat itulah kami merasa rejeki kami terus mengalir. Kami yakin ini juga berkat doa santri-santri Al Qur'an yang turut kami santuni," kata Imam Syafi'i.
Bulan Nopember 2007, pedagang nasi itu telah menandatangani kontrak Rp 20 Milyar yakni untuk menyediakan catering dari Group Bakrie. Kini dalam waktu setahun mereka telah berkembang menjadi tiga perusahaan yaitu PT.Diana (catering), PT.Kurnia (perusahaan lata catering) dan PT.Prakoso (supplier produksi catering). Usaha catering mereka bahkan ditabelkan sebagai terbesar kedua di Surabaya. Sebanyak 120 karyawan bekerja di tiga perusahaan tersebut.
Selain itu, sebagai wujud rasa syukur, tahun lalu dia menghajikan 13 anggota keluarga besarnya, termasuk anaknya. Sedekah tetap mereka jalankan karena mereka merasa bahwa kekayaan yang mereka miliki berkat dari sedekah 1 juta dulu, cadangan uang satu-satunya yang mereka miliki. Tidak mudah bagi siapapun menyedekahkan uang yang baginya sangat berarti, sangat diandalkan bagi kelangsungan hidup usaha dan tempat bernaungnya termasuk kelanjutan sekolah anak-anaknya.
Tapi itulah rezeki Imam Syafi'i, seseorang yang telah melakukan sedekah terbaik yang mereka punyai, yang telah mengangkat harkat dan martabat keluarganya yang tadinya miskin dan kini telah berubah drastis. Rezeki itu memacu cepat perkembangan usahanya. subhanalloh.....
www.jiwasedekah.blogspot.com
Sedekah terbaik yang dilakukan seorang pedagang nasi bernama Imam Syafi'i di Surabaya yang biasanya mendapat untung hanya rata-rata Rp 10.000 setiap hari. Suatu hari, di bulan Januari 2007, setelah mendengarkan tausiyah dari seoraqng ustadz tentang keutamaan sedekah, dia dan istriya tergerak hati untuk menyedekahkan seluruh uang tabungan yang mereka miliki, yaitu hanya Rp 1 juta.
Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar kontrakan rumah, rekening listrik, biAya sekolah anaknya dan lain-lainnya. Akan tetapi akhirnya dengan penuh keyakinan mereka menyedekahkan seluruh uang tersebut. Uang yang bagi mereka sangat besar dan sangat berarti karena menyangkut kepastian hidup bernaung dan sekolah anak-anaknya juga.
Satu minggu berlalu, tidak ada jawaban apa-apa terhadap sedekah yang mereka keluarkan. Dua bulan kemudian, mereka mulai goyah dengan keyakinannya tentang sedekah. Sebab uang tersebut merupakan cadangan satu-satunya yang mereka punyai untuk berbagai keperluan rumah tangganya.
Istrinya sempat ingin meminjam uang kepada tetangga, namun suaminya melarangnya."Kalaupun kita diusir dari rumah kontrakan gara-gara sedekah, mengapa kita tidak mengadu kepada Alloh bu?."Begitu kata suaminya.
Benar saja, tidak berapa lama kemudian, pedagang nasi itu ditunjuk sebagai koordinator catering korban lumpur Lapindo. Setiap hari dia mendapat order Rp 30 juta. Apabila mengambil untung 5 % saja, dalam dua bulan mereka sudah mendapat untung Rp 90 juta.! "Sejak saat itulah kami merasa rejeki kami terus mengalir. Kami yakin ini juga berkat doa santri-santri Al Qur'an yang turut kami santuni," kata Imam Syafi'i.
Bulan Nopember 2007, pedagang nasi itu telah menandatangani kontrak Rp 20 Milyar yakni untuk menyediakan catering dari Group Bakrie. Kini dalam waktu setahun mereka telah berkembang menjadi tiga perusahaan yaitu PT.Diana (catering), PT.Kurnia (perusahaan lata catering) dan PT.Prakoso (supplier produksi catering). Usaha catering mereka bahkan ditabelkan sebagai terbesar kedua di Surabaya. Sebanyak 120 karyawan bekerja di tiga perusahaan tersebut.
Selain itu, sebagai wujud rasa syukur, tahun lalu dia menghajikan 13 anggota keluarga besarnya, termasuk anaknya. Sedekah tetap mereka jalankan karena mereka merasa bahwa kekayaan yang mereka miliki berkat dari sedekah 1 juta dulu, cadangan uang satu-satunya yang mereka miliki. Tidak mudah bagi siapapun menyedekahkan uang yang baginya sangat berarti, sangat diandalkan bagi kelangsungan hidup usaha dan tempat bernaungnya termasuk kelanjutan sekolah anak-anaknya.
Tapi itulah rezeki Imam Syafi'i, seseorang yang telah melakukan sedekah terbaik yang mereka punyai, yang telah mengangkat harkat dan martabat keluarganya yang tadinya miskin dan kini telah berubah drastis. Rezeki itu memacu cepat perkembangan usahanya. subhanalloh.....
www.jiwasedekah.blogspot.com
WAHAI HATIKU
(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥¨*•♫♥(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥¨*•♫♥
Masih banyak hal yang membuat kita bisa tertawa
Buatlah hati yang sekeping itu bergembira…
lihatlah burung itu, terbang tanpa beban, bernyanyi diatas awan…
... Jika semut yang kecil itu Dia kasihi…
Apa lagi manusia… tidak mungkin Dia meninggalkan kita…
Itulah kehidupan, tidak selamanya berjalan mulus…
Sesekali dia akan kandas…
Namun kekandasan itu tidaklah menyebabkan kita berhenti melangkah…
Yakinlah…Dia sedang merancanakan yang terbaik buat hamba-Nya…
Senyumlah…karena tersenyum menyegarkan kehidupan…
Terkadang, apa yang sudah direncanakan tidak terwujud.
Sebaliknya, Apa yang tak direncanakan malah dia wujud.
Sikap terbaik dalam menghadapi hal ini adalah mengembalikan segala sesuatu.
Kepada Yang Maha Merencanakan, karena rencana-NYA adalah yang terbaik.
Laa tai-asu mirrauhillah (Jangan berputus asa dari rahmat Allah)
Permohonan itu tidak semestinya dikabulkan hari ini…
tapi boleh jadi hari esok atau lusa… atau mungkin dihari akhir nanti…
Bersabarlah… karena Dia Maha Penyayang…
Indahnya pelangi hanya sesaat…
Dia datang kemudian berlalu dan pergi…
Warnanya yang alami kini tinggal bayangan…
Apakah mungkin dia akan muncul untuk yang kedua kali…
Namun itulah karya Ilahi… yang menakjubkan dan menghibur hati…
itulah episode kehidupan…
adakalanya bertemu… adakalanya berpisah…
pertemuan selalu diiringi dengan tawa…
perpisahan selalu diakhiri dengan tangisan…
tatalah hati, untuk siap bertemu dan siap berpisah…
karena itu sudah merupakan rencana-Nya
Jangan bersedih! Karena Hari kemarin telah berlalu, hari esok masih misteri.
Hari ini adalah hari kita, mulailah menghirup udara pagi dengan berbaik sangka pada Ilahi.
dibalik keindahan ada ketenangan dan kedamaian, yang lebih berharga dari onggokan intan dan berlian… keindahan akan melembutkan hati dan memelihara perasaan… sobat, kita berusaha untuk tersenyum dalam melewati fase-fase kehidupan…
Kelembutan hati bagaikan air yang mengalir dari puncak gunung kehulu sungai…
Yang mampu melewati kerasnya bebatuan sungai…
Bersikaplah seperti air yang lemah lembut
Karena pada prinsipnya manusia menyenangi kelembutan…
Tidak semua perbuatan baik itu akan disenangi orang…
Akan ada orang yang menolak, menentang dan mencemooh…
Tugasmu hanya menyampaikan, bukan memutuskan…
Berlapang dadalah supaya kamu mendapat ketenangan…
Bergembiralah,
Karena tidak akan ada yang menggembirakan kita selain kita sendiri
Berdoalah kepada SANG PEMILIK HATI (ALLAH SWT) agar diselalu menjadikan hati yang satu ini senantiasa merasa tenang.(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥¨*•♫♥
Subscribe to:
Posts (Atom)

